Konten dari Pengguna

Target Empat Emas Asian Games 2026: Realistis atau Terlalu Aman?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Nur Azizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Image by István Kis from Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Image by István Kis from Pixabay

Target empat emas Asian Games 2026 resmi terlampaui setelah Nurisa Dian Ashrifah menyumbang emas kelima pada 1 Oktober. Kemenpora merayakan capaian itu, dan publik ikut lega setelah beberapa hari tanpa gelar juara. Namun, satu pertanyaan jarang diajukan: apakah empat emas memang target yang pantas bagi kontingen sebesar Indonesia?

Pada Asian Games Hangzhou, Indonesia membawa pulang tujuh emas. Dengan angka itu sebagai pembanding, target empat emas terasa lebih rendah dari capaian edisi sebelumnya. Pertanyaan ini bukan untuk meremehkan atlet, melainkan untuk menguji cara kita menetapkan ambisi.

Target Empat Emas Asian Games 2026 dan Logika Kehati-hatian.

Pembelaan terhadap target rendah punya dasar. Target yang terlalu tinggi bisa menjadi beban psikologis bagi atlet, apalagi di ajang yang diikuti kekuatan besar dan tuan rumah yang kuat. Program cabang yang berubah dari satu edisi ke edisi berikutnya juga membuat prediksi menjadi lebih sulit.

Target realistis pun melindungi kontingen dari kekecewaan publik yang berlebihan. Karena itu, kehati-hatian dalam menetapkan angka bukan hal yang keliru. Masalahnya muncul ketika kehati-hatian berubah menjadi kebiasaan memasang batas yang terlalu aman.

Risiko Target Empat Emas yang Terlalu Aman bagi Prestasi.

Target menentukan tolok ukur evaluasi. Bila batas keberhasilan lebih rendah dari capaian sebelumnya, penurunan emas dari tujuh menjadi lima bisa terbungkus kata sukses, dan pergeseran peringkat luput dari sorotan. Evaluasi yang seharusnya tajam menjadi tumpul.

Panahan memberi contoh menarik. Target awal federasi untuk cabang ini jauh di bawah emas yang akhirnya diraih Nurisa. Bisa jadi, ketika atlet berulang kali melampaui target, yang perlu diperiksa bukan hanya kehebatan atlet, melainkan juga seberapa konservatif angka yang dipasang.

Menetapkan Target Emas yang Jujur sekaligus Menyemangati.

Alternatifnya adalah target berlapis, yaitu batas minimal, target realistis, dan target ambisius. Dengan skema itu, hasil bisa dibaca lebih jernih. Mencapai batas minimal berarti aman, mencapai target realistis berarti sesuai rencana, dan menyentuh target ambisius berarti prestasi luar biasa.

Penetapan angka juga sebaiknya bertumpu pada data atlet, seperti rekor pribadi dan rekam jejak internasional. Desak Made, misalnya, sudah dijagokan karena memegang rekor Asia sebelum final. Peluang yang terbaca jelas seperti itu membuat target bisa dirumuskan lebih akurat.

Target Empat Emas sebagai Pelajaran Evaluasi Prestasi.

Melampaui target tetap pantas disyukuri, sebab lima emas adalah hasil kerja keras atlet dan tim pendukung. Meski begitu, kejujuran dalam membaca angka tidak boleh dikorbankan demi suasana yang menyenangkan.

Jika target berikutnya disusun lebih berani dan lebih berbasis data, evaluasi akan lebih tajam dan pembinaan lebih terarah. Pada akhirnya, target bukan hanya angka untuk dilampaui, melainkan cermin seberapa serius sebuah bangsa menatap prestasinya.