Mencegah Stunting di Dumai: Langkah Kecil Menuju Indonesia Emas 2045

Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lancang Kuning Kota Dumai jurusan Administrasi Negara.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rike Diah Pitaloka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Salah satu masalah kesehatan yang masih perlu mendapat perhatian adalah stunting. Stunting merupakan kondisi ketika pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Masalah ini bukan hanya soal tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan dan kualitas hidupnya di masa depan.
Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini. Di Kota Dumai, upaya ini menjadi bagian dari pembangunan bidang kesehatan. Menariknya, program seperti ini ternyata tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan perencanaan pemerintah dari tingkat dinas hingga nasional.
Setiap program pemerintah perlu direncanakan agar pelaksanaannya memiliki arah yang jelas. Salah satunya adalah Rencana Kerja (Renja), yang memuat rencana program dan kegiatan perangkat daerah untuk satu tahun.
Dinas Kesehatan Kota Dumai berperan dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, serta pemantauan pertumbuhan anak. Upaya tersebut juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat, misalnya dengan membawa anak ke posyandu secara rutin.
Renja menjadi pedoman agar kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan lebih terarah. Program tahunan tersebut juga perlu sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra), yang memuat arah dan tujuan pembangunan perangkat daerah dalam jangka menengah.
Kalau Renja membahas kegiatan yang direncanakan untuk satu tahun, Rencana Strategis (Renstra) memberikan gambaran yang lebih luas tentang tujuan yang ingin dicapai oleh suatu perangkat daerah dalam jangka menengah.
Kegiatan yang dilakukan setiap tahun perlu mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Pelaksanaannya juga perlu dievaluasi agar pemerintah dapat mengetahui apakah kegiatan tersebut sudah berjalan sesuai rencana dan apa yang masih perlu diperbaiki. Pencegahan stunting tidak hanya menjadi kegiatan yang sebentar, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Dumai.
Keduanya harus saling berhubungan. Program yang direncanakan dalam Renja seharusnya mendukung tujuan yang sudah ditetapkan dalam Renstra, bukan berjalan sendiri tanpa arah yang jelas.
Perencanaan di tingkat dinas juga perlu disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). RPJMD Kota Dumai Tahun 2025–2029 menjadi salah satu acuan untuk melihat arah pembangunan daerah pada periode tersebut.
Pencegahan stunting berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia. Anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih baik untuk belajar, berkembang, dan menjalani kehidupan yang produktif ketika dewasa. Artinya, manfaat pencegahan stunting tidak hanya dirasakan oleh anak dan keluarganya saat ini. Dalam jangka panjang, upaya ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk membangun masyarakat Dumai yang lebih sehat dan berkualitas.
Hubungan tersebut semakin terlihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Dumai Tahun 2025–2045.
Yang mencantumkan arah kebijakan mengenai percepatan penuntasan dan pencegahan stunting serta peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat.
Hal ini memperlihatkan bahwa pencegahan stunting memang menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang Kota Dumai. Artinya, persoalan ini tidak cukup ditangani dalam satu atau dua kegiatan saja, tetapi membutuhkan upaya yang terus berlanjut.
Lalu, apa hubungannya dengan Indonesia Emas 2045?
Pembangunan Indonesia hingga tahun 2045 diarahkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kemajuan ekonomi atau pembangunan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Anak-anak yang tumbuh sehat hari ini nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat yang menjalankan pembangunan Indonesia pada masa depan. Karena itu, pencegahan stunting merupakan salah satu upaya yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan generasi mendatang.
Jika ditelusuri & dipahami, hubungannya cukup jelas. Renja menjadi pedoman kegiatan tahunan Dinas Kesehatan, Renstra memberikan arah pembangunan kesehatan dalam jangka menengah, RPJMD menghubungkan program tersebut dengan prioritas pembangunan Kota Dumai, RPJPD menetapkan arah pembangunan daerah hingga 2045, dan RPJPN menjadi pedoman pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.
Indonesia Emas 2045 memang masih cukup jauh. Namun, persiapannya tidak harus menunggu sampai tahun tersebut tiba. Upaya itu bisa dimulai sekarang, termasuk melalui perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak di daerah.
Tulisan ini dibuat oleh :
Rike Diah Pitaloka, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Kota Dumai jurusan Administrasi Negara.
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Administrasi Pembangunan.
