Cumi-cumi Berkembang Biak dengan Cara Apa? Ini Jawaban dan Ciri Lainnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biota laut terdiri dari berbagai makhluk hidup yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Salah satunya adalah cumi-cumi. Lalu, cumi-cumi berkembang biak dengan apa?
Cumi-cumi (Loligo sp.) adalah salah satu dari lebih dari 300 spesies moluska (hewan bertubuh lunak) yang memiliki 10 tentakel. Hewan ini memiliki cangkang internal yang sangat tipis dan berwarna putih transparan, terletak di bagian punggungnya.
Cumi-cumi Berkembang Biak dengan Cara Apa?
Cumi-cumi merupakan hewan moluska invertebrata atau tanpa tulang belakang. Hewan tersebut memiliki tubuh berbentuk tabung dan struktur internal kecil seperti batang yang disebut pen, yang membantu menopang tubuh cumi-cumi.
Dalam buku Aneka Olahan Cumi-cumi Menggugah Selera oleh Tjahjono Tri (2024:6-7) perkembangbiakan hewan cumi-cumi hanya melalui perkembangbiakan seksual. Cumi-cumi berkembang biak dengan cara bertelur. Cara berkembang biaknya yaitu:
Cumi-cumi jantan merayu cumi-cumi betina dengan menggunakan warna kulitnya.
Bila diterima oleh cumi-cumi betina, kemudian cumi-cumi jantan akan menggunakan lengannya yang disebut dengan hectocotylus untuk mentransfer paket sperma (spermatophore) ke cumi-cumi betina.
Betina memproduksi sekitar 200 telur dan menempelkan pada dasar laut dalam kelompok yang besar bergabung dengan telur betina lainnya.
Telur cumi-cumi bisa menetas dalam waktu sekitar 6 hingga 8 minggu, tergantung pada suhu dan salinitas air.
Reproduksi jantan terdiri atas testis, por genital, dan penis. Sedangkan betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur. Cumi-cumi memiliki sitem reproduksi yang terpisah (gonad terletak pada bagian posterior tubuhnya).
Ciri-ciri Cumi-Cumi
Selain berkembang biak dengan cara bertelur, terdapat ciri-ciri lain yang bisa pembaca ketahui untuk mengenal lebih dalam hewan ini. Ciri-ciri tersebut di antaranya:
Memiliki ukuran tubuh bervariasi dari kcil hingga jenis raksasa, Architeuthis yang berukuran hingga 16 meter.
Ukuran betina lebih besar dibandingkan ukuran jantan.
Makanan utama cumi-cumi adalah jenis-jenis plankton dan biota laut yang ukurannya lebih kecil dibandingkan tubuh cumi-cumi.
Memiliki tubuh lunak dan tidak bertulang belakang.
Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan menjadi kepala, leher, dan badan.
Tubuh memanjang, kepala runcing, dan memiliki lengan sebanyak 8 buah dan 2 tentakel yang terdapat sucker (alat isap).
Memiliki mata yang berkembang baik sehingga dapat untuk melihat.
Dapat berkamuflase sebagai cara beradaptasi hewan dengan lingkungannya.
Dapat menyemburkan tinta pekat sebagi perlindungan diri terhadap ancaman predator.
Habitatnya di laut, sebagian besar berenang di laut dangkal namun ada juga yang berada di kedalam laut.
Cumi-cumi dapat bergerak dengan dua cara yaitu dengan menggunakan tentakel dan dengan menyemprotkan air dari rongga mantel.
Alat pencernaan cumi-cumi terdiri atas mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus buntu, dan anus yang bermuara di rongga mantel, serta kelenjar pencernaan seperti kelenjar ludah, hati, dan pankreas.
Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa cumi-cumi berkembang biak dengan cara bertelur. Telur tersebut diletakkan di dasar laut oleh sang induk yang akan menetas sekitar 6-8 minggu kemudian. (MRZ)
Baca juga: Mengenal Perbedaan Cumi-cumi dan Gurita
