Ciri-Ciri Sindrom Jacob beserta Penyebabnya yang Wajib Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sindrom jacob merupakan kelainan genetik yang terjadi karena pertambahan kromosom Y di setiap sel XY sehingga menghasilkan kromosom XYY. Ciri-ciri sindrom jacob di antaranya yaitu ukuran kepala dan gigi besar, skoliosis, jarak mata lebar, dan lainnya.
Sindrom jacob terjadi hanya pada seseorang dengan jenis kelamin laki-laki. Normalnya laki-laki hanya memiliki kromosom seks X dan Y (XY). Kelebihan kromosom seks Y menyebabkan munculnya beberapa ciri-ciri fisik yang tidak normal pada manusia.
Ciri-Ciri Sindrom Jacob
Ketika bayi laki-laki dengan sindrom jacob lahir, bayi akan terlihat dalam kondisi sehat dan tidak ada ciri fisik yang mencolok. Sehingga kondisi ini sering sekali tidak terdiagnosis dari awal dan baru diketahui saat sang anak bertambah usia.
Selain itu, walaupun penyandang sindrom jacob memiliki kromosom Y ganda, fungsi seksual penderita tergolong normal. Adapun ciri-ciri sindrom jacob memiliki ciri khas fisik, yaitu seperti:
Ukuran kepala dan gigi besar
Jari melengkung ke dalam
Jarak mata lebar
Telapak kaki rata
Tonus otot lemah
Mengalami tremor
Peningkatan lemak perut
Keterlambatan perkembangan keterampilan motorik, seperti duduk dan berjalan
Ketika memasuki usia remaja, penyandang sindrom XYY akan menunjukkan ciri-ciri yaitu:
Tinggi badan lebih tinggi dari rata-rata
Kesulitan berbicara
Autisme dan sulit berkonsentrasi
Keterlambatan perkembangan keterampilan motorik
Masalah emosional atau perilaku
Ketidakmampuan untuk belajar
Sindrom jacob termasuk dalam kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Namun, gejalanya dapat diminimalkan melalui pengobatan. Beberapa pilihan penanganan sindrom jacob adalah terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi, dan terapi belajar.
Penyebab Sindrom Jacob
Meleburnya komponen genetik dari sel telur ibu dan sel sperma ayah saat proses reproduksi salah satu tujuannya adalah untuk menentukan jenis kelamin calon bayi. Umumnya, jenis kromosom yang membentuk jenis kelamin pria adalah X dan Y (XY).
Dikutip dalam buku Belajar Biologi Menyenangkan oleh H. Esman (2022:138) sindrom jacob hanya diderita oleh laki-laki. Sindrom ini terjadi karena ada 1 tambahan kromosom Y pada susunan genetik laki-laki. Sehingga kromosomnya menjadi XYY.
Kelebihan kromosom Y pada sindrom ini diduga akibat sel sperma tidak berkembang dengan sempurna atau ada kelainan pembentukan komponen kromosom Y pada tahap awal perkembangan bakal janin (embrio).
Baca juga: Mengenal Proses Penentuan Jenis Kelamin pada Manusia
Itulah ciri-ciri sindrom jacob beserta penyebabnya yang wajib diketahui. Meskipun menyebabkan kelainan genetik, sindrom ini tidak diwariskan secara turun-temurun. (MRZ)
