Warga Jambon dan KKN-PPM UGM Cakrawana Pleret Hidupkan Kembali Wisata Walikukun

Mahasiswa S1 Agronomi Universitas Gadjah Mada
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Raihana Nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BANTUL – Pengembangan Wisata Walikukun di Pedukuhan Jambon RT 02, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul mulai digerakkan melalui kolaborasi antara warga dan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Cakrawana Pleret. Berbagai langkah awal, mulai dari pembentukan kepengurusan hingga pemasangan identitas kawasan, dilakukan sebagai upaya memperkuat pengelolaan dan daya tarik destinasi wisata tersebut.
Walikukun merupakan kawasan wisata yang berada di area perbukitan dan terletak tidak jauh dari jalur menuju objek wisata Puncak Sosok. Potensi alam yang dimiliki kawasan ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata di Kalurahan Bawuran.
Rangkaian pengembangan diawali melalui diskusi bersama perangkat wilayah dan masyarakat. Pada 5 Juli 2026, mahasiswa KKN-PPM UGM mengadakan pertemuan dengan Kepala Dukuh Jambon, Gusmanto, Ketua RT, serta sejumlah warga untuk membahas pembentukan kepengurusan Walikukun. Pembentukan kepengurusan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun koordinasi dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan wisata.
Diskusi mengenai arah pengembangan Walikukun kembali dilaksanakan pada malam 15 Juli 2026 bersama Ketua RT 02 Pedukuhan Jambon, Sarjuni, dan warga setempat. Pertemuan tersebut membahas konsep pengembangan Walikukun, termasuk arah penataan kawasan serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata di masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut dari hasil diskusi, mahasiswa KKN bersama warga melaksanakan kerja bakti pada 19 Juli 2026. Kegiatan difokuskan pada pembersihan area wisata agar lebih tertata dan nyaman. Selain itu, mahasiswa dan warga juga membuat papan penunjuk arah menuju Wisata Walikukun guna memudahkan akses pengunjung.
Upaya memperkuat identitas kawasan kembali dilakukan pada 6 Agustus 2026 melalui pemasangan landmark bertuliskan "Walikukun". Landmark tersebut diharapkan dapat menjadi penanda kawasan sekaligus memperkuat citra Walikukun sebagai destinasi wisata yang mulai berkembang.
Ketua RT 02 Pedukuhan Jambon, Sarjuni, mengapresiasi gagasan yang dibawa mahasiswa KKN-PPM UGM dalam mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut.
"Ide yang dibawa oleh mahasiswa KKN sangat baik. Kegiatan ini menjadi awal yang positif untuk pengembangan Walikukun ke depan. Harapannya, pengembangan ini dapat terus dilanjutkan melalui kerja sama antara warga, pengurus, dan berbagai pihak yang terlibat," ujar Sarjuni.
Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Cakrawana Pleret, pengembangan Walikukun tidak hanya berfokus pada penataan fisik kawasan, tetapi juga pada penguatan kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan setempat. Keterlibatan aktif warga sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan menjadi modal penting bagi keberlanjutan pengembangan kawasan wisata.
Melalui sinergi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, dan mahasiswa KKN-PPM UGM, Walikukun diharapkan dapat berkembang secara bertahap sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalurahan Bawuran. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat potensi pariwisata lokal di wilayah Kapanewon Pleret.
