Nongkrong Berkedok Budaya: Kenapa Blok M Jadi Center of Universe Gen Z?
Tulisan dari Shalucka Rygita Zahwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau kamu jalan-jalan ke kawasan Jakarta Selatan akhir-akhir ini, ada satu pemandangan yang hampir gak pernah absen: lautan anak muda ber-outfit kalcer, berkacamata hitam ala retro, memegang kamera digital, dan rela antre berjam-jam cuma buat photobox atau segelas matcha.
Selamat datang di Blok M, kawasan ikonik era 80-90an yang kini resmi bertransformasi jadi center of universe buat Gen Z.
Tapi pernah gak kamu bertanya-tanya: Kenapa Blok M? Kenapa bukan mall megah ber-AC dingin atau coffee shop mewah di kawasan elit lainnya? Fenomena ini bukan sekadar urusan cari tempat ngopi, melainkan tentang "nongkrong berkedok ekspresi budaya".
Runway Jalanan dan Berburu Identity
Di Blok M, cara kamu berpakaian adalah pernyataan. Kawasan ini secara tidak resmi berubah jadi runway street-style buat anak muda. Kamu bisa menemukan padu-padan baju thrifting era 2000-an, gorpcore, sampai gaya vintage bertebaran di setiap sudut.
Nongkrong di sini memberikan validasi sosial: kamu merasa menjadi bagian dari komunitas yang kreatif, sadar estetik, dan up-to-date. Istilahnya, bukan sekadar datang buat duduk, tapi buat vibe-checking dan memperlihatkan identitas diri.
Berburu Kuliner Viral & Photobox Kekinian
Gen Z selalu punya alasan baru buat balik ke Blok M, dan yang paling utama belakangan ini adalah memburu kuliner-kuliner viral yang seliweran di TikTok serta tren photobox yang estetik.
Di sini kamu bisa menemukan:
Kuliner & Jajanan Hits TikTok:
Mulai dari mencicipi Ayam Renald (usaha kuliner ayam milik kreator konten populer dengan variasi bumbu khas seperti pedas manis, woku Manado, bumbu Bali, hingga kuning Sunda), Nasi Lidah Gajah ala Vino (tiktoker yang dijuluki sebagai gubernur Blok M yang menyajikan menu unik nasi lidah ayam berpadu telur kriuk), hingga deretan hidangan manis viral ala Timur Tengah-Korea seperti Dubai Chewy Cookie (perpaduan marshmallow, pasta pistachio rumahan, dan kunafa), stroberi cokelat kunafa, aneka olahan ayam lezat, sampai Love Cheese yang menyajikan cheesecuit (perpaduan cheesecake dan biskuit).
Photobox Koran & Studio Estetik:
Belum sah rasanya jika ke Blok M kalau belum merapat ke area photobox. Tren photobox bergaya koran yang sempat viral serta berbagai pilihan studio foto tematik jadi spot wajib buat pamer hasil cetak foto bareng teman atau sahabat.
Sentuhan tren kuliner kekinian dan keseruan berburu foto inilah yang membuat interaksi sosial di Blok M selalu terasa segar, menggiurkan, dan dinamis.
Ekosistem Kota Ramah Pejalan Kaki yang Ramah Kantong
Di tengah kota Jakarta yang didominasi kendaraan pribadi, Blok M adalah salah satu kawasan yang paling enak diakses pejalan kaki. Integrasi transportasi publiknya nomor satu: tinggal naik MRT turun di Stasiun Blok M BCA atau naik Transjakarta ke Terminal Blok M.
Kamu bisa berpindah dari hidden gem satu ke yang lain, mulai dari kedai kopi artisan, galeri seni indie, hingga kuliner legendaris seperti Gultik, cuma dengan berjalan kaki santai. Fleksibilitas inilah yang disukai Gen Z yang lebih memilih eksplorasi ketimbang diam di satu tempat.
Kurasi Kuliner: Dari Warisan Masa Lalu hingga Konten yang Viral
Blok M menawarkan benturan rasa yang unik. Di satu sisi ada kuliner classic legacy yang legendaris seperti Gultik (Gulai Tikungan) ini adalah ikon utama Blok M. Deretan pedagang gulai di sepanjang jalan Mahakam yang menyajikan nasi, gulai sapi, dan kerupuk dengan harga terjangkau dan suasana jalanan yang khas. Sedangkan di sisi lain bertumbuhan kedai pastry, matcha bar, dan ramen autentik ala Little Tokyo yang ramah konten TikTok.
Proses antrenya sendiri sudah jadi ritual. Rela antre 1-2 jam demi makanan yang lagi trending bukan cuma soal lapar, tapi soal memburu pengalaman (experience) dan kepuasan untuk diunggah ke story sosial media.
Viralnya Blok M mungkin diawali oleh algoritma TikTok dan tren FOMO (Fear of Missing Out). Namun, keberlanjutannya dibentuk oleh keinginan Gen Z untuk memiliki ruang publik ketiga, sebuah tempat di mana mereka bisa bersosialisasi, berekspresi, berburu kuliner seru, dan menikmati suasana kota tanpa sekat formalitas.
Jadi, pas kamu bilang "Main ke Blok M, yuk!", sebetulnya kamu gak cuma mau makan atau minum kopi. Kamu lagi mau jadi bagian dari panggung budaya pop anak muda Jakarta hari ini.

