Jabal Rahmah Adalah Bukit Bersejarah di Arafah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tahun, jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf pada 9 Dzulhijjah. Di tengah hamparan tanah yang luas itu, terdapat sebuah bukit kecil bernama Jabal Rahmah yang menjadi landmark penting dalam perjalanan ibadah haji.
Bukit ini bukan sekadar penanda geografis, melainkan menyimpan kisah bersejarah tentang pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Hawa AS setelah terpisah ratusan tahun di muka bumi. Keberadaan Jabal Rahmah menjadi bagian integral dari Padang Arafah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam ajaran Islam.
Pengertian dan Lokasi Jabal Rahmah sebagai Situs Bersejarah Islam
Jabal Rahmah adalah bukit kecil yang terletak di Padang Arafah, sekitar 20 kilometer sebelah timur Makkah, Arab Saudi. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 70 meter di atas permukaan tanah dan mudah dikenali karena posisinya yang berada di tengah-tengah padang Arafah yang luas.
Nama Rahmah berarti kasih sayang atau rahmat. Penamaan ini berkaitan erat dengan riwayat pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Hawa AS setelah keduanya diturunkan dari surga ke bumi. Menurut Dr. H. Fauzan dan Dr. H. Achmad Fathor Rosyid dalam buku Jejak Spiritual: Perjalanan Menuju Keridhoan Allah (2025), setelah turun ke bumi, Nabi Adam dan Siti Hawa berpisah dan mengembara di bumi selama bertahun-tahun.
Keduanya terpisah selama ratusan tahun dan saling mencari satu sama lain. Setelah perjalanan panjang penuh kerinduan, Allah SWT mempertemukan mereka kembali di bukit ini. Peristiwa inilah yang menjadikan bukit tersebut dinamakan Jabal Rahmah sebagai simbol rahmat Allah yang mempertemukan kembali kedua insan pertama di muka bumi.
Di puncak Jabal Rahmah terdapat sebuah tiang putih yang menjadi penanda lokasi. Tiang ini terlihat jelas dari kejauhan dan menjadi orientasi bagi para jamaah haji yang melaksanakan wukuf di Arafah. Meskipun tidak ada kewajiban untuk naik ke atas bukit, keberadaannya tetap menjadi bagian dari spiritualitas jamaah yang berkumpul di sana.
Area sekitar Jabal Rahmah dipenuhi oleh jutaan jamaah setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Padang Arafah yang luas menjadi tempat berkumpulnya umat Islam dari berbagai penjuru dunia untuk menjalankan rukun haji yang paling utama, yaitu wukuf.
Makna Spiritual dan Keutamaan Wukuf di Arafah yang Mencakup Area Jabal Rahmah
Keutamaan Padang Arafah termasuk area Jabal Rahmah sangat agung dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah:
الحج عرفة
Artinya: Haji itu adalah Arafah.
Hadits ini menegaskan bahwa wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling fundamental. Barangsiapa tidak sempat wukuf di Arafah pada waktu yang telah ditentukan, maka hajinya tidak sah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan Padang Arafah dalam ibadah haji.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menyampaikan khutbah terakhir atau Khutbah Wada di Padang Arafah saat haji terakhir beliau. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah menyampaikan pesan-pesan penting tentang kesetaraan manusia, hak dan kewajiban dalam Islam, serta larangan berbuat kezaliman. Peristiwa ini menjadikan Arafah sebagai saksi bisu dari penyempurnaan ajaran Islam.
Wukuf di Arafah dilaksanakan mulai dari tergelincir matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. Selama waktu tersebut, jamaah haji berkumpul untuk berdoa, bertaubat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Momen ini menjadi puncak dari perjalanan spiritual jamaah haji.
Meskipun Jabal Rahmah berada di tengah Padang Arafah, jamaah tidak diwajibkan untuk naik ke atas bukit tersebut. Yang terpenting adalah berada di mana saja dalam batas-batas Padang Arafah pada waktu wukuf. Keberadaan Jabal Rahmah lebih berfungsi sebagai penanda sejarah dan orientasi geografis bagi para jamaah.
Kisah pertemuan Nabi Adam AS dan Hawa AS di Jabal Rahmah menjadi pengingat tentang kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Setelah terpisah berabad-abad, Allah mempertemukan keduanya kembali sebagai rahmat dan sebagai awal kehidupan manusia di muka bumi. Makna inilah yang membuat Jabal Rahmah memiliki nilai spiritual tersendiri bagi umat Islam.
Revewed by Doel Rohim S.Hum.