Kenaikan Harga Minyak Goreng
Tulisan dari Rosa Marchia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, tak terkecuali di negara Indonesia, yang dimana mayoritas masyarakatnya masih menggunakan minyak goreng untuk memasak. Dengan naiknya harga minyak goreng, masyarakat Indonesia tak terkecuali pedagang-pedagang kecil, merasa sangat kebingungan, dirugikan, dan tidak dipedulikan oleh pemerintah. Selain itu karena kita sedang mengalami pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang mempertimbangkan pengeluaran sehari-hari mereka. Banyak masyarakat yang tidak terima dan telah melakukan protes di media massa dan media sosial tetapi pemerintah tetap tidak melakukan tindakan yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini.
Harga minyak goreng di Indonesia telah naik semenjak akhir tahun 2021, namun pada tahun 2022, minyak goreng mengalami kelangkaan. Dilansir dari Kompas (2021), Indonesia merupakan negara dengan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Akan tetapi harga minyak sawit di dunia juga sedang naik, sehingga mau tidak mau harga minyak goreng di Indonesia juga naik. Akibat dari kelangkaan minyak goreng, banyak warga Indonesia yang memperebutkan minyak goreng di supermarket. Ada juga yang melakukan tindakan kecurangan dengan cara membeli minyak goreng sebanyak-banyaknya, menimbun di rumahnya, kemudian dijual lagi dengan harga yang jauh lebih mahal. Banyak supermarket yang akhirnya memberikan batasan pembelian minyak goreng menjadi 1-2 liter minyak goreng/orang. Walaupun sudah ramai berita seperti ini, pemerintah tetap tidak mengambil tindakan, tidak memberikan solusi, dan tidak memberikan sanksi bagi pelaku sehingga tidak ada yang jera dan masih melakukan hal tersebut.
Apa Penyebab Harga Minyak Goreng di Indonesia Naik Hingga Menyebabkan Keterbatasan Penjualan?
Salah satu penyebab yang diketahui secara umum adalah kenaikan harga minyak sawit, yang kemudian dapat mempengaruhi kenaikan dan kelangkaan harga minyak goreng. Kenaikan harga minyak goreng ini kemudian mempengaruhi kehidupan masyarakat sehingga banyak yang menjadi egois dan berlomba-lomba untuk mendapatkan minyak goreng. Akan tetapi pemerintah tidak melakukan tindakan yang tegas terhadap krisis yang sedang dialami masyarakat Indonesia.
Apa Solusi Yang Dapat Diberikan Untuk Mengatasi Kenaikan Harga dan Kelangkaan Minyak Goreng?
Solusi yang dapat diberikan adalah pemerintah seharusnya memberikan solusi kepada masyarakat mengenai apa yang harus dan bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia akibat kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng, sehingga masyarakat tidak melakukan panic buying yang dapat merugikan orang lain. Pemerintah kemungkinan besar tidak terlalu merasa dirugikan, maka dari itu mereka tidak memberikan solusi yang tegas dan tidak terlalu memikirkan masyarakat yang kurang mampu (kelas menengah ke bawah). Pemerintah juga seharusnya memberikan sanksi kepada masyarakat yang melakukan penimbunan barang, karena ketika awal terjadinya pandemi Covid-19, pemerintah juga kurang tegas dalam memberikan sanksi sehingga banyak masyarakat yang tidak takut untuk menimbun masker dan hand sanitizer, namun setelah memberikan sanksi, tidak ada lagi masyarakat yang melakukan hal tersebut.
Yang kedua adalah pemerintah bisa saja memperluas atau membuat lahan sawit daripada mengutamakan pembangunan gedung pemerintah. Selain untuk memperbanyak produsen minyak sawit, lahan tersebut dapat membantu Indonesia menjadi negara yang lebih sejuk dan dapat mengurangi polusi yang disebabkan oleh kendaraan yang selalu mengunjungi gedung-gedung pemerintah tersebut. Dengan bertambahnya lahan sawit ini juga, Indonesia dapat lebih banyak dan sering melakukan kegiatan ekspor minyak sawit ke negara lain dan meningkatkan kerjasama antar negara dan juga meningkatkan keuntungan negara Indonesia.
Kenaikkan harga minyak sawit disebabkan oleh permintaan negara lain akan minyak sawit yang meningkat dan produsennya sudah mulai langka. Akibat dari kenaikan harga minyak goreng ini, masyarakat Indonesia banyak merasa dirugikan karena minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sehingga banyak warga yang saling memperebutkan minyak goreng dan mereka pun menimbun minyak goreng yang kemudian dijual lagi dengan harga yang jauh lebih mahal. Pemerintah kurang tegas dalam menghadapi situasi ini dan belum bisa memberikan solusi yang dapat membantu dan digunakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

