Konten dari Pengguna

Keunikan Tradisi Lamongan: Perempuan Melamar Laki-Laki

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mohammad Syahrul Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Gambar: https://www.freepik.com/free-photo/groom-putting-ring-bride-s-finger_937752.htm#fromView=search&page=1&position=10&uuid=58a65194-8d08-49bf-9677-39fb9f672b93
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Gambar: https://www.freepik.com/free-photo/groom-putting-ring-bride-s-finger_937752.htm#fromView=search&page=1&position=10&uuid=58a65194-8d08-49bf-9677-39fb9f672b93

Ketika kita berbicara tentang pernikahan, yang muncul di benak Anda mungkin adalah adegan yang penuh romansa, kebahagiaan, dan kebersamaan. Biasanya, sebelum pernikahan, pihak laki-laki akan mendatangi pihak perempuan untuk melamar. Namun, lain halnya dengan masyarakat di daerah Lamongan. Di daerah tersebut, terdapat tradisi unik di mana dalam proses lamaran, pihak perempuan yang melamar pihak laki-laki. Tradisi ini memberikan kesan tersendiri dan menjadi daya tarik yang unik di kalangan masyarakat luar Lamongan.

  1. Asal Usul

    Tradisi ini bermula pada zaman kerajaan, ketika di Lamongan hidup dua pangeran tampan bernama Raden Panji Laras dan Raden Panji Lirih. Karena ketampanan dan sikap baik hati mereka, banyak perempuan yang mengidolakan dan ingin memenangkan hati salah satu pangeran tersebut. Di antara mereka adalah dua gadis kembar dari Bupati Wirosobo bernama Andansari dan Andanwangi.

    Begitu besar cinta mereka kepada kedua pangeran itu, Andansari dan Andanwangi bahkan rela pergi ke Lamongan untuk melamar sang pujaan hati. Namun, sayangnya, ketika Raden Panji Laras dan Raden Panji Lirih mengetahui bahwa kaki Andansari dan Andanwangi ditumbuhi bulu lebat seperti bulu kuda, mereka menolak lamaran tersebut dan kabur mengadu ke Bupati Lamongan. Karena kisah ini melibatkan bangsawan, tradisi tersebut akhirnya diikuti oleh masyarakat setempat dan terus dilestarikan hingga kini.

  2. Proses Melamar

    Dalam proses lamaran, pihak perempuan akan mengunjungi keluarga pihak laki-laki dengan membawa tanda penghormatan berupa hantaran khusus, seperti makanan tradisional, kain atau pakaian adat, buah-buahan, dan seserahan lainnya. Selanjutnya, pihak perempuan akan menyampaikan maksud kedatangan mereka. Hal ini kemudian dimusyawarahkan oleh pihak laki-laki untuk menentukan keputusan.

  3. Hukum Perempuan Melamar Laki-laki dalam Islam

    Islam memperbolehkan dan menghalalkan perempuan untuk melamar laki-laki. Hal ini dapat kita lihat pada kisah Rasulullah SAW, ketika beliau dilamar oleh Khadijah RA. Jadi, tidak ada larangan bagi perempuan untuk melamar laki-laki, sebagaimana sebaliknya.

  4. Kesimpulan

    Tradisi perempuan melamar laki-laki di Lamongan adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Selain unik, tradisi ini juga sejalan dengan ajaran Islam, meskipun dalam masyarakat modern saat ini masih menimbulkan beragam pemikiran dan pandangan.