Ketika Magang Membuka Pemahaman tentang Kota Lengkap

Undergraduate Student at Indonesian University of Education, Survey Mapping and Geographic Information System.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rahfa Azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rahfa Shofa Azzahra, mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mendapatkan kesempatan untuk mengenal pengelolaan data pertanahan melalui kegiatan magang di Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tangerang Selatan. Dari kegiatan tersebut, penulis mulai memahami bagaimana kualitas data pertanahan memiliki peran penting dalam mendukung Program Kota Lengkap.
Pada awalnya, Program Kota Lengkap terlihat seperti program yang hanya berkaitan dengan seluruh bidang tanah yang sudah terdaftar. Namun, setelah melihat proses pengelolaan data pertanahan secara langsung, ternyata pelaksanaannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Dalam proses pengelolaan data pertanahan, bidang tanah yang telah terdaftar tetap perlu dilakukan pengecekan kembali untuk memastikan kesesuaian data spasial dan data tekstual. Data tekstual berisi informasi seperti nomor bidang dan luas tanah, sedangkan data spasial berkaitan dengan bentuk dan posisi bidang tanah pada peta digital.
Selain pengecekan bidang tanah terpetakan, proses sinkronisasi data spasial dan tekstual juga menjadi bagian penting dalam mendukung Kota Lengkap. Dalam proses tersebut, bidang tanah pada peta digital dicocokkan kembali dengan informasi yang terdapat pada dokumen pertanahan maupun sistem digital yang digunakan.
Melalui kegiatan magang ini, penulis juga mulai mengenal penggunaan sistem Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) dalam pengelolaan data pertanahan. Dari proses tersebut terlihat bahwa pengelolaan pertanahan saat ini tidak hanya berkaitan dengan dokumen fisik, tetapi juga melibatkan pengolahan data digital dan pemetaan bidang tanah secara spasial.
Berdasarkan pengamatan terhadap data pertanahan di Kota Tangerang Selatan, beberapa wilayah menunjukkan tingkat keterpetaan bidang tanah yang cukup tinggi. Namun demikian, tingginya bidang tanah terdaftar belum sepenuhnya menunjukkan bahwa kualitas data pertanahan pada wilayah tersebut sudah optimal.
Melalui proses tersebut, penulis mulai memahami bahwa Program Kota Lengkap tidak hanya berkaitan dengan banyaknya bidang tanah yang sudah terdaftar, tetapi juga mengenai kualitas dan keterhubungan data pertanahan. Ketelitian dalam pengecekan bidang tanah, sinkronisasi data spasial dan tekstual, serta validasi data menjadi bagian penting dalam mendukung tersedianya data pertanahan yang lebih tertata dan terintegrasi.
Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan data pertanahan, kegiatan magang ini juga memberikan gambaran mengenai penerapan ilmu survei, pemetaan, dan informasi geografis dalam dunia kerja. Hal-hal yang sebelumnya dipelajari dalam perkuliahan dapat dilihat penerapannya secara langsung dalam proses pengelolaan data pertanahan di ATR/BPN Kota Tangerang Selatan.
