Konten dari Pengguna

Gaya Hidup Otaku yang Positif dan Negatif

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gaya hidup otaku. Foto: Barry/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gaya hidup otaku. Foto: Barry/Unsplash

Gaya hidup otaku bisa memperlihatkan perilaku yang positif. Namun, tidak jarang menunjukkan tingkah laku negatif. Pasalnya, memang otaku bisa memengaruhi kecenderungan seseorang dalam setiap tindakannya.

Inilah beberapa contoh gaya hidup otaku yang positif maupun negatif.

Ketahui Gaya Hidup Otaku yang Positif dan Negatif

Ilustrasi gaya hidup otaku. Foto: Kashawn H/Unsplash

Otaku dan wibu adalah dua istilah yang berbeda. Perbedaan keduanya paling jelas terlihat dari tingkat pemahaman terhadap budaya Jepang.

Otaku lebih memahami budaya Jepang secara mendalam. Sementara, wibu didefinisikan pada kesukaan terhadap budaya Jepang tanpa banyak tahu tentang detailnya.

Melansir situs repository.stei.ac.id, gaya hidup merupakan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya yang berkaitan dengan aktivitas, hobi, sampai pemikirannya.

Gaya hidup otaku tak lepas dari sisi negatif dan positif. Inilah ragam contoh gaya hidup otaku yang positif dan negatif yang menarik diketahui.

1. Gaya Hidup Positif Otaku

Jika seseorang punya kegemaran pada hal tertentu, maka kehidupan sehari-hari dan perilakunya akan dipengaruhi oleh hal tersebut. Itu juga yang terjadi pada otaku.

Seseorang yang termasuk otaku akan memiliki beberapa gaya hidup positif seperti berikut:

  • Meniru semangat tokoh favorit dalam anime.

  • Mencontoh hal positif dari budaya Jepang, seperti tertib dan disiplin.

  • Mampu berpikir kreatif karena sering mengikuti perkembangan kesenian dan kebudayaan negara tertentu.

  • Menjadi aktif dalam komunitas sesama penyuka budaya Jepang.

  • Memiliki banyak teman dengan kegemaran yang sama untuk bisa saling bertukar informasi.

  • Bisa menyebarkan gaya hidup positifnya pada orang-orang terdekat dan lingkungan sekitarnya.

2. Gaya Hidup Negatif Otaku

Menggemari budaya Jepang memang bisa membentuk gaya hidup yang positif. Namun, otaku juga dapat menghasilkan perilaku yang kurang baik. Inilah gaya hidup negatif seorang otaku, antara lain:

  • Boros atau berlaku konsumtif karena selalu ingin memiliki dan mengoleksi barang-barang yang berhubungan dengan budaya Jepang.

  • Mungkin bisa kehilangan jati diri dan karakternya jadi lemah karena mengikuti perilaku tokoh anime yang digemarinya.

  • Bisa juga kehilangan waktu untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan karena selalu mengikuti tren yang sedang berkembang.

Demikian beberapa gaya hidup otaku yang bisa jadi positif sekaligus negatif. Gaya hidup yang positif dapat terus dikembangkan. Namun, gaya hidup negatifnya sebisa mungkin dikurangi. (DN)