Konten dari Pengguna

Apa Itu Ridho? Pengertian dan Cara Meraihnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang sedang berdoa foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang sedang berdoa foto by Pexels

Konsep ridho menjadi salah satu ajaran penting dalam kehidupan seorang Muslim. Memahami ridho dapat membantu seseorang untuk lebih tenang dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian hidup. Sikap ini tidak sekadar menerima, tetapi juga mencerminkan kepasrahan total kepada kehendak Allah SWT.

Ridho sering disalahpahami sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Padahal, makna sebenarnya jauh lebih dalam dari itu. Dengan memahami ridho secara benar, umat Islam dapat menemukan ketenangan batin sekaligus mendekatkan diri kepada Allah.

Pengertian dan Makna Ridho dalam Islam

Secara bahasa, ridho berasal dari kata Arab yang berarti rela atau menerima dengan lapang dada. Dalam konteks agama Islam, ridho merujuk pada sikap menerima segala ketentuan Allah SWT tanpa mengeluh atau protes berlebihan. Ridho bukan berarti diam tanpa berbuat, melainkan tetap berusaha sambil menyerahkan hasil akhir kepada Allah.

Menurut kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din karya Al-Ghazali, ridho merupakan tingkatan spiritual yang tinggi dalam perjalanan seorang hamba menuju Allah. Sikap ini berbeda dengan sabar dan tawakal meski ketiganya saling berkaitan.

Sabar adalah menahan diri dari keluhan saat menghadapi ujian. Tawakal adalah menyerahkan urusan kepada Allah setelah berikhtiar. Sementara ridho adalah menerima hasil apapun dengan hati yang tenang dan penuh syukur. Ridho mencerminkan kedewasaan spiritual karena seseorang tidak hanya menerima cobaan, tetapi juga merasakan ketenangan di dalamnya.

Ridho manusia kepada Allah memiliki keterkaitan erat dengan ridho Allah kepada hamba-Nya. Ketika seorang hamba ridho terhadap ketentuan Allah, maka Allah pun akan ridho kepadanya. Hubungan timbal balik ini menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk senantiasa melatih diri agar mencapai tingkatan ridho.

Ridho juga bukan berarti seseorang tidak boleh berdoa atau berusaha mengubah keadaan. Justru ridho mendorong seseorang untuk terus berikhtiar sambil meyakini bahwa Allah memiliki rencana terbaik. Sikap ini menciptakan keseimbangan antara usaha manusia dan kepasrahan kepada Sang Pencipta.

Cara Meraih Ridho dalam Kehidupan Sehari-hari

Meraih ridho memerlukan latihan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah pertama adalah memahami bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan hikmah Allah. Keyakinan ini membantu seseorang untuk tidak mudah putus asa saat menghadapi kegagalan atau kesulitan.

Bersyukur dalam kondisi lapang dan bersabar dalam kesempitan menjadi fondasi untuk mencapai ridho. Syukur mengajarkan seseorang untuk menghargai nikmat yang dimiliki, sementara sabar melatih ketahanan mental saat cobaan datang. Kedua sikap ini harus berjalan beriringan agar hati tetap stabil dalam situasi apapun.

Menjalankan ibadah dan kewajiban agama dengan ikhlas juga menjadi jalan untuk meraih keridhoan Allah. Ikhlas berarti melakukan sesuatu semata-mata karena Allah, tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan dari manusia. Semakin ikhlas seseorang beribadah, semakin dekat ia dengan ridho Allah.

Menerima takdir baik dan buruk dengan hati yang tenang merupakan ciri orang yang ridho. Sikap ini tidak mudah dicapai, namun dapat dilatih melalui perenungan dan dzikir. Menghindari sikap mengeluh berlebihan terhadap cobaan membantu seseorang untuk fokus pada solusi, bukan pada masalah.

Melatih diri untuk selalu berpikir positif terhadap ketentuan Allah juga penting. Setiap kejadian mengandung hikmah yang mungkin tidak langsung terlihat. Dengan berpikir positif, seseorang dapat menemukan pelajaran berharga di balik setiap ujian.

Memperbanyak dzikir dan doa memohon keridhoan Allah menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Dzikir menenangkan hati dan mengingatkan seseorang akan kebesaran Allah. Doa menjadi sarana untuk memohon pertolongan dan kekuatan dalam menjalani hidup.

Dampak positif dari memiliki sikap ridho sangat besar terhadap kesehatan mental dan spiritual. Seseorang yang ridho cenderung lebih tenang, bahagia, dan tidak mudah stres. Ridho juga membawa kebahagiaan sejati karena seseorang tidak lagi bergantung pada keadaan, tetapi pada keyakinan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.