Konten dari Pengguna

Saturnus Punya Segi 6 dan Segi 10, Kenapa Polanya Bisa Berbeda?

Rayi Putra Pamungkas

Rayi Putra Pamungkas

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rayi Putra Pamungkas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saturnus selama ini dikenal memiliki pola atmosfer berbentuk segi enam di kutub utaranya. Namun, pengamatan terbaru menunjukkan bahwa planet bercincin tersebut ternyata memiliki pola geometris lain di sisi berlawanan. Menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble, astronom menemukan gelombang atmosfer raksasa berbentuk segi 10 yang mengelilingi kutub selatan Saturnus.

Penemuan ini menjadi perhatian karena pola tersebut merupakan pola jet berbentuk banyak sisi pertama yang berhasil diamati di belahan selatan Saturnus. Bentuknya juga mengingatkan pada segi enam yang telah menjadi salah satu ciri khas planet tersebut selama puluhan tahun. Namun, keduanya ternyata memiliki karakteristik yang berbeda.

Ilustrasi pola segi enam di kutub utara dan segi 10 di kutub selatan Saturnus.sumber: ilustrasi dibuat menggunakan chatgpt (AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pola segi enam di kutub utara dan segi 10 di kutub selatan Saturnus.sumber: ilustrasi dibuat menggunakan chatgpt (AI)

Segi 10 di Kutub Selatan Saturnus

Pola yang disebut decagon tersebut berada di sekitar lintang 63 derajat selatan. Ini bukan permukaan atau struktur padat di Saturnus, melainkan gelombang atmosfer yang tertanam di salah satu jet stream kuat di planet tersebut.

Pengamatan Hubble menunjukkan bahwa gelombang tersebut tidak hanya terlihat pada satu lapisan atmosfer. Strukturnya dapat ditelusuri melalui beberapa lapisan atmosfer Saturnus, sehingga para astronom bisa mempelajari bentuk dan perubahannya secara lebih rinci.

Yang menarik, pola tersebut sebenarnya bukan baru muncul pada 2026. Para peneliti menggunakan rangkaian pengamatan sejak 2023 untuk melihat perkembangannya. Dari pengamatan tersebut, mereka menemukan bahwa pola segi 10 masih mengalami perubahan sehingga belum diketahui apakah bentuknya akan bertahan dalam waktu lama.

Mengapa Saturnus Bisa Membentuk Pola Geometris?

Atmosfer Saturnus tidak bergerak secara seragam. Planet ini memiliki berbagai aliran angin atau jet stream yang bergerak dengan kecepatan berbeda pada lintang yang berbeda pula.

Ketika aliran atmosfer tersebut berinteraksi, dapat muncul gelombang yang membentuk pola tertentu. Pada kutub utara, interaksi tersebut menghasilkan pola enam sisi yang sangat teratur. Sementara di kutub selatan, pengamatan Hubble menunjukkan adanya pola dengan 10 sisi.

Para ilmuwan menduga bentuk tersebut berkaitan dengan dinamika gelombang di dalam jet stream. Namun, mengapa jumlah sisinya bisa berbeda antara kutub utara dan selatan masih menjadi pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Penelitian mengenai pola segi 10 ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada 2 September 2026.

Segi Enam di Utara Sudah Dikenal Puluhan Tahun

Jauh sebelum menemukan segi 10, astronom telah mengetahui adanya pola segi enam di kutub utara Saturnus. Struktur tersebut pertama kali terlihat dalam data wahana Voyager yang melintas di dekat Saturnus pada awal 1980-an dan kemudian dipelajari lebih detail oleh misi Cassini.

Segi enam tersebut merupakan jet stream atmosfer yang membentuk pola hampir tetap di sekitar kutub utara. Ukurannya juga sangat besar, dengan bentang sekitar 30.000 kilometer. Angin di dalam struktur tersebut dapat mencapai sekitar 322 kilometer per jam.

Selama puluhan tahun, tidak ada pola geometris serupa yang diketahui berada di kutub selatan. Karena itu, keberadaan segi 10 menjadi menarik: untuk pertama kalinya astronom melihat pola jet yang teratur di belahan selatan Saturnus.

Apakah Segi 10 Akan Bertahan Seperti Segi Enam?

Belum diketahui.

Segi enam di kutub utara merupakan struktur yang telah bertahan selama beberapa dekade. Sementara itu, segi 10 di selatan baru dapat dipelajari melalui rangkaian pengamatan modern dan masih menunjukkan perubahan.

Inilah salah satu alasan Hubble akan tetap penting untuk mempelajari Saturnus. Dengan mengamati planet tersebut secara berkala, astronom dapat membandingkan bentuk pola atmosfer dari waktu ke waktu dan mencari tahu apakah segi 10 akan menjadi struktur yang bertahan lama atau justru berubah menjadi bentuk lain.

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa atmosfer Saturnus masih menyimpan banyak hal yang belum dipahami. Planet yang tampak tenang dari kejauhan ternyata memiliki atmosfer yang sangat dinamis, dengan aliran angin dan gelombang yang mampu membentuk pola geometris raksasa.

Kini, Saturnus memiliki dua pola atmosfer yang sama-sama menarik perhatian: segi enam di kutub utara dan segi 10 di kutub selatan. Mengapa keduanya memiliki bentuk berbeda masih menjadi salah satu teka-teki menarik yang sedang dipelajari para ilmuwan.