Konten dari Pengguna

Proses Terjadinya Pembelahan Mitosis dalam Pewarisan Sifat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses terjadinya pembelahan mitosis. Sumber: Pixabay/A_Different_Perspective
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses terjadinya pembelahan mitosis. Sumber: Pixabay/A_Different_Perspective

Proses terjadinya pembelahan mitosis terdiri dari 3 tahap yaitu dari istirahat (interfase), fase pembelahan inti (kariokinesis), dan fase pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Pembelahan ini hanya terjadi pada sel eukariotik.

Pembelahan mitosis adalah peristiwa pembelahan sel dengan jumlah kromosom sama seperti sel induknya. Sehingga anak akan memiliki materi genetik dari sel induk yang bisa sama persis atau gabungan dari kedua sifat sel induknya.

Proses Terjadinya Pembelahan Mitosis

Ilustrasi proses terjadinya pembelahan mitosis. Sumber: Pixabay/FreePics4U

Proses pewarisan sifat pada makhluk hidup tidak terlepas dari peran dua macam peristiwa pembelahan sel, salah satunya pembelahan mitosis. Ciri khas dari pembelahan ini yaitu menghasilkan sel anakan yang sama dengan sel induk.

Dikutip dalam buku Biologi 3 SMA dan MA untuk Kelas III oleh Diah Aryulina, Ph.D., dkk (2006:107-109) pembelahan mitosis terdiri dari 3 tahap, berikut penjelasannya.

1. Tahap Interfase

Pada tahap interfase, sel dianggap istirahat dari proses pembelahan. Meskipun demikian, sebenarnya tahap interfase merupakan tahap yang aktif dan penting untuk mempersiapkan pembelahan berupa replikasi DNA. Selanjutnya interfase dibagi lagi ke dalam 3 fase yaitu:

  1. Fase gap-1 (G1): Sel-sel belum mengadakan replikasi DNA, sehingga DNA masih berjumlah 1 salinan, dan diploid (2n).

  2. Fase sintesis (S): DNA mengalami replikasi sehingga menghasilkan 2 salinan DNA dan diploid (2n).

  3. Fase gap-2 (G2): Replikasi DNA telah selesai, dan sel bersiap-siap mengadakan pembelahan.

2. Tahap Kariokinesis

Tahap kariokinesis adalah tahap pembelahan inti sel. Tahap ini terdiri dari empat fase yaitu:

  1. Profase: DNA mulai dikemas atau dipaket menjadi kromosom.

  2. Metafase: Kromosom bergerak ke bidang ekuator benang spindel. Kemudian kromosom terikat pada benang spindel melalui sentromer.

  3. Anafase: Masing-masing sentromer membelah bersamaan. Kromatid bergerak menuju kutub pembelahan. Pada saat kontraksi, benang spindel memendek kemudian menarik kromatid menjadi 2 bagian ke dua kutub yang berlawanan.

  4. Telofase: Pada tahap ini kromatid telah disebut kromosom. Membran inti mulai terbentuk dan nukleolus kembali muncul. Kromosom membentuk benang-benang kromatin. Di akhir fase ini juga terjadi pembelahan sitoplasma.

3. Tahap Sitokinesis

Pada tahap ini terjadi pembelahan sitoplasma yang diikuti dengan pembentukan sekat sel yang baru. Pada sel hewan dan sel tumbuhan tahap ini berbeda yaitu:

  • Sel hewan: Pada telofase akhir terjadi penguraian benang-benang spindel, kemudian membentuk cincin mikrofilamen yang menyempit di daerah bekas bidang ekuator. Kontraksi ke arah dalam, diikuti dengan pembagian isi dua sel secara terpisah.

  • Sel tumbuhan: Sel segera membentuk sekat sel di bekas bidang pembelahan dengan mula-mula terbentuk dari vesikel membran yang berasal dari badan golgi. Vesikel mengalami fusi membentuk membran dan diikuti dengan terbentuknya dinding sel baru.

Demikian penjelasan mengenai proses terjadinya pembelahan mitosis pada makhluk hidup yang berpengaruh pada pewarisan sifat. Semoga dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)

Baca juga: Mengenal Ciri-Ciri Anafase dalam Pembelahan Sel