Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Sindrom Jacob beserta Penyebabnya yang Wajib Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri sindrom jacob beserta penyebabnya. Sumber: Unsplash/Nathan Anderson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri sindrom jacob beserta penyebabnya. Sumber: Unsplash/Nathan Anderson

Sindrom jacob merupakan kelainan genetik yang terjadi karena pertambahan kromosom Y di setiap sel XY sehingga menghasilkan kromosom XYY. Ciri-ciri sindrom jacob di antaranya yaitu ukuran kepala dan gigi besar, skoliosis, jarak mata lebar, dan lainnya.

Sindrom jacob terjadi hanya pada seseorang dengan jenis kelamin laki-laki. Normalnya laki-laki hanya memiliki kromosom seks X dan Y (XY). Kelebihan kromosom seks Y menyebabkan munculnya beberapa ciri-ciri fisik yang tidak normal pada manusia.

Ciri-Ciri Sindrom Jacob

Ilustrasi ciri-ciri sindrom jacob. Sumber: Unsplash/Hiki App

Ketika bayi laki-laki dengan sindrom jacob lahir, bayi akan terlihat dalam kondisi sehat dan tidak ada ciri fisik yang mencolok. Sehingga kondisi ini sering sekali tidak terdiagnosis dari awal dan baru diketahui saat sang anak bertambah usia.

Selain itu, walaupun penyandang sindrom jacob memiliki kromosom Y ganda, fungsi seksual penderita tergolong normal. Adapun ciri-ciri sindrom jacob memiliki ciri khas fisik, yaitu seperti:

  • Ukuran kepala dan gigi besar

  • Skoliosis

  • Jari melengkung ke dalam

  • Jarak mata lebar

  • Telapak kaki rata

  • Tonus otot lemah

  • Mengalami tremor

  • Peningkatan lemak perut

  • Keterlambatan perkembangan keterampilan motorik, seperti duduk dan berjalan

Ketika memasuki usia remaja, penyandang sindrom XYY akan menunjukkan ciri-ciri yaitu:

  • Tinggi badan lebih tinggi dari rata-rata

  • Kesulitan berbicara

  • Autisme dan sulit berkonsentrasi

  • Keterlambatan perkembangan keterampilan motorik

  • Masalah emosional atau perilaku

  • Ketidakmampuan untuk belajar

Sindrom jacob termasuk dalam kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Namun, gejalanya dapat diminimalkan melalui pengobatan. Beberapa pilihan penanganan sindrom jacob adalah terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi, dan terapi belajar.

Penyebab Sindrom Jacob

Ilustrasi penyebab sindrom jacob. Sumber: Unsplash/Chinh Le Duc

Meleburnya komponen genetik dari sel telur ibu dan sel sperma ayah saat proses reproduksi salah satu tujuannya adalah untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Umumnya, jenis kromosom yang membentuk jenis kelamin pria adalah X dan Y (XY).

Dikutip dalam buku Belajar Biologi Menyenangkan oleh H. Esman (2022:138) sindrom jacob hanya diderita oleh laki-laki. Sindrom ini terjadi karena ada 1 tambahan kromosom Y pada susunan genetik laki-laki. Sehingga kromosomnya menjadi XYY.

Kelebihan kromosom Y pada sindrom ini diduga akibat sel sperma tidak berkembang dengan sempurna atau ada kelainan pembentukan komponen kromosom Y pada tahap awal perkembangan bakal janin (embrio).

Baca juga: Mengenal Proses Penentuan Jenis Kelamin pada Manusia

Itulah ciri-ciri sindrom jacob beserta penyebabnya yang wajib diketahui. Meskipun menyebabkan kelainan genetik, sindrom ini tidak diwariskan secara turun-temurun. (MRZ)