Konten dari Pengguna

Mengenal Tingkat Kompetensi Keaksaraan Fungsional Warga Belajar

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tingkat Kompetensi Keaksaraan Fungsional Warga Belajar. sumber: Pexels/Rahul Shah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tingkat Kompetensi Keaksaraan Fungsional Warga Belajar. sumber: Pexels/Rahul Shah

Tingkat kompetensi keaksaraan fungsional warga belajar merupakan upaya yang perlu didukung penuh, baik oleh masyarakat sekitar maupun pihak-pihak terkait. Program ini sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Upaya ini termasuk dalam pendidikan nonformal yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi semua orang. Dengan demikian, masyarakat dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat buta aksara di Indonesia.

Penjelasan Tentang Tingkat Kompetensi Keaksaraan Fungsional Warga Belajar

Ilustrasi Tingkat Kompetensi Keaksaraan Fungsional Warga Belajar. sumber: Pexels/cottonbro studio

Pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 menyatakan bahwa 'Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang'.

Menurut buku Pengembangan Program PLS (Konsep, Strategi dan Satuan PLS), Shomedran, S.Pd., M.Pd. (2021:65), keaksaraan fungsional merupakan sebuah pendekatan melalui program pendidikan nonformal untuk mengatasi jumlah masyarakat yang menyandang buta aksara.

Usaha pendidikan luar sekolah atau nonformal ini membelajarkan warga masyarakat penyandang buta aksara agar memiliki mampu menulis, membaca dan berhitung untuk tujuan dipergunakan dalam kehidupan sehari-harinya dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, untuk peningkatan mutu dan taraf hidupnya.

Tingkat kompetensi keaksaraan fungsional warga belajar memiliki beberapa tahapan yakni.

  • Tahap keaksaraan dasar. Artinya warga belajar yang belum memiliki pengetahuan dasar tentang calistung (baca tulis hitung) tetapi telah memiliki pengalaman yang dapat dijadikan kegiatan pembelajaran.

  • Tahap keaksaraan mandiri. Warga belajar telah memiliki pengetahuan dan pengalaman. Pada hasil belajarnya, warga belajar diharapkan dapat menganalisa dan memecahkan masalah dalam rangka untuk meningkatkan mutu taraf hidupnya.

Warga belajar keaksaraan fungsional biasanya tergolong orang dewasa, sehingga proses pembelajarannya harus menggunakan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik mereka. Pendekatan ini harus memperhatikan masalah yang mereka hadapi, pengalaman pribadi, serta minat dan kebutuhan mereka.

Belajar adalah kebutuhan dasar manusia yang dapat membantu seseorang mengatasi berbagai permasalahan dalam hidup, terutama yang berkaitan dengan fungsi dan peranannya dalam masyarakat.

Tingkat kompetensi keaksaraan fungsional warga belajar merupakan sebuah upaya untuk membantu masyarakat mengatasi buta aksara. Meskipun termasuk pendidikan nonformal, program ini berperan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia. (DVA)

Baca Juga: Mengapa Pendekatan Kimia Hijau Penting dalam Menjaga Keberlanjutan Lingkungan?