Konten dari Pengguna

Media Pembelajaran bagi Siswa Tunanetra Hasil Kolaborasi Dosen-Mahasiswa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sandha Soemantri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media pop-up book dilengkapi audio-visual dan textbraille untuk pembelajaran matematika jenjang SMP

Tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 telah menjadikan penyandang disabilitas sebagai salah satu kelompok masyarakat yang paling terdampak. Dalam situasi pandemi, menurut riset “Laporan Asesmen Cepat Dampak Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas Tahun 2020”, kendala terbesar bagi penyandang disabilitas dalam pandemi Covid-19 adalah kesulitan dalam mobilitas.

Guru matematika SMPLB-A YPAB Surabaya Atung Yunarto, S,Pd. sedang mencoba media pembelajaran - (dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Guru matematika SMPLB-A YPAB Surabaya Atung Yunarto, S,Pd. sedang mencoba media pembelajaran - (dokumentasi pribadi)

Terlebih pada dunia pendidikan, masa pandemi saat ini kesulitan yang dihadapi penyandang disabilitas semakin bertambah. Sudah seharusnya siswa penyandang disabilitas terutama tunanetra memiliki media pembelajaran sendiri di rumah. Penyandang tunanetra tentunya membutuhkan media yang bersifat konkrit dan memiliki nilai praktis dalam penggunannya. Drs. Eko Purwanto selaku kepala SMPLB-A YPAB Surabaya menjelaskan masalah serupa terkait minimnya media pembelajaran Anak tunanetra di sekolah kini bisa belajar matematika secara mandiri di rumah.

Untuk memberi solusi dari permasalahan tersebut, kolaborasi dosen-mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya mengembangkan sebuah media yang diberi nama Magical Book Geometry Voice Interaction. Media ini merupakan media pembelajaran berupa pop-up book yang merupakan inovasi pendukung gerakan buku berbasis audio visual yang dikombinasikan textbraille yang ditujukan untuk siswa penyandang disabilitas terutama siswa Sekolah Menengah Pertama. Sasaran dari media pembelajaran berbasis aplikasi ini adalah terkait materi bangun ruang.

Media Magical Book Geometry Voice Interaction fokus pada materi dasar bangun ruang sisi datar yaitu kubus, balok, dan limas. Dengan media ini, siswa penyandang tunanetra dapat meraba bangun secara langsung dalam bentuk 3D serta dapat membaca keterangan melalui textbraille yang tersedia. Selain itu, media ini dilengkapi tombol-tombol yang dapat mengeluarkan suara penjelasan materi bangun ruang yang sedang dipelajari.

Implementasi Magical Book Geometry Voice Interaction (dokumentasi pribadi)

Media ini merupakan inovasi hasil kolaborasi Dosen-Mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan serta fakultas teknik yaitu Sandha Soemantri, S.Pd., M.Pd., Junaidi Fery Efendy, S.Pd., M.Pd., Rizka Firdhayanti, Alfina Damayanti, Dimas Sholahudin Khais, dan Eriawan Ady Wicandra.

Sandha Soemantri, S.Pd., M.Pd., selaku ketua tim menjelaskan bahwa media pembelajaran berbasis konkrit dengan textbraille akan sangat memudahkan siswa penyandang tunanetra dalam belajar matematika khususnya materi bangun ruang.

Terbukti, dari beberapa kali implementasi penggunaan Media Magical Book Geometry Voice Interaction, Rico - salah satu siswa menyatakan bahwa media ini sebaiknya bisa diperbanyak untuk membantu banyak siswa seperti dirinya. Atung Yunarto, S,Pd., guru matematika SMPLB-A YPAB Surabaya menyatakan bahwa media ini bisa sangat membantu guru dan orang tua dalam mendampingi siswa belajar bangun datar dimanapun tempatnya. Bapak Atung juga berharap inovasi serupa selalu hadir untuk membantu siswa dalam memahami semua mata pelajaran, tidak hanya di matematika.