Konten dari Pengguna

Dari Invoice hingga Tanggung Jawab: Pelajaran Saya Selama Magang di Pajak Ceria

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari selvia rahmaaa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah merasa sudah memahami suatu materi setelah berulang kali mempelajarinya di kelas, tetapi tiba-tiba merasa berbeda ketika harus menghadapinya secara langsung? Saya pernah merasakannya ketika mulai menjalani magang di sebuah kantor konsultan pajak. Apa yang selama ini saya kenal melalui buku, materi kuliah, dan tugas ternyata memiliki cerita yang berbeda ketika berhadapan langsung dengan pekerjaan.

Sebagai mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan, saya cukup sering bertemu dengan istilah-istilah perpajakan dalam perkuliahan. Namun, memahami teori ternyata belum otomatis membuat saya memahami bagaimana pekerjaan di bidang perpajakan dilakukan. Ada dokumen yang harus diperiksa, data yang harus dicocokkan, angka yang harus diperhatikan, dan yang paling penting, ada tanggung jawab yang harus dijalankan dengan teliti.

Kesempatan magang di Pajak Ceria akhirnya menjadi salah satu pengalaman yang membuat saya melihat perpajakan dari sudut pandang yang berbeda. Saya tidak lagi hanya berhadapan dengan contoh kasus di atas kertas, tetapi mulai mengenal bagaimana sebuah pekerjaan diselesaikan melalui proses yang nyata. Dari pekerjaan yang mungkin terlihat sederhana, saya justru mendapatkan banyak pelajaran yang sebelumnya tidak saya sadari.

Ai foto

Ketika Invoice Tidak Lagi Sekadar Angka

Salah satu pekerjaan yang saya lakukan selama magang adalah mencari dan menginput invoice milik klien. Setelah itu, data perlu diperiksa dan diklasifikasikan berdasarkan nomor akun yang sesuai.

Sekilas, pekerjaan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, ketika benar-benar mengerjakannya, saya menyadari bahwa ketelitian memiliki peran yang sangat penting. Saya harus memastikan dokumen yang ditemukan sesuai, memasukkan informasi dengan benar, kemudian melakukan pengecekan kembali sebelum data diklasifikasikan.

Dari proses tersebut saya belajar bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan data keuangan tidak bisa dilakukan hanya dengan cepat. Ketepatan menjadi hal yang tidak kalah penting. Kesalahan kecil dalam memasukkan atau mengelompokkan data dapat memengaruhi proses pekerjaan selanjutnya.

Teori Kuliah dan Dunia Kerja Ternyata Berbeda

Selama kuliah, saya terbiasa mempelajari perpajakan melalui materi, diskusi, tugas, maupun contoh kasus. Semua itu tentu menjadi dasar yang penting. Namun, pengalaman magang membuat saya menyadari bahwa penerapan ilmu di dunia kerja membutuhkan kemampuan lain di luar pemahaman teori.

Saya harus belajar memahami instruksi, menyesuaikan diri dengan alur pekerjaan, mengelola dokumen, dan memastikan pekerjaan yang sudah dilakukan kembali diperiksa. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi justru menjadi pengalaman baru bagi saya.

Saya juga mulai memahami bahwa kemampuan menggunakan aplikasi pendukung seperti Microsoft Excel menjadi lebih berarti ketika digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan secara nyata. Kemampuan yang sebelumnya saya anggap sebagai keterampilan pendukung ternyata dapat membantu pekerjaan menjadi lebih teratur dan efisien.

Belajar Bertanggung Jawab terhadap Pekerjaan

Selain kemampuan teknis, ada satu hal yang menurut saya menjadi pelajaran penting selama magang, yaitu tanggung jawab.

Ketika mengerjakan tugas kuliah, kesalahan mungkin masih dapat diperbaiki melalui revisi atau pengumpulan ulang. Namun, ketika berada di lingkungan kerja, saya belajar bahwa setiap pekerjaan memiliki proses dan tanggung jawabnya masing-masing. Karena itu, saya harus membiasakan diri untuk tidak terburu-buru dan melakukan pengecekan sebelum pekerjaan dianggap selesai.

Saya juga belajar bahwa bertanya bukan berarti tidak mampu. Justru ketika menemukan sesuatu yang belum dipahami, bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman dapat membantu saya memahami pekerjaan dengan lebih baik. Dari situ saya belajar untuk lebih terbuka terhadap arahan dan tidak malu mengakui ketika masih perlu belajar.

Magang sebagai Gambaran Sebelum Masuk Dunia Kerja

Bagi saya, magang bukan hanya tentang memenuhi kewajiban akademik. Magang memberikan kesempatan untuk mencoba secara langsung bagaimana rasanya berada di lingkungan kerja dan menjalankan tanggung jawab yang diberikan.

Pengalaman di Pajak Ceria membuat saya memahami bahwa pekerjaan di bidang perpajakan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghitung atau memahami peraturan. Ketelitian, kemampuan mengolah data, komunikasi, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian penting di dalamnya.

Saya juga semakin menyadari bahwa proses belajar tidak berhenti ketika perkuliahan selesai. Justru ketika masuk ke lingkungan kerja, saya menemukan banyak hal yang tidak selalu bisa dipelajari hanya dari buku atau materi perkuliahan.

Bagi mahasiswa yang sedang mendapatkan kesempatan magang, menurut saya pengalaman tersebut sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai formalitas. Setiap tugas, bahkan yang terlihat sederhana, dapat menjadi kesempatan untuk belajar memahami cara kerja suatu bidang.

Pada akhirnya, pengalaman magang ini menjadi salah satu langkah bagi saya untuk mempersiapkan diri sebelum benar-benar memasuki dunia kerja. Saya mungkin belum mengetahui secara pasti seperti apa perjalanan karier saya ke depan, tetapi setidaknya pengalaman ini membuat saya lebih memahami bahwa menjadi tenaga profesional di bidang perpajakan membutuhkan proses belajar yang panjang.

Dan mungkin, dari sebuah invoice yang terlihat sederhana, saya justru mulai memahami satu hal penting, yaitu bekerja di bidang perpajakan bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang ketelitian, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.