Dorong Ekonomi Warga, KKN Cakrawana Pleret Sulap Oleh-Oleh Berbahan Ubi Gembili

Seorang mahasiswa aktif fakultas hukum
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari sasqiirrananasywa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jambon, 19 Juli 2026 — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Cakrawana Pleret menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk Pengembangan Produk Olahan Ubi Gembili sebagai Oleh-Oleh Khas Guna Mendorong Ekonomi Masyarakat di Dukuh Jambon. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian panjang uji coba (trial and error) yang dilakukan mahasiswa KKN dalam mengolah ubi gembili, komoditas lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, menjadi produk oleh-oleh bernilai ekonomi.
Ubi gembili sejatinya tumbuh subur di lahan-lahan warga Jambon. Namun selama ini, umbi tersebut lebih sering direbus sekadarnya untuk konsumsi rumah tangga, tanpa ada upaya pengolahan lebih lanjut yang dapat meningkatkan nilai jualnya. Padahal, dari sisi rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya, ubi gembili menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.
Berangkat dari permasalahan itu, Tim KKN Cakrawana Pleret mulai merancang sebuah gagasan sederhana namun ambisius yakni menjadikan ubi gembili sebagai identitas kuliner baru bagi Jambon, sekaligus membuka jalan bagi tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Sebelum sampai ke tahap sosialisasi, mahasiswa KKN Cakrawana Pleret telah melalui serangkaian percobaan pengolahan ubi gembili, mulai dari eksperimen resep, penyesuaian tekstur dan rasa, hingga menemukan formula yang paling sesuai untuk dijadikan produk oleh-oleh. Proses ini tidak berjalan mulus sejak awal, berbagai kali percobaan harus diulang untuk mendapatkan hasil yang konsisten dan layak jual.
Hasil dari proses tersebut kemudian dikemas menjadi sebuah produk bernama "Gemmy", yang diperkenalkan langsung kepada warga dalam kegiatan sosialisasi. Nama Gemmy dipilih sebagai representasi singkat dan mudah diingat dari ubi gembili, sekaligus dirancang agar mudah melekat sebagai identitas produk khas Jambon.
Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, mahasiswa KKN Cakrawana Pleret memilih pendekatan yang lebih membumi. Warga tidak hanya disuguhi penjelasan di atas kertas, tetapi juga diajak merasakan langsung produk melalui sesi tasting atau tester Gemmy yang telah disiapkan.
Poster informatif turut ditampilkan, memuat visual produk sekaligus rincian Harga Pokok Produksi (HPP), sehingga warga memiliki gambaran nyata mengenai biaya produksi dan potensi keuntungan apabila usaha ini dilanjutkan secara mandiri. Pendekatan ini sengaja dipilih agar warga tidak hanya percaya pada konsep, tetapi juga meyakini bahwa produk ini benar-benar layak dan siap untuk dikembangkan lebih lanjut.
Menyadari bahwa keberlanjutan program adalah kunci utama keberhasilan, Tim KKN Cakrawana Pleret tidak berhenti pada tahap perkenalan produk. Mereka turut menyusun sebuah handout materi yang komprehensif, dirancang sebagai bekal bagi warga untuk melanjutkan seluruh proses yang telah dirintis, meliputi:
Latar belakang dan alasan ubi gembili layak diangkat sebagai produk unggulan daerah
Gambaran manajemen usaha, mulai dari produksi hingga strategi pemasaran sederhana
Tahapan pengurusan sertifikasi halal
Prosedur pendaftaran label BPOM
Dengan handout ini, warga Jambon, khususnya ibu-ibu yang menjadi peserta utama, tidak perlu memulai dari titik nol. Seluruh fondasi, mulai dari resep yang teruji, gambaran biaya, hingga panduan legalitas usaha, telah disiapkan agar mereka dapat langsung melangkah ke tahap produksi dan pemasaran.
Bagi Tim KKN Cakrawana Pleret, Gemmy bukan sekadar produk hasil program kerja yang selesai begitu masa KKN berakhir. Ia adalah harapan yang dititipkan kepada warga Jambon agar potensi lokal yang selama ini terpendam dapat terus tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
"Kami ingin apa yang sudah kami rintis, mulai dari resep, kemasan, sampai panduan perizinan, benar-benar dilanjutkan oleh ibu-ibu di sini. Harapannya, Gemmy tidak berhenti sebagai hasil program KKN, tetapi tumbuh menjadi oleh-oleh khas Jambon yang dikenal luas dan membawa manfaat ekonomi bagi warga," ujar Tyas, salah satu perwakilan Tim KKN Cakrawana Pleret.
Melalui Gemmy, mahasiswa KKN Cakrawana Pleret berharap dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Jambon, serta memotivasi ibu - ibu untuk berdaya melalui kewirausahaan, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu melahirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan.
