Konten dari Pengguna

Mitos Duduk di Bantal yang Diyakini oleh Banyak Orang

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mitos duduk di bantal, foto: unsplash/Jonathan Borba
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mitos duduk di bantal, foto: unsplash/Jonathan Borba

Meski terdengar sepele, mitos duduk di bantal masih dipercaya oleh banyak orang hingga saat ini.

Sebagian orang menganggap bantal hanya sebagai alas kepala saat tidur. Namun dalam kepercayaan lama, bantal dianggap memiliki nilai sakral yang tak boleh diperlakukan sembarangan.

Duduk di Bantal Dianggap Tidak Hormat

Ilustrasi mitos duduk di bantal, foto: unsplash/DESIGNECOLOGIST

Ada mitos duduk di bantal yang diyakini oleh banyak orang. Mengutip dari situs textile-en.techinfus.com, dalam tradisi leluhur, bantal dipercaya menyimpan energi pribadi seseorang saat tidur.

Saat seseorang tidur, pikirannya, emosi, bahkan harapannya tertinggal di bantal.

Oleh karena itu, tindakan seperti duduk di bantal dianggap tidak sopan dan bisa membawa balasan.

Konon, mereka yang duduk di atas bantal akan mengalami gatal-gatal di area tubuh yang bersentuhan dengan bantal, bahkan bisa timbul bisul atau jerawat.

Masyarakat zaman dulu juga percaya bahwa bantal melindungi tidur dari kekuatan jahat. Karenanya, banyak orang menggunakan sarung bantal khusus dengan motif pelindung atau jimat untuk menangkis energi negatif.

Aspek Kebersihan yang Sering Terlupakan

Ilustrasi mitos duduk di bantal, foto: unsplash/Nikolay Tchaouchev

Mitos tentang larangan duduk di bantal sering kali dikaitkan dengan kepercayaan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, di balik cerita mistis tersebut, terdapat alasan logis yang berkaitan dengan kesehatan dan kebersihan.

Mengutip dari situs textile-en.techinfus.com, pakaian yang digunakan saat beraktivitas di luar rumah berpotensi membawa berbagai jenis kotoran, debu, hingga bakteri.

Ketika pakaian ini bersentuhan langsung dengan bantal, kontaminasi pun bisa terjadi tanpa disadari.

Bantal memiliki kontak langsung dengan wajah saat tidur, sehingga kebersihannya sangat penting. Mikroorganisme yang terbawa dari luar bisa berpindah ke kulit wajah dan menimbulkan masalah seperti jerawat, iritasi, bahkan infeksi.

Ini menjadi penjelasan ilmiah mengapa duduk di bantal sebaiknya dihindari, terutama jika belum membersihkan diri setelah beraktivitas seharian.

Tak hanya kulit, gangguan juga bisa muncul pada saluran pernapasan. Debu dan kotoran yang menempel pada bantal dapat terhirup saat tidur, terutama jika bantal jarang dibersihkan atau sarungnya tidak diganti secara rutin.

Hal ini berisiko menimbulkan alergi, batuk, atau bahkan gangguan pernapasan jangka panjang.

Menjaga kebersihan bantal bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga investasi bagi kesehatan. Menghindari duduk di atasnya menjadi langkah kecil yang bisa memberi dampak besar.

Selain itu, merawat tempat tidur dengan baik menciptakan suasana istirahat yang lebih bersih, sehat, dan menenangkan.

Percaya atau tidaknya pada mitos duduk di bantal tentu kembali pada masing-masing orang. Namun menjaga kebersihan dan menghormati benda-benda yang mendukung kualitas tidur tetaplah penting.

Bantal bukan sekadar penopang kepala, tapi juga pelindung saat tubuh dalam kondisi paling rentan. (Echi)

Baca juga: 7 Mitos Danau Linting yang Masih Dipercaya hingga Kini