Konten dari Pengguna

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Mahasiswa PMM UMM Percantik Jalur Pendakian

Kukuh Yulidyon

Kukuh Yulidyon

Audio Visual Freelance

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kukuh Yulidyon tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunung Agung Via Edelweis: Pemasangan Plang hingga Kampanye Digital “Bawa Turun Sampahmu!”

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Mahasiswa PMM UMM Percantik Jalur Pendakian
zoom-in-whitePerbesar

Karangasem, Bali – Jalur pendakian Gunung Agung via Edelweis Besakih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam menawan di Bali. Namun, jalur ini menghadapi tantangan berupa fasilitas terbatas dan masalah kebersihan. Untuk mendorong terciptanya pariwisata berkelanjutan di Bali, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Platform Merdeka Mengajar (PMM) kembali menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan pariwisata berkelanjutan dengan mendorong pariwisata berkelanjutan di jalur pendakian Gunung Agung Via Edelweis. Melalui kegiatan pengabdian di Basecamp Gunung Agung jalur Edelweis, Besakih, mahasiswa melaksanakan rangkaian kegiatan di basecamp dan jalur pendakian mulai dari pemasangan plang informasi, plang selamat datang, plang per pos di jalur pendakian, hingga edukasi lingkungan dengan kampanye digital bertajuk “Bawa Turun Sampahmu!” .

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas pendakian di jalur Edelweis yang dikenal memiliki daya tarik wisata alam menawan. Pemasangan Plang untuk Kenyamanan dan Keamanan Pendaki Gunung Agung via Edelweis merupakan salah satu jalur pendakian yang kerap dikunjungi wisatawan. Namun, jalur ini masih menghadapi kendala berupa minimnya informasi pada petunjuk arah yang jelas bagi pendaki.

Untuk itu, mahasiswa PMM UMM memasang beberapa plang dengan fungsi berbeda, di antaranya: Plang Informasi, berisi tata tertib pendakian serta pesan menjaga kelestarian alam. Plang Selamat Datang, sebagai simbol sambutan kepada para pendaki di kawasan basecamp. Plang Per Pos, yang dipasang di titik-titik strategis sepanjang jalur agar pendaki dapat mengetahui posisi dan jarak tempuh antar pos.

“Plang yang kami pasang bukan hanya menjadi penanda jalur, tetapi juga sarana edukasi agar para pendaki lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” ungkap Dhimas Vito, Koordinator Tim PMM UMM.

Selain memperbaiki fasilitas fisik pendakian, mahasiswa juga melaksanakan program edukasi lingkungan dengan fokus pada pengelolaan sampah. Mengusung slogan “Bawa Turun Sampahmu!”, mereka mengajak pendaki untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan selama perjalanan. Edukasi ini dilakukan secara langsung melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pendaki, serta diperkuat dengan kampanye digital di berbagai platform media sosial. Konten berupa poster, infografis, dan video singkat dipublikasikan dengan tujuan menyebarkan pesan positif secara lebih luas, khususnya kepada generasi muda.

“Kami ingin pesan sederhana ini menjadi kebiasaan bersama. Sampah tidak seharusnya ditinggalkan di gunung, melainkan dibawa turun dikumpulkan di bank sampah basecamp, agar lingkungan tetap lestari,” Kukuh Yulidyon, Anggota Tim PMM UMM. Kolaborasi dengan Masyarakat Lokal Kegiatan PMM UMM tidak berjalan sendiri, melainkan melibatkan masyarakat lokal dan pengelola basecamp Gunung Agung.

Kolaborasi ini mempermudah proses pemasangan plang dan memperkuat dukungan terhadap program kampanye lingkungan. Masyarakat menyambut baik kehadiran mahasiswa dan menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pariwisata di kawasan Besakih. “Dengan adanya plang dan sosialisasi ini, pendaki menjadi lebih terarah dan lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan. Kami sangat berterima kasih atas inisiatif mahasiswa,” tutur I Komang Kayun, pengelola Basecamp Edelweis.

Universitas Muhammadiyah Malang memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurut pihak kampus, aktivitas mahasiswa PMM sejalan dengan harapan kampus yang menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual di lapangan. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengimplementasikan ilmu dalam bentuk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Inilah yang menjadi tujuan utama PMM”, Ir. Alik Ansyori Alamsyah, M.T., dosen pembimbing.

Harapan Ke Depan Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, mahasiswa PMM UMM berharap jalur Edelweis semakin dikenal luas sebagai destinasi pendakian yang ramah lingkungan, aman, dan nyaman. Kampanye “Bawa Turun Sampahmu!” diharapkan tidak hanya berlaku di Gunung Agung, tetapi juga menjadi kebiasaan positif di seluruh destinasi wisata alam di Indonesia.

“Kami ingin meninggalkan jejak yang bermanfaat. Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli pada lingkungan,” tutup Bintang Aji Ramadhan, Anggota Tim PMM UMM.

Kegiatan PMM UMM di Basecamp dan jalur pendakian Gunung Agung via Edelweis menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa mampu berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Melalui kombinasi pemasangan fasilitas fisik dan kampanye digital lingkungan, mereka berhasil menghadirkan kontribusi yang tidak hanya berdampak pada keamanan dan kenyamanan pendaki, tetapi juga pada pelestarian alam untuk generasi mendatang.