Konten dari Pengguna

PKM Teknik Industri UNPAM: Inovasi Desain & Kemasan Sabun Cuci Tangan Daun Sirih

Rahmat Hidayat

Rahmat Hidayat

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahmat Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Kegiatan PKM Teknik Industri UNPAM bersama Kader PKK Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kegiatan PKM Teknik Industri UNPAM bersama Kader PKK Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang

Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal Lewat Desain dan Kemasan

Tajurhalang, Kabupaten Bogor - Program PKM ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dan daya saing sabun cuci tangan berbahan daun sirih melalui inovasi desain dan kemasan. Sekelompok mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dibimbing oleh dosen pembimbing, Bapak Fredy Dwi Ibnu Saputra, S.T., M.T. Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa, yaitu Muhammad Iqbal (ketua), Rahmat Hidayat, Annisa Sastawati, Aldi Ferdian Kamaludin, dan Shalhan Ibrahim Putra Handono. Mengusung tema “Inovasi Desain dan Kemasan Sabun Cuci Tangan Daun Sirih sebagai Produk Unggulan UMKM dan Pendukung Higiene Posyandu Desa Citayam”, kegiatan berlangsung pada hari Kamis-Jumat, 15-16 Oktober 2026 di Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini diikuti oleh 18 kader PKK Desa Citayam, serta didukung oleh pengurus PKK dan perangkat desa setempat. Tujuan utamanya adalah memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan agar sabun cuci tangan berbahan daun sirih memiliki tampilan, informasi produk, dan identitas visual yang lebih menarik, sehingga mampu bersaing sebagai produk unggulan UMKM sekaligus mendukung kegiatan Posyandu.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Fitri Arianti selaku Ketua PKK dan Bapak Salim Ibrahim selaku Ketua RW 05 yang mengapresiasi upaya mahasiswa UNPAM dalam mendampingi masyarakat. Semangat serupa disampaikan oleh Ketua Pelaksana, yang menekankan pentingnya memanfaatkan potensi bahan lokal di sekitar tempat tinggal. Sebagai simbol kerja sama dan penghargaan, plakat diserahkan kepada pihak PKK dan Ketua RW 05.

Foto pemberian plakat kepada Ibu Fitri Arianti selaku Ketua PKK
Foto pemberian plakat kepada Bapak Salim Ibrahim selaku Ketua RW 05

Kegiatan ini memiliki fokus utama untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya desain dan kemasan bagi produk UMKM. Latar belakang diadakannya kegiatan ini didasari oleh keberadaan daun sirih yang mudah ditemukan di lingkungan warga serta telah lama dimanfaatkan secara turun-temurun karena kandungannya yang berpotensi mendukung kebersihan. Kendati demikian, produk sabun cuci tangan daun sirih yang dihasilkan oleh masyarakat masih memiliki berbagai keterbatasan, mulai dari kemasan yang kurang menarik, informasi produk yang belum lengkap, hingga identitas visual yang belum kuat. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat produk kesulitan untuk bersaing dengan produk sejenis yang tampil lebih profesional.

Selain menyampaikan potensi dari bahan lokal tersebut, tim PKM juga menekankan bahwa kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk semata, melainkan juga sebagai media informasi dan faktor yang memengaruhi minat konsumen. Pendekatan ini dibawa langsung oleh mahasiswa Teknik Industri agar produk yang dihasilkan masyarakat tidak hanya sekadar jadi, tetapi juga dapat menjadi produk yang praktis, informatif, dan layak dipasarkan secara berkelanjutan.

Foto Sesi pelatihan dan pendampingan penerapan desain kemasan

Program PKM ini dirancang agar para peserta dapat:

  1. Memahami pentingnya desain dan kemasan dalam meningkatkan daya tarik, nilai jual, dan daya saing produk.

  2. Mengenali informasi yang perlu dicantumkan pada kemasan agar produk lebih informatif dan dipercaya konsumen.

  3. Menerapkan desain dan kemasan yang telah dikembangkan secara mandiri dalam pengembangan produk.

  4. Memahami pentingnya higiene dan kebersihan tangan, khususnya dalam kegiatan Posyandu.

Sebelum sesi inti dimulai, tim mengadakan diskusi awal untuk mengetahui kondisi produk dan kebutuhan kemasan yang dihadapi mitra. Materi kemudian disampaikan melalui presentasi dengan media visual, dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi.

Sesi utama berlangsung interaktif dengan antusiasme dari para kader PKK. Peserta diberi contoh langsung penerapan desain dan penggunaan kemasan yang telah dikembangkan, lalu diberi kesempatan untuk memahami dan mempraktikkannya melalui pendampingan.

Antusiasme dari para kader menunjukkan bahwa topik pemanfaatan bahan lokal dan pengembangan produk UMKM relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diskusi yang aktif tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menciptakan suasana saling belajar antara mahasiswa dan warga. Di akhir kegiatan, tim melakukan evaluasi melalui diskusi dan pengumpulan masukan dari peserta sebagai bahan perbaikan agar inovasi dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kegiatan PKM yang diinisiasi mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang ini diharapkan menjadi langkah awal agar sabun cuci tangan daun sirih Desa Citayam tampil lebih kompetitif sebagai produk unggulan UMKM, sekaligus mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan Posyandu.

Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda dalam menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Langkah kecil ini diharapkan memberi kontribusi bagi kemandirian ekonomi dan kesehatan masyarakat di Desa Citayam dan sekitarnya.