Macam-Macam Bukti Transaksi Perusahaan yang Wajib Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat macam-macam bukti transaksi perusahaan yang sering digunakan dalam pencatatan keuangan. Salah satu bentuk yang sering dipakai adalah faktur.
Bukti transaksi memiliki peranan penting untuk mempermudah sistem pelaporan pembiayaan suatu usaha. Oleh karena itu, hal ini penting untuk diketahui bagi para pelaku bisnis dan perusahaan.
Macam-Macam Bukti Transaksi Perusahaan
Bukti transaksi merupakan catatan tertulis terkait pembiayaan untuk kegiatan operasional, yang dilakukan oleh perusahaan. Sehingga dengan adanya bukti transaksi, maka permasalahan tentang data keuangan dapat diminimalisir.
Untuk semakin memahami terkait hal tersebut, berikut ini macam-macam bukti transaksi perusahaan menurut buku Pengantar Akuntansi Dasar (Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur), Siti Aisyah Siregar, (2022:20-22).
1. Bukti Transaksi Internal
Bukti transaksi internal adalah bukti pembiayaan yang dibuat dengan melibatkan pihak di dalam perusahaan. Adapun, beberapa dokumen yang termasuk bukti internal adalah sebagai berikut.
Bukti Kas Masuk
Bukti kas masuk merupakan pencatatan transaksi penerimaan uang secara tunai yang dilakukan oleh perusahaan.
Bukti Kas Keluar
Bukti kas keluar adalah data tertulis terkait pengeluaran keuangan perusahaan, seperti untuk keperluan pembayaran utang dan gaji.
Memo
Memo termasuk dokumen transaksi yang berisi riwayat transaksi antar devisi di dalam lingkup perusahaan.
2. Bukti Transaksi Eksternal
Bukti transaksi eksternal merupakan bukti pembiayaan yang berkaitan dengan pihak di luar perusahaan. Inilah beberapa bentuk bukti transaksi internal yang dapat diketahui.
Kuitansi
Kuitansi adalah bukti penerimaan uang yang disertai dengan tanda tangan pihak penerima uang. Dalam penggunaannya, lembar asli kuitansi diberikan kepada pihak yang telah melakukan pembayaran, sedangkan tembusan disimpan oleh pihak penerima.
Faktur
Faktur merupakan bukti transaksi dipakai untuk kalkulasi jual beli dengan sistem kredit, yang dibuat oleh penjual ke pihak pembeli. Adapun untuk pihak pembeli akan menerima bukti berupa faktur asli, sedangkan penjual mendapatkan tembusannya sebagai bukti transaksi kredit.
Nota Kontan
Pada umumnya, nota dibuat oleh pedagang diberikan kepada pembeli. Bukti ini digunakan apabila terjadi transaksi pembelian barang secara tunai.
Nota Kredit
Nota kredit berfungsi sebagai riwayat transaksi untuk pengurangan piutang perusahaan akibat adanya penurunan harga maupun pengembalian barang dagangan. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya yaitu karena ketidaksesuaian kualitas barang yang dikirim.
Nota Debet
Nota debet digunakan untuk transaksi pengurangan utang, yang disebabkan oleh pengembalian barang dan penurunan harga yang dibuat pihak pembeli.
Cek
Cek merupakan bukti pembuatan yang berupa surat perintah dari pemilik rekening giro dan ditujukan kepada bank, hal ini dimaksudkan agar sejumlah uang dapat diberikan kepada pihak yang namanya tercantum dalam cek.
Baca Juga: 2 Jenis Bukti Transaksi Internal dan Eksternal
Itu dia penjelasan tentang macam-macam bukti transaksi perusahaan yang penting diketahui. Semoga bisa dijadikan panduan dalam menjalankan bisnis. (Riyana)
