Apakah Boleh Pakai Baju Hijau di Pantai Selatan? Ini Faktanya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah boleh pakai baju hijau di Pantai Selatan? Pertanyaan ini masih menjadi pembahasan menarik di tengah masyarakat, terutama di kalangan wisatawan yang hendak mengunjungi pesisir selatan Pulau Jawa.
Larangan memakai baju hijau bukan hanya sekedar mitos, melainkan bagian dari cerita panjang yang melekat dalam budaya masyarakat setempat yang tak lekang oleh waktu hingga saat ini.
Terdengar sederhana, tapi ada jejak sejarah dan kepercayaan kuno yang membentuk larangan ini.
Apakah Boleh Pakai Baju Hijau di Pantai Selatan?
Apakah boleh pakai baju hijau di Pantai Selatan? Larangan yang lahir dari tradisi, dan kepercayaan warna hijau sering dikaitkan dengan kekuatan gaib yang dipercaya bersemayam di wilayah pantai selatan.
Larangan ini bukan tanpa alasan, karena kisah-kisah yang berkembang dari generasi ke generasi telah membentuk aturan tidak tertulis di masyarakat.
Mengutip dari Jurnal Pendidikan Tambusai, Amelia Putri dkk, (2022: 9642), masyarakat Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta, memiliki kepercayaan kuat terhadap larangan memakai baju hijau di Pantai Selatan, terutama di kawasan seperti Pantai Parangtritis.
Mitos ini berkaitan erat dengan sosok legendaris Nyi Roro Kidul, yang dipercaya sebagai penguasa laut selatan dan dikenal sangat menyukai warna hijau.
Dalam tradisi dan cerita rakyat, warna hijau laut (dalam bahasa Jawa disebut gadhung m’lathi) adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul. Konon, Nyi Roro Kidul tidak menyukai orang lain yang memiliki warna busana yang sama
Siapapun yang memakai baju hijau di wilayah pantai tersebut akan berisiko ditarik ombak, dan menjadi bagian dari kerajaan gaib sang ratu, atau dijadikan sebagai pelayan spiritualnya.
Larangan ini sudah terkenal dalam budaya lokal. Bahkan hingga kini, banyak wisatawan memilih menghindari mengenakan pakaian hijau saat berkunjung ke pantai-pantai di selatan Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap kepercayaan lokal.
Menurut jurnal ini, dari sudut pandang ilmu dan pendekatan Rational Emotive Therapy, larangan memakai baju hijau di Pantai Selatan dianggap sebagai bentuk pola pikir yang irasional.
Secara ilmiah, risiko tenggelam di pantai tidak disebabkan oleh warna pakaian, melainkan oleh besarnya ombak, kuatnya arus laut, serta kelalaian pengunjung.
Namun, budaya dan kepercayaan lokal tetap perlu dihormati sebagai bagian dari identitas dan kearifan tradisional, selama tidak membahayakan keselamatan, maupun bertentangan dengan akal sehat.
Apakah boleh pakai baju hijau di Pantai Selatan? menjadi pengingat bahwa setiap daerah memiliki nilai budaya dan kepercayaan yang patut dihormati.
Dengan memahami latar belakangnya, pengunjung dapat bersikap lebih bijak, dan bersikap hormat di lingkungan yang kaya akan nilai spiritual serta tradisi budaya ini. (Idaf)
Baca juga: 5 Pantangan ke Sarangan yang Wajib Dihindari Wisatawan
