Berhenti Memuja Kesibukan: Mahasiswa Juga Butuh Jeda, Bukan Cuma Juara

Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang. Tertarik Membahas isu sosial dan kesehatan mental.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Reyhan Abdul Wahab tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Kamu lagi sibuk apa sekarang?"
Pertanyaan sederhana itu seringkali menjadi ajang pembuktian bagi mahasiswa. Jika jawabannya "Cuma kuliah aja," rasanya ada stigma bahwa kita mahasiswa pasif atau "kupu-kupu" (kuliah pulang-kuliah pulang). Sebaliknya, jika jawabannya adalah deretan jadwal rapat organisasi, magang, dan lomba yang membuat tidur hanya 3 jam sehari, barulah kita merasa "valid" sebagai mahasiswa berprestasi.
Selamat datang di era Toxic Productivity.
Jebakan "Hustle Culture"
Tanpa sadar, kita terjebak dalam hustle culture, budaya yang menganggap bahwa kita harus terus-menerus bekerja produktif setiap detik. Istirahat dianggap sebagai dosa atau kemalasan.
Di media sosial, kita melihat teman-teman memamerkan pencapaian magang di unicorn atau memenangkan kompetisi nasional. Rasa insecure dan FOMO (Fear of Missing Out) muncul. Kita memaksakan diri mengambil semua kesempatan, menumpuk tanggung jawab, hingga lupa bahwa tubuh dan mental kita punya batas.
Sibuk vs Produktif
Sebagai mahasiswa, kita perlu meluruskan satu hal: Sibuk tidak sama dengan Produktif.
Sibuk adalah tentang seberapa banyak waktu yang kita habiskan. Produktif adalah tentang seberapa besar dampak yang kita hasilkan. Menghabiskan waktu seharian untuk rapat yang tidak efektif bukanlah produktivitas, itu hanyalah kesibukan yang melelahkan.
Memforsir diri sampai sakit (tipes atau burnout) bukanlah tanda dedikasi, melainkan tanda manajemen diri yang buruk. Aset terbesar kita di masa depan bukanlah seberapa tebal CV kita, melainkan kesehatan fisik dan kewarasan mental kita.
Normalisasi Istirahat
Tulisan ini adalah pengingat bagi kita semua (termasuk penulis). Tidak apa-apa untuk mengambil jeda. Tidak apa-apa untuk menolak tawaran kepanitiaan jika kapasitas kita sudah penuh. Rebahan di akhir pekan untuk memulihkan energi adalah bagian dari produktivitas itu sendiri.
Mari berhenti memuja kesibukan yang menyiksa. Jadilah mahasiswa yang produktif dengan cerdas, bukan mahasiswa yang sibuk hanya demi validasi orang lain. Ingat, kita manusia, bukan robot.
