Perkuat Kualitas Pelayanan, Rutan Gresik Terima Kunjungan Tenaga Ahli Imipas

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rutan Gresik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

GRESIK – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, menerima kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Laksda TNI (Purn) Paulus Rahmad Wahyudi, Kamis (22/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi lingkungan rutan, kualitas pelayanan, serta pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan.
Kedatangan Paulus Rahmad Wahyudi disambut hangat oleh Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, didampingi jajaran pejabat struktural dan petugas. Kunjungan ini menjadi momentum untuk melihat berbagai upaya yang telah dilakukan Rutan Gresik dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta mendukung pelayanan dan pembinaan warga binaan secara optimal.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Paulus Rahmad Wahyudi meninjau sejumlah area penting, mulai dari dapur, bengkel kerja atau bimbingan kerja (Bimker), hingga blok hunian warga binaan. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas, pelaksanaan pelayanan sehari-hari, serta penyelenggaraan pembinaan guna memastikan standar tata kelola dan pelayanan berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai ketentuan.
Saat meninjau blok hunian, Paulus Rahmad Wahyudi juga berdialog langsung dengan warga binaan untuk mendengarkan pengalaman, kondisi, serta tanggapan mereka selama menjalani masa pembinaan di Rutan Gresik. Dialog tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan dari sudut pandang warga binaan sekaligus melihat bagaimana lingkungan hunian mendukung proses pembinaan. Selain itu, peninjauan dapur turut dilakukan untuk melihat penyelenggaraan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan.
Kepala Rutan Gresik, Dhimas Isdwiyono, menyampaikan bahwa pelayanan yang baik harus berjalan beriringan dengan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Menurutnya, setiap fasilitas dan program yang tersedia di rutan diharapkan mampu mendukung proses perubahan ke arah yang lebih baik. “Kami ingin memastikan bahwa pelayanan di Rutan Gresik tidak hanya berjalan sesuai standar, tetapi juga memberikan manfaat dan perhatian yang layak bagi warga binaan. Kami terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung mereka untuk menjalani proses pembinaan dengan baik,” ungkap Dhimas.
Saat mengunjungi bengkel kerja, Paulus Rahmad Wahyudi turut mengapresiasi program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan, salah satunya pembuatan songkok. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Menanggapi hal tersebut, Dhimas Isdwiyono menegaskan bahwa pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas. “Melalui pembuatan songkok dan berbagai kegiatan produktif lainnya, kami berharap warga binaan memiliki bekal keterampilan, tumbuh rasa percaya diri, dan mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” tutur Dhimas.
Melalui kunjungan kerja ini, Rutan Gresik terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga tata kelola yang transparan, serta mengembangkan program pembinaan yang berkelanjutan. Kehadiran Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah dan berinovasi. Dengan demikian, rutan tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga ruang untuk belajar, berkarya, dan menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan dalam menatap masa depan. (Humas Rutan Gresik)
