Konten dari Pengguna

Bullying Terus Meningkat!! Mahasiswa KKN TIM 18 UPB Adakan Sosialisai Anti Bully

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SENDI SAPUTRA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kasus perundungan (bullying) terus mengalami peningkatan, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) periode Januari-Februari 2025 untuk mengambil tindakan. Salah satu lokasi KKN UPB berada di Desa Bringkeng, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 10 mahasiswa KKN UPB Bringkeng berinisiatif melakukan sosialisasi tentang anti-bullying kepada siswa SDN Bringkeng 02 di Desa Bringkeng.

Menurut Kemendikbudristek, terdapat enam bentuk kekerasan yang perlu diwaspadai, salah satunya adalah bullying. Bullying didefinisikan sebagai perilaku tidak menyenangkan, baik secara fisik maupun sosial, baik di dunia nyata maupun maya, yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, terluka, dan tertekan. Perilaku ini dapat dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Kepala Sekolah SDN Bringkeng 02, Ibu Siti, menyatakan bahwa bullying memang menjadi perhatian serius di sekolah. Oleh karena itu, sosialisasi terus-menerus diperlukan untuk membantu mengurangi angka bullying di lingkungan sekolah yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan lingkungan yang dapat merusak generasi bangsa.

Jenis-Jenis Bullying

Ada empat jenis bullying, yaitu:

1. Fisik: memukul, menendang, menampar, mencubit, dll.

2. Verbal: mengejek, mengancam, menuduh, dll.

3. Psikis: mengucilkan, mendiamkan, mempermalukan, dll.

4. Cyber Bullying: video intimidasi, pencemaran nama baik melalui internet, dll.

Dampak Bullying

Dampak yang timbul akibat bullying meliputi:

- Rasa sakit secara fisik dan psikologis.

- Penurunan kepercayaan diri (self-esteem).

- Perasaan malu, trauma, kesepian, dan kebingungan.

- Ketakutan untuk pergi ke sekolah.

- Mengisolasi diri dari lingkungan sekolah.

- Mengalami ketakutan sosial.

- Munculnya keinginan untuk bunuh diri dan gangguan jiwa.

Tanggapan Guru

Guru-guru setempat berharap tidak ada lagi kasus bullying di lingkungan sekolah. Mereka berharap sosialisasi yang dilakukan dapat menekan angka bullying sekaligus memberikan edukasi kepada siswa agar tidak lagi melakukan perundungan terhadap teman-temannya. Guru-guru mengaku sering kewalahan karena kasus bullying kerap terjadi di antara siswa.

Potret Siswa-Siswi Peserta Edukasi Anti Bullying (Sumber: Mahasiswa KKN Kel.18 Universitas Peradaban Bumiayu)

Penulis : Mahasiswa KKN Universitas Perdaban Bumiayu (UPB)

DPL : Akhmad Nurcholis,. S.S., M.Pd.

Lokasi KKN : Desa Bringkeng, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap