Konten dari Pengguna

Menulis Diary adalah Salah Satu Cara Menuangkan Emosi Paling Sederhana

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sahanash Safitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam hidup yang kita jalani setiap harinya, tidak selalu sesuai rencana atau keinginan kita dan semua manusia pasti merasakan hari terberatnya masing-masing. Jika hari sekarang sudah terlewati, ada hari besok, lagi dan lagi, tidak pernah berhenti. Masalah yang terus menumpuk, sebaiknya diceritakan. Tapi, terkadang sulit menemukan seseorang yang tepat untuk berbagi masalah yang ada. Di sinilah menulis diary bisa sangat diandalkan.

Menulis diary memang tidak ada balasan, tapi kita bisa bebas menuangkan apa pun padanya tanpa merasa dihakimi, disalahkan, dicaci maki. Pikiran yang asalnya terasa sangat berantakan, kini mulai tersusun dengan rapi di antara barisan tulisan di dalam diary dan yang paling menyenangkan menulis diary tidak ada aturan, itu seperti rumah milik kita sendiri, bebas mau menyimpan apapun di dalamnya.

Saat menulis diary menjadi kebiasaan sehari-hari, mungkin saat membaca halaman kemarin, minggu lalu, atau tahun lalu yang ditulis dengan perasaan sedih bisa dibaca kembali dengan perasaan lega. Karena, ternyata kita sudah berhasil melewati hari yang kita anggap paling berat sekalipun. Rasanya pasti menyenangkan punya teman bertumbuh yang paliang setia.

Hal itu ternyata didukung oleh psikolog James Pennebaker yang menemukan bahwa menuliskan pengalaman emosional dapat membantu seseorang mengelola tekanan pikiran. Jika kita bingung untuk melampiaskan emosi tanpa mau melukai orang lain, maka mulailah untuk menulis diary dan mencoba pelan-pelan menelaah masalah yang ada, supaya tidak terasa sangat besar. Bisa jadi saat kita sudah selesai menuangkan di dalam tulisan, ternyata masalah yang kita pikirkan tidak serumit itu.

Menulis diary tentu bukan berarti kita berhenti berbicara pada seseorang yang kita percaya, apalagi ketika kita sangat membutuhkan saran dari seseorang. Tapi menulis diary, bisa jadi langkah awal untuk lebih mengenal diri kita sendiri dengan mengadapi emosi serta masalah dengan pikiran yang lebih tenang.

Jadi, ketika merasa pikiran sudah terasa sangat berat mari bawa pena dan buku diary, lalu tuangkan sejujur-jujurnya tentang perasaan yang kita punya.

Halaman kosong yang siap untuk menampung pikiran yang ada dikepalamu (Foto: Pribadi)