Jeddah: Sejarah, Letak Geografis, dan Hubungannya dengan Mekkah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jeddah adalah salah satu kota penting di Arab Saudi, dikenal luas sebagai pintu gerbang menuju Mekkah. Kota ini menyimpan sejarah panjang, posisi geografis strategis, dan peranan vital bagi umat Islam yang hendak beribadah ke Tanah Suci. Banyak pula yang mempertanyakan letak administratif Jeddah, asal-usul namanya, hingga perjalanan dari kota ini ke Mekkah.
Letak Jeddah: Di Mekkah atau Madinah?
Jeddah seringkali menjadi perbincangan karena letaknya yang dekat dengan Mekkah dan Madinah. Secara administratif, Jeddah merupakan bagian dari Provinsi Makkah, bukan Madinah. Penempatan ini memiliki pengaruh besar terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan budaya kota.
Menurut buku A History of Jeddah: The Gate to Mecca, 1840-1927: The Orient's Greatest Emporium (2003) oleh Ulrike Freitag, Jeddah secara administratif masuk dalam wilayah Provinsi Makkah, bukan Madinah. Penegasan ini mengakhiri kebingungan sebagian orang yang mengira lokasinya berada di Madinah. Kaitan sejarah dan geografis Jeddah yang erat dengan Mekkah membuat kota ini memiliki peran istimewa dalam berbagai peristiwa penting, terutama terkait perjalanan haji.
Secara resmi, Jeddah menjadi pusat ekonomi dan pelabuhan utama di Provinsi Makkah. Kota ini tidak memiliki keterkaitan administratif dengan Madinah, meskipun secara geografis tidak terlalu jauh dari kedua kota suci tersebut.
Hubungan historis Jeddah dengan Mekkah dan Madinah
Jeddah tumbuh sebagai kota pelabuhan yang mendukung kebutuhan logistik dan perdagangan Mekkah. Sementara dengan Madinah, hubungan Jeddah lebih bersifat akses dan jalur transportasi, namun secara pemerintahan tetap di bawah Provinsi Makkah.
Nama Jeddah punya cerita menarik yang berkembang di tengah masyarakat. Sejarah lokal dan legenda turut membentuk makna dan identitas kota ini. Banyak orang penasaran dari mana nama ini berasal dan apa maknanya.
Freitag menjelaskan bahwa nama Jeddah memiliki beberapa teori asal-usul, salah satunya terkait dengan makna ‘nenek’ dalam bahasa Arab, yang merujuk pada legenda lokal. Ada kepercayaan bahwa makam Hawa, nenek manusia pertama, berada di daerah ini, sehingga nama Jeddah pun muncul dan melekat kuat dalam budaya setempat.
Asal-usul nama Jeddah menurut sejarah lokal
Legenda setempat menyebutkan bahwa Jeddah adalah tempat peristirahatan terakhir Hawa, sehingga istilah “Jeddah” diartikan sebagai “nenek”. Cerita ini sudah dikenal luas di kalangan masyarakat Arab maupun jamaah haji dari berbagai negara.
Dalam bahasa Arab, kata “Jaddah” berarti nenek. Asosiasi ini memperkuat keyakinan masyarakat akan kaitan kota ini dengan sejarah awal manusia.
Perkembangan nama Jeddah menurut sumber sejarah
Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa nama Jeddah mengalami variasi penulisan dan pengucapan sepanjang waktu, namun tetap merujuk pada akar budaya dan legenda lokal yang kuat.
Jeddah dikenal sebagai gerbang utama menuju Mekkah, terutama bagi jamaah haji dan umrah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Jarak antara Jeddah dan Mekkah relatif dekat, serta sudah didukung infrastruktur modern.
DalamA History of Jeddah: The Gate to Mecca, 1840-1927: The Orient's Greatest Emporium (2003), disebutkan bahwa pelabuhan Jeddah telah lama menjadi pintu utama bagi jamaah haji yang menuju Mekkah. Posisi ini menjadikan Jeddah sangat vital dalam mendukung kelancaran perjalanan ibadah, baik melalui jalur darat maupun udara.
Jarak antara Jeddah dan Mekkah sekitar 80 kilometer. Dengan kendaraan, perjalanan biasanya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca.
Beberapa faktor seperti kepadatan lalu lintas, musim haji, dan kondisi jalan dapat memengaruhi waktu tempuh. Di musim puncak haji, perjalanan bisa lebih lama karena padatnya arus jamaah.
Selain pelabuhan, Bandara King Abdulaziz di Jeddah menjadi titik masuk utama jamaah haji dan umrah. Kota ini menyediakan fasilitas transportasi, penginapan, dan layanan bagi jamaah sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah.
Kesimpulan: Pentingnya Jeddah dalam Sejarah dan Perjalanan Ibadah
Jeddah berada di Provinsi Makkah dan memiliki sejarah serta peran yang sangat penting dalam perjalanan ibadah umat Islam. Sebagai kota pelabuhan dan pusat logistik, Jeddah telah lama menjadi pintu masuk utama menuju Mekkah, baik untuk perdagangan maupun ibadah haji.
Dari sisi sejarah dan budaya, Jeddah membawa cerita dan legenda yang memperkaya identitasnya. Kehadiran kota ini memungkinkan kelancaran perjalanan jamaah dari seluruh dunia, menjadikan Jeddah tak tergantikan dalam rantai perjalanan menuju Tanah Suci.
Hingga kini, posisi strategis Jeddah terus berkembang, menyesuaikan kebutuhan zaman modern tanpa kehilangan akar tradisionalnya. Peran kota ini tetap vital bagi dunia Islam, terutama dalam mendukung kelancaran ibadah haji dan umrah setiap tahunnya.
Reviwed by Doel Rohim S.Hum