Konten dari Pengguna

Mahasiswa UMY Turun Tangan, Masjid KH Ahmad Dahlan Jadi Pusat Pemberdayaan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Shafwan Abhyudaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banguntapan – Masjid KH Ahmad Dahlan Banguntapan bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang penggerak pemberdayaan umat. Hal ini kian terasa ketika Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang sedang menjalani program magang di Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut terlibat dalam proses pengelolaan sekaligus pengembangan masjid tersebut.

Sinergi antara MUI dan pengurus Masjid KH Ahmad Dahlan Banguntapan menghadirkan warna baru. Masjid tidak lagi sekadar ruang ibadah, melainkan motor penggerak aktivitas sosial, ekonomi, hingga pendidikan yang mampu menghidupkan denyut kehidupan masyarakat sekitar.

Masjid KH Ahmad Dahlan Banguntapan, yang menjadi fokus proyek pengembangan ini, bukan sekadar bangunan biasa. Masjid yang terletak di jantung Bantul ini memiliki nilai historis tinggi dan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat sekitar.

Bagi mahasiswa UMY, magang di MUI tidak hanya sebatas memahami regulasi atau administrasi kelembagaan, tetapi juga praktik nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan terjun langsung ke masjid, mereka belajar bagaimana manajemen masjid dapat dikelola secara modern, transparan, dan bermanfaat luas.

“Magang ini memberi pengalaman berharga bagi kami, bagaimana masjid bukan hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar salah satu mahasiswa UMY peserta magang.

Kerja sama MUI, mahasiswa UMY, dan Masjid KH Ahmad Dahlan Banguntapan diharapkan menjadi inspirasi bagi masjid lain dalam mengoptimalkan peran sosialnya. Dengan melibatkan anak muda, masjid dapat menghadirkan wajah baru yang lebih inklusif, kreatif, dan dekat dengan masyarakat.

Program ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, tetapi juga kontribusi sosial. "Magang bukan cuma soal mendapat nilai atau sertifikat, tapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat untuk sesama," refleksi Ainun Nisa, mahasiswa Psikologi UMY yang juga terlibat dalam program ini.

Pada akhirnya, keberadaan masjid bukan hanya sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat peradaban umat. Melalui kontribusi mahasiswa UMY dan sinergi dengan MUI, Masjid KH Ahmad Dahlan Banguntapan menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat bisa dimulai dari rumah ibadah yang dikelola dengan penuh inovasi.

Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berpose bersama pengurus Masjid KH Ahmad Dahlan, Pleret, Banguntapan, Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masjid melalui Sinergi antara MUI dan pengurus Masjid KH Ahmad Dahlanl, Jum'at (29/8/2025)