Konten dari Pengguna

Pengalaman Bakti Sosial Pantai Kadelang, Alor: Menjaga Kebersihan Pesisir

Bakti Sosial Pantai Kadelang dan Penanaman Mangrove

Menjaga Kelestarian Pantai Kadelang untuk Masa Depan

Pantai Kadelang dan Pelestarian Lingkungan Pesisir

Pemandangan Laut Pantai Kadelang di Kabupaten Alor dengan Keindahan Alam Pesisir. (Foto: Dokumentasi pribadi Raihan Rizky Mustaqim.)

Pantai Kadelang di Kelurahan Kalabahi Timur, Kabupaten Alor, kini terlihat jauh lebih bersih. Saat kembali melihat kawasan ini, saya merasakan kelegaan karena perubahan tersebut mengingatkan saya pada pengalaman mengikuti kegiatan bakti sosial membersihkan pesisir. Dulu, sampah plastik dan beberapa ban kendaraan bekas masih tersebar di sekitar pantai. Kini, kondisi yang lebih bersih menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan pesisir dapat membawa perubahan positif.

Perubahan ini patut kita apresiasi. Pantai yang bersih membuktikan bahwa masalah sampah bukan sesuatu yang mustahil diatasi, asalkan ada yang mau memulai dan banyak orang yang mau ikut. Kepedulian itu datang dari berbagai pihak. Polres Alor, misalnya, menggelar Aksi Nyata Bersih-Bersih Pantai dan Laut yang dipusatkan di Pantai Kadelang sebagai sambutan HUT Bhayangkari ke-80. Saya tidak ikut dalam aksi itu, tetapi saya senang melihat ada pihak lain yang juga turun tangan di tempat yang pernah saya bersihkan bersama teman-teman. Pemandangan plastik dan ban bekas yang dulu saya lihat kini tidak lagi saya temukan. Itu kabar baik, dan cara terbaik merayakannya adalah dengan merawatnya.

Sebab, bersih bukanlah garis akhir. Kebiasaan baik gampang luntur jika hanya dilakukan sekali lalu dilupakan. Dari pengalaman ikut bakti, saya belajar bahwa mengangkat sampah yang sudah menumpuk jauh lebih melelahkan daripada menjaga agar sampah tidak menumpuk sejak awal. Menjaga itu ringan karena bisa dilakukan sedikit demi sedikit oleh banyak orang. Jadi, kalau Pantai Kadelang sudah bersih, tugas kita selanjutnya adalah mempertahankannya.

Alasan saya menekankan hal ini bukan sekadar soal keindahan atau kenyamanan. Kebersihan pantai berkaitan langsung dengan kesehatan ekosistem pesisir. Sampah plastik dan benda asing yang tidak seharusnya ada di pantai dapat mengganggu lingkungan tempat hidup berbagai biota. Plastik dan ban bekas yang dulu saya lihat adalah contohnya, karena keduanya bukan bagian dari alam pantai. Pesisir yang bersih memberi ruang bagi makhluk hidup di dalamnya untuk tetap hidup dengan layak.

Dalam kegiatan bakti itu, kami tidak hanya membersihkan. Kami juga menanam beberapa bibit mangrove di sekitar pesisir. Bagi saya, itu bagian yang paling bermakna, karena membersihkan sampah hanya separuh pekerjaan. Mangrove adalah bagian penting dari ekosistem pesisir, tempat berbagai organisme berlindung, mencari makan, dan berkembang. Saya masih ingat bibit-bibit yang kami tanam itu kecil sekali dan butuh waktu untuk tumbuh. Namun dari yang kecil itulah ekosistem dibangun, selama lingkungan di sekitarnya terjaga dan tidak kembali dipenuhi sampah.

Pesisir yang sehat juga bukan hanya urusan alam. Ekosistem pantai yang terjaga membantu mendukung keberadaan berbagai biota laut, termasuk ikan. Sebagai orang yang berasal dari Alor, saya tahu laut punya tempat penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ada orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya laut. Maka, ketika kita menjaga kebersihan pantai, kita juga ikut menjaga sumber penghidupan mereka, dan manfaatnya kembali kepada kita semua.

Warga beraktivitas di perairan pesisir. (Foto: Dokumentasi pribadi Raihan Rizky Mustaqim.)

Karena itu, menjaga kebersihan sebaiknya tidak menunggu sampai keadaan memburuk. Jika kita baru peduli ketika pesisir sudah kembali penuh sampah, kita akan mengulang kerja keras yang sama dari awal. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana kegiatan membersihkan itu menguras tenaga. Pantai dan kawasan di sekitarnya adalah ruang bersama, tempat warga, pedagang, pengunjung, dan siapa pun bertemu. Karena ruangnya milik bersama, menjaganya pun menjadi tanggung jawab bersama, tanpa perlu saling menyalahkan. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya sudah sangat berarti kalau dilakukan oleh banyak orang.

Aksi-aksi bersih pantai, baik yang dilakukan warga, komunitas, maupun Polres Alor, sebaiknya kita lihat sebagai awal, bukan akhir. Kegiatan sehari bisa membersihkan pantai, tetapi hanya kebiasaan sehari-hari yang bisa menjaganya tetap bersih. Kebersihan Pantai Kadelang yang kita lihat hari ini adalah modal berharga. Ia bukti bahwa perubahan itu mungkin, sekaligus pengingat bahwa perubahan perlu dijaga. Jangan menunggu pesisir kembali dipenuhi sampah baru kita peduli. Menjaga kebersihan hari ini berarti ikut menjaga ekosistem pantai dan kehidupan masyarakat untuk masa yang akan datang.

Senja di pesisir Kadelang. (Foto: Dokumentasi pribadi Raihan Rizky Mustaqim.)