Konten dari Pengguna

Mengenal Zooplankton, Ini Ragam Jenis hingga Fungsinya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rizky Ega Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi plankton. Foto: Sawarin Yawong/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi plankton. Foto: Sawarin Yawong/Shutterstock

Zooplankton merupakan organisme yang berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Organisme ini mudah ditemukan di laut, danau, sungai, hingga waduk. Banyak penelitian membuktikan bahwa zooplankton punya andil dalam rantai makanan hingga menjadi penanda kualitas air.

Daftar isi

Apa Itu Zooplankton?

Dalam kajian geografi, zooplankton dikenal sebagai kelompok hewan kecil yang melayang di air dan bergerak mengikuti arus. Organisme ini terdiri dari berbagai spesies yang ukurannya sangat kecil dan umumnya hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

Zooplankton punya ciri khas tubuh transparan dan ukuran sangat kecil, mulai dari beberapa mikrometer sampai beberapa milimeter. Mereka tinggal di perairan seperti laut, sungai, danau, hingga waduk. Selain itu, zooplankton biasanya hidup di permukaan air sampai menengah, tergantung jenis dan kondisi lingkungannya.

Jenis-Jenis Zooplankton dan Persebarannya

Keberadaan zooplankton tersebar luas di seluruh dunia, baik di laut maupun air tawar. Masing-masing jenis punya karakter berbeda, tergantung lingkungan tempat mereka hidup.

Zooplankton laut umumnya lebih beragam dibandingkan zooplankton air tawar. Di laut, jenis yang sering dijumpai antara lain Copepoda dan ubur-ubur kecil. Sementara di danau atau sungai, kelompok paling umum adalah Rotifera dan Cladocera.

Beberapa spesies zooplankton yang sering ditemukan di Indonesia antara lain Daphnia, Cyclops, dan Bosmina. Spesies ini mudah ditemukan di beragam tipe perairan dan sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Distribusi zooplankton sangat dipengaruhi oleh suhu air, salinitas (kandungan garam dalam air), ketersediaan makanan, dan tingkat pencemaran air. Kondisi geografis yang berubah-ubah juga bisa memicu pergeseran populasi dan jenis zooplankton di suatu wilayah.

Peran Zooplankton dalam Ekosistem Perairan

Zooplankton sering dijadikan indikator kualitas lingkungan perairan. Menurut Hefni Effendi dalam buku Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan, kelimpahan dan jenis zooplankton bisa menunjukkan apakah air tersebut bersih atau tercemar.

Dalam rantai makanan, zooplankton jadi penghubung utama antara fitoplankton (produsen) dan organisme yang lebih besar seperti ikan. Mereka memangsa fitoplankton, lalu menjadi makanan bagi ikan kecil dan hewan air lainnya. Hubungan ini menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Perubahan lingkungan, seperti pencemaran, perubahan suhu, atau masuknya limbah, seringkali berdampak langsung pada populasi zooplankton. Jika kondisi air memburuk, jumlah dan jenis zooplankton bisa menurun drastis, sehingga berdampak ke rantai makanan dan kesehatan ekosistem.

Studi Geografi tentang Zooplankton di Indonesia

Kajian tentang zooplankton penting untuk pengelolaan sumber daya air, terutama di wilayah dengan tingkat pencemaran tinggi. Penelitian zooplankton digunakan untuk memantau perubahan lingkungan dan menentukan langkah pengelolaan yang tepat.

Pengamatan zooplankton di lapangan dilakukan dengan metode pengambilan sampel air dan analisis mikroskopis. Peneliti biasanya menggunakan jaring plankton, lalu mengidentifikasi spesies dan menghitung kelimpahannya. Data ini membantu pemerintah dan peneliti dalam menjaga kualitas air di Indonesia.