Bicara Tanpa Takut, Tampil Penuh Percaya Diri: Tapak Ilmu Malam Koneksi 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ranisha Prameswari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam lingkup program studi ilmu komunikasi, kami sudah terbiasa mendapat penjelasan bahwa berbicara adalah keterampilan yang paling mendasar bagi kami. Namun, ketika mengikuti acara di aula FISIP UNS pada tanggal 27 September 2026, saya sadar bahwa ketika kita tahu pentingnya berbicara dan ketika kita berani untuk melakukannya merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Hal inilah yang mendasari hadirnya acara “Tapak Ilmu: Menjelma Suara yang Berani Bicara”, salah satu rangkaian acara Malam Koneksi 2026 yang diadakan oleh HIMAKOM UNS (Universitas Sebelas Maret). Kami sebagai panitia menyadari bahwa public speaking adalah unsur yang tak bisa dilepaskan dari ilmu komunikasi. Maka kami persiapkan acara ini sebagai bekal bagi mahasiswa baru ilmu komunikasi angkatan 2026, dengan tujuan ingin membekali mereka terlebih dahulu sebelum nantinya melangkah lebih jauh di dunia perkuliahan. Kami hadirkan acara ini sebagai ruang untuk mereka bisa menemukan suara, menyampaikan gagasan, dan juga belajar bahwa komunikasi bukan hanya sekadar bicara, tetapi juga tentang keberanian memberikan makna didalamnya.
Pagi itu, suasana aula terlihat sangat cerah, saya lihat para panitia dengan semangat menyambut peserta yang datang, begitupun peserta yang terlihat antusias memasuki ruangan dan tampak sudah sangat siap untuk mendapatkan ilmu baru. Dalam acara ini juga turut hadir Ketua Program Studi S-1 Ilmu Komunikasi, Bapak Dr. phil. Eka Nada Shofa Alkhajar, S.Sos., M.Si., yang menambah rasa bangga kami pada hari itu.
Pembicara pada acara Tapak Ilmu adalah Bapak Muhammad Iqbal, S.Sos., M.M. yang merupakan alumni FISIP UNS yang sekarang menekuni profesinya sebagai MC dan Pambiwara. Beliau sosok yang terlihat sangat ceria, ramah, dan selalu menampilkan senyumannya. Sejak pertama melihatnya, saya merasa bahwa Pak Iqbal benar-benar sosok yang sangatlah baik. Di acara ini, Pak Iqbal membawakan materi berjudul “Be Confident & Speak Up”, beliau mengajak para peserta untuk memulai dari yang paling mendasar, yaitu memahami audiens. Menurut Pak Iqbal, tampil di depan banyak orang bertumpu pada tiga hal, yaitu percaya diri, penguasaan materi, dan diksi yang tepat. Ia juga menjelaskan bahwa bagaimana cara kita menyampaikan juga sama pentingnya dengan apa yang kita sampaikan, dan menurut saya kata-kata yang diberikan oleh Pak Iqbal sangatlah cocok untuk diberikan ke peserta dalam acara ini, karena hal ini akan semakin membangun rasa percaya diri peserta kedepannya.
Tak sampai disitu, beliau juga menjelaskan tentang hal yang paling sering terjadi dalam public speaking, yaitu grogi. Ia menegaskan bahwa grogi merupakan hal yang sangat manusiawi dan bisa dikelola lewat relaksasi, afirmasi diri, dan persiapan materi yang matang. Dengan seluruh penyampaian menarik dari Pak Iqbal, saya merasa sangat senang karena bisa menyaksikan betapa antusiasnya para peserta dalam mendengarkan materi. Aula yang semula tenang kini terasa berubah menjadi hangat dan ramai, suasana yang saya yakin dibangun oleh semangat Pak Iqbal yang tak pernah padam selama penyampaian materi.
Suasana yang Pak Iqbal bawakan dalam acara ini menurut saya sangatlah seru, interaktif, dan juga santai yang dimana ini sangat memicu semangat lebih dari para peserta. Hal ini saya lihat pada saat sesi tanya jawab dimana peserta sangat antusias untuk memberikan pertanyaan kepada Pak Iqbal, saya lihat mereka tak ragu untuk mengangkat tangan dan memberikan pertanyaan yang kritis.
Saat melihat hal itu, saya merasa bahwa tujuan kami selaku panitia sangatlah tercapai. Keberanian yang tadinya hanya kami jadikan sebagai bahan materi kini telah menjadi aksi nyata. Mungkin suara mereka belum sempurna, tapi bukankah setiap suara besar juga bermula dari langkah pertama yang kecil?
Melalui Tapak Ilmu, langkah pertama itu telah dimulai. Dan kami yakin, suara-suara baru Ilmu Komunikasi UNS 2026 siap untuk didengar.
