Konten dari Pengguna

Kemana Perginya Uang Bisnis Kamu? Yuk, Kenalan Sama Akuntansi!

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Resi Rahayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu bertanya-tanya kemana perginya uang yang kamu miliki atau bagaimana sebuah bisnis mengetahui apakah usahanya menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian?pertanyaan sederhana tersebut ternyata memiliki hubungan erat dengan akuntansi.

Bagi kebanyakan orang, Akuntansi sering dianggap sebagai sesuatu yang rumit karena identik dengan angka, tabel yang panjang, aturan debit dan kredit, dan laporan keuangan. Padahal, tanpa disadari, akuntansi sebenarnya cukup dekat dengan sehari- hari, terutama dalam mengatur dan mencatat keuangan.

sumber foto: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber foto: Dokumentasi Pribadi

Memahami Apa Itu Dasar Akuntansi?

Secara sederhana, akuntansi adalah proses mencatat, menggolongkan, meringkas, dan melaporkan data transaksi keuangan agar menghasilkan informasi atau laporan keuangan yang berguna untuk mengambil keputusan.

Informasi tersebut nantinya dapat membantu pemilik usaha mengetahui kondisi bisnisnya. Misalnya, apakah usaha sedang untung atau rugi, berapa jumlah utang yang masih harus dibayarkan, berapa aset yang dimiliki, dan bagaimana posisi modalnya.

Dengan informasi tersebut, pemilik tidak hanya mengetahui berapa uang yang ada di kas, tetapi juga dapat memahami kondisi bisnis secara keseluruhan.

Mengenal Tiga Komponen Utama

Komponen dasar akuntansi terdiri atas tiga unsur utama: aset, liabilitas, dan ekuitas.

1. Aset (Aktiva)

Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dan memberikan nilai ekonomi. Aset dapat berupa kas, tanah, bangunan, investasi, uang tunai, dan piutang.

2. Kewajiban (Liabilitas)

Kewajiban adalah utang atau kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dilunasi. Kewajiban dapat berupa utang, pinjaman, atau obligasi.

3. Modal (Ekuitas)

Modal adalah sisa kepentingan perusahaan setelah dikurangi kewajiban. Modal juga dapat diartikan sebagai investasi pemilik dalam perusahaan.

Ketiganya memiliki hubungan yang sederhana:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Contohnya, Tina membuka sebuah usaha laundry dengan modal Rp 30 juta dan tidak memiliki utang.

Artinya, bisnis Tina mempunyai aset berupa kas Rp 30 juta. Di sisi lain, terdapat ekuitas atau modal pemilik sebesar Rp 30 juta.

Memahami Debit dan Kredit

Di sinilah banyak pemula mulai bingung. Sebenarnya, debit dan kredit adalah dua bagian penting dalam akuntansi yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi keuangan.

Gampangnya, debit dan kredit itu seperti dua sisi dari satu koin. keduanya saling berhubungan dan harus seimbang dalam pencatatan akuntansi. Namun, debit bukan selalu berarti uang masuk, dan kredit bukan selalu berarti uang keluar.

Contohnya, Tina menyetorkan modal Rp 30 juga:

  • Kas bertambah dicatat pada sisi debit.

  • Modal bertambah dicatat pada sisi kredit.

Debit dan kredit bukanlah sesuatu yang ditakuti, ketika kita memahami jenis akun dan bagaimana transaksi memengaruhi debit dan kredit akan lebih mudah mengetahui kondisi keuangan dan memastikan setiap transaksi tercatat dengan benar.

Dari Transaksi Menjadi Laporan Keuangan

Lalu, untuk apa semua transaksi tersebut dicatat?Karena pada akhirnya, catatan transaksi akan digunakan untuk memastikan setiap transaksi tercatat secara sistematis, menghasilkan laporan keuangan yang akurat, dan menyediakan informasi keuangan.

Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan seperti, berikut:

Transaksi, Pencatatan, Pengelompokan, Laporan Keuangan, Pengambilan Keputusan.

Dengan demikian, tujuan akhirnya bukan sekedar memastikan debit dan kredit seimbang, yang lebih penting adalah mengetahui bagaimana kondisi kinerja bisnis sebenarnya.

Akuntansi Tidak Sesulit yang Dibayangkan

Akuntansi memang terlihat rumit karena banyak istilah baru yang harus dipahami. Namun, kalau dipelajari dari konsep dasarnya, sebenarnya akuntansi cukup masuk akal.

Ketika melihat sebuah transaksi, coba tanyakan terlebih dahulu:

Apa yang bertambah? Apa yang berkurang? Apa yang dimiliki bisnis? Apa yang menjadi kewajiban?

Setelah memahami hal tersebut, menentukan debit dan kredit akan terasa lebih mudah. 

Pada akhirnya, mengetahui kemana perginya uangmu jauh lebih baik daripada terus-menerus bingung saat melihat saldo tabungan yang menipis. Akuntansi hadir bukan untuk membatasi pengeluaranmu, melainkan memberikan gambaran jujur tentang kesehatan keuanganmu. Kenali akuntansi, catat setiap rupiahnya, dan biarkan uangmu bekerja lebih cerdas untukmu!