Konten dari Pengguna

Contoh Amanat Upacara Hari Kartini oleh Pembina Upacara

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi amanat upacara hari kartini. Sumber: unsplash.com/SyahrulAlamsyah.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi amanat upacara hari kartini. Sumber: unsplash.com/SyahrulAlamsyah.

Amanat upacara Hari Kartini merupakan kesempatan yang digunakan oleh pembina upacara untuk menyampaikan pesan, nasihat atau motivasi. Umumnya pembina upacara di sekolah adalah kepala sekolah, sedangkan di kantor-kantor dilakukan oleh kepala kantor.

Biasanya pelaksanaan upacara Hari Kartini berbeda dengan upacara biasa, yaitu mengenakan busana tradisional. Namun garis besar tema yang dibawakan hampir sama, yaitu meneruskan perjuangan dan cita-cita R.A Kartini.

Contoh Amanat Upacara Hari Kartini

Ilustrasi amanat upacara Hari Kartini. Sumber: unsplash.com/SyahrulAlamsyah.

Peringatan Hari Kartini di sekolah dan kantor pemerintah masih diisi dengan upacara. Amanat menjadi inti dari upacara tersebut. Umumnya amanat upacara mengingatkan apa yang telah dilakukan Kartini dan memotivasi peserta upacara untuk meneladaninya.

Berikut adalah contoh amanat upacara Hari Kartini di sekolah tentang keteladanan Kartini. Keteladanan Kartini tersebut dikutip dari Meneladani Kepahlawanan Kaum Wanita, Edi Warsidi (2007).

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak Ibu Guru dan para tenaga pendidik yang saya hormati, serta anak-anakku tercinta, alhamdulillah kita bisa bersama-sama berdiri di sini untuk memperingati Hari Kartini.

Upacara hari ini tampak berbeda. Bapak-bapak dan anak-anakku yang laki-laki terlihat lebih ganteng mengenakan beskap. Bu Guru dan anak-anakku yang perempuan terlihat lebih cantik mengenakan kebaya.

Dahulu Kartini tidak membayangkan bahwa laki-laki dan perempuan bisa berdiri berdampingan di halaman sekolah, menaikkan bendera dan menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama. Dahulu untuk bisa membaca saja harus diperjuangkan.

Kesempatan seperti ini tidak datang tiba-tiba. Setelah Kartini wafat, banyak penerus beliau yang berusaha membuka kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Cita-cita Kartini diteruskan dari generasi ke generasi.

Cita-cita Kartini tidak terbatas untuk perempuan. Kartini juga mendirikan sekolah pertukangan laki-laki untuk memajukan kerajinan ukir dari Jepara.

Anak-anakku, perlu Bapak ingatkan bahwa beskap dan kebaya hanyalah simbol. Bapak harap kalian meluangkan waktu untuk membaca buah pikiran Kartini melalui surat-suratnya. Datanglah ke perpustakaan sekolah dan cari buku terjemahan Habis Gelap Terbitlah Terang.

Kalian akan menemukan betapa majunya pemikiran Kartini. Bahkan Kartini telah mengenal pengajuan beasiswa kepada pemerintah Belanda seperti halnya perburuan beasiswa yang dilakukan siswa-siswa zaman sekarang meski keadaan tidak memungkinkan Kartini untuk berangkat ke Belanda.

Dalam salah satu suratnya Kartini mengatakan, "Jangan katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau!"

Anak-anakku, belajar memang tidak mudah. Tapi ingatlah kata-kata Kartini itu. Kalian sudah diberi kebebasan untuk belajar, maka jangan sia-siakan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: 22 Slogan Hari Kartini untuk Caption Instagram

Amanat upacara Hari Kartini merupakan sarana untuk terus menghidupkan semangat menempuh pendidikan. Kartini telah berusaha mengentaskan masyarakat dari kebodohan maka belajar adalah cara untuk menghargainya. (lus)