Satu Hidangan, Sejuta Cerita: Empal Gentong dalam Gastronomy

Mahasiswi Program studi Pariwisata Universitas Budi Luhur
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Raisa Muthia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan kuliner yang beragam. Setiap daerah memiliki makanan khas yang tidak hanya menawarkan cita rasa unik, tetapi juga mengandung sejarah, filosofi dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu kuliner tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia Adalah Empal Gentong, makanan khas Cirebon, Jawa Barat.
Empal Gentong merupakan hidangan berkuah yang terbuat dari daging sapi dan jeroan yang dimasak dengan berbagai rempah khas Indonesia. Nama “Empal Gentong” berasal dari cara memasaknya yang menggunakan gentong atau periuk tanah liat besar serta dimasak diatas kayu bakar. Kuliner ini telah ada di zaman dahulu dan menjadi salah satu ikon kuliner masyarakat Cirebon. Selain memiliki cita rasa gurih dan kaya rempah, Empal Gentong juga mencerminkan kearifkan lokal masyarakat dalam mengolah bahan makanan tradisional.
Proses pembuatan Empal Gentong dimulai dengan merebus daging sapi dan jeroan hingga empuk. Setelah itu, berbagai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, jinten, ketumbar dan lada di haluskan lalu ditumis hingga harum. Selajutnya, daging sapi dan jeroan yang telah direbus dicampurkan ke dalam bumbu yang telah ditumis, kemudian ditambahkan santan serta penyedap rasa secukupnya. Empal Gentong biasanya disajikan dengan tambahan daun kucai, bawang goreng, sambal dan nasi atau lontong.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman kuliner Nusantara, mahasiswa/i Program Studi Pariwisata Universitas Budi Luhur mengadakan kegiatan Gastronomy Tourism dengan tema “Menjelajahi Keunikan Kuliner Khas dari Berbagai Daerah di Nusantara sebagai Bagian dari Identitas Budaya”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIB bertempatan di Selasar Unit 6 Universitas Budi Luhur.
Dalam kegiatan tersebut, saya memperkenalkan Empal Gentong sebagai salah satu kuliner khas Cirebon. Saya menjelaskan Sejarah, filosofi, bahan-bahan serta proses pembuatannya kepada mahasiswa/i yang hadir. Selain itu, saya juga membagikan Empal Gentong kepada pengujung agar dapat merasakan langsung cita rasa khas kuliner tradisional tersebut.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pemenuhan Ujian Tengah Semester (UTS) pada mata kuliah Gastronomy Tourism. Melalui kegiatan ini, mahasiswa/i tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan mereka secara langsung kepada mahasiswa lain.
