Ciri-ciri Alga Berdasarkan Jenis-jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri alga dipelajari secara khusus dalam ilmu biologi karena tidak bisa dimasukkan dalam kategori tumbuhan. Alga juga sering disalahartikan dengan lumut.
Alga sudah dimanfaatkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari karena dalam bentuk campuran dengan bahan lain. Mengetahui ciri-ciri alga akan menambah wawasan tentang organisme yang habitatnya jauh tapi pemanfaatannya dekat di sekitar.
Jenis-Jenis dan Ciri-ciri Alga
Alga adalah makhluk hidup yang termasuk dalam protista mirip tumbuhan. Alga tidak mempunyai akar, batang, daun dan jaringan pembuluh angkut. Jenis-jenis alga terdiri dari alga cokelat, alga merah, alga keemasan, alga hijau dan diatom.
Dikutip dari Cerdas Menjawab Soal Biologi untuk SMA/MA/MAK, Nunung Nurhayati dan Resty Wijayanti (2019:33), ciri-ciri alga adalah sebagai berikut:
Pigmen
Alga cokelat: fukosantain
Alga merah: fikoeritrin
Alga keemasan: xantofil
Alga hijau: klorofil
Diatom: diatoxantin.
Bentuk
Alga cokelat dan merah: benang atau seperti tumbuhan tingkat tinggi.
Alga keemasan: benang atau seperti telapak tangan.
Alga hijau: benang, lembaran dan bola.
Diatom: talus yang terdiri dari epiteka dan hipoteka.
Habitat
Alga cokelat: air tawar, air laut dan pantai.
Alga merah, keemasan dan diatom: air tawar dan air laut.
Alga hijau: air tawar 90% dan air laut 10%.
Dinding Sel
Alga cokelat: selulosa dan asam alginat.
Alga merah: makanan dan xilan.
Alga keemasan dan diatom: kersik atau silika.
Alga hijau: selulosa.
Reproduksi Aseksual
Alga cokelat: zoospora berflagel dua dan fragmentasi.
Alga merah: spora haploid.
Alga keemasan: zoospora berflagel banyak.
Alga hijau: zoospora.
Diatom: persatuan sel sperma dan sel ovum.
Reproduksi Seksual
Alga cokelat: isogami atau oogami.
Alga merah, keemasan dan diatom: persatuan sel sperma dan sel ovum.
Alga hijau: konjugasi.
Peranan
Alga cokelat: sebagai fitoplankton (salah satu jenis plankton) serta menghasilkan asam alginat untuk industri makanan, farmasi dan pupuk.
Alga merah: untuk bahan agar-agar dan sup.
Alga keemasan: sebagai fitoplankton dan produsen di perairan laut.
Alga hijau: sebagai fitoplankton dan bahan makanan.
Diatom: untuk bahan isolasi, penyekat dinamit dan penggosok.
Contoh
Alga cokelat: Fucus, Sargassum, Turbinaria.
Alga merah: Eucheuma, Gracilaria, Gelidium.
Alga keemasan: Pinnularia, Navicula, Synura.
Alga hijau: Chlorella, Spirogyra, Ulva.
Diatom: Desmidium, Bacteriastrum, Actinastrum.
Baca juga: 4 Contoh Perubahan Biologi di Kehidupan Sehari-hari
Itulah ciri-ciri alga yang menarik untuk diketahui. Pengetahuan ini berguna sebagai panduan agar tidak keliru dalam memanfaatkan alga. (lus)
