Konten dari Pengguna

Apa Itu Tauhid Rububiyah: Pengertian, Dalil, dan Implementasinya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang sedang bertafakur foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang sedang bertafakur foto by Pexels

Memahami konsep tauhid merupakan pondasi utama dalam keimanan seorang Muslim. Salah satu kategori tauhid yang perlu dipahami secara mendalam adalah tauhid rububiyah, yakni pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb yang menciptakan, memiliki, dan mengatur seluruh alam semesta.

Tauhid rububiyah menjadi landasan bagi Muslim untuk menyadari bahwa tidak ada kekuatan lain selain Allah yang mampu menghidupkan, mematikan, memberi rezeki, dan mengatur segala urusan makhluk. Dengan memahami konsep ini, umat Islam dapat menjalani kehidupan dengan keyakinan penuh kepada Allah sebagai satu-satunya pengatur segala sesuatu.

Pengertian Tauhid Rububiyah dan Kedudukannya dalam Islam

Tauhid rububiyah secara bahasa berasal dari kata rabb yang berarti tuhan, pemilik, pengatur, dan pemelihara. Secara istilah, tauhid rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb yang menciptakan, memiliki, mengatur, dan menguasai seluruh alam semesta tanpa ada sekutu bagi-Nya.

Menurut penelitian Masduq dalam jurnal Konsep Tauhid Rububiyyah Dalam Al-Qur'an (2024), tauhid rububiyah merupakan pengakuan terhadap keesaan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, pengaturan, dan kekuasaan atas seluruh makhluk. Tauhid ini menjadi salah satu dari tiga kategori tauhid dalam Islam, bersama dengan tauhid uluhiyah dan tauhid asma wa sifat.

Kedudukan tauhid rububiyah sangat fundamental karena menjadi dasar pengakuan bahwa Allah adalah Rabb yang berhak mengatur dan menguasai kehidupan manusia. Berbeda dengan tauhid uluhiyah yang berfokus pada pengesaan Allah dalam beribadah, tauhid rububiyah lebih menekankan pada keyakinan terhadap peran Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta.

Allah menegaskan konsep tauhid rububiyah dalam Al-Quran surah Al-Fatihah ayat 2:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Artinya: Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah adalah Rabb yang berhak dipuji atas segala pengaturan dan pemeliharaan-Nya terhadap seluruh makhluk. Selain itu, Allah juga menegaskan dalam surah Al-An'am ayat 102:

ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوْهُۚ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ

Artinya: Itulah Allah Tuhanmu, tidak ada tuhan selain Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.

Ayat ini mempertegas bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta yang tidak memiliki sekutu dalam penciptaan dan pengaturan alam semesta. Keyakinan ini harus tertanam kuat dalam hati setiap Muslim sebagai bagian dari keimanan kepada Allah.

Implementasi Tauhid Rububiyah dalam Kehidupan Muslim

Memahami tauhid rububiyah bukan hanya sebatas pengetahuan teoritis, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk penerapannya adalah dengan mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan.

Muslim harus meyakini bahwa hanya Allah yang menghidupkan dan mematikan, memberi rezeki, dan mengatur seluruh urusan makhluk. Keyakinan ini akan melahirkan sikap tawakal dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah dalam setiap urusan kehidupan.

Di sisi lain, tauhid rububiyah juga menuntut Muslim untuk menolak segala bentuk keyakinan bahwa selain Allah memiliki kekuatan penciptaan atau pengaturan independen. Sebagai contoh, meyakini bahwa benda-benda tertentu atau makhluk lain memiliki kekuatan untuk memberi atau mencegah sesuatu tanpa izin Allah adalah bertentangan dengan tauhid rububiyah.

Allah mengingatkan dalam surah Yunus ayat 31:

قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اَمَّنْ يَّمْلِكُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَمَنْ يُّخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُّدَبِّرُ الْاَمْرَۗ فَسَيَقُوْلُوْنَ اللّٰهُ ۚفَقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ

Artinya: Katakanlah, Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab, Allah. Maka katakanlah, Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?

Implikasi tauhid rububiyah dalam kehidupan sehari-hari sangat luas. Pertama, bertawakal kepada Allah dalam setiap urusan dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan atau mencegah sesuatu. Kedua, memohon hanya kepada Allah dalam hal pemberian dan pencegahan, bukan kepada selain-Nya. Ketiga, menyadari bahwa segala musibah dan nikmat datang dari Allah sebagai ujian atau karunia.

Dengan memahami dan mengamalkan tauhid rububiyah, Muslim dapat menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan karena yakin bahwa segala sesuatu berada dalam pengaturan Allah yang Maha Bijaksana. Keyakinan ini akan membent

Revewed by Doel Rohim S.Hum.