Konten dari Pengguna

Perencanaan SDM: Rekrut Dulu atau Rapikan Dulu?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Silvia Rahmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perencanaan SDM yang menggambarkan konsep “the right person, with the right skills, in the right position, at the right time” Sumber : AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perencanaan SDM yang menggambarkan konsep “the right person, with the right skills, in the right position, at the right time” Sumber : AI

Coba bayangin ada sebuah toko yang tiba-tiba ramai pelanggan. Kasir mulai kewalahan, antrean makin panjang, dan para pramuniaga sibuk ke sana kemari. Pemiliknya langsung berpikir, "Ya sudah, buka lowongan saja, tambah karyawan."

Kedengarannya masuk akal, kan? Tapi tunggu dulu. Sebenarnya yang perlu ditanyakan: rekrut dulu, atau rapikan dulu?

Sebelum merekrut orang baru, ada baiknya perusahaan mengecek kondisi yang ada. Di sinilah perencanaan sumber daya manusia (SDM) berperan. Intinya, perusahaan menghitung berapa banyak tenaga kerja dan kemampuan apa yang dibutuhkan, baik untuk sekarang maupun nanti, lalu membandingkannya dengan karyawan yang sudah ada.

Bisa jadi, setelah dicek, masalahnya bukan kekurangan orang. Mungkin jam ramai pelanggan hanya terjadi di sore hari, tetapi karyawan paling banyak justru dijadwalkan masuk di pagi hari yang sepi. Kalau begitu, yang perlu dirapikan adalah jadwal dan pembagian tugasnya. Tapi kalau setelah dievaluasi jumlah karyawan memang masih kurang, barulah rekrutmen jadi solusi yang tepat.

Perencanaan SDM juga bukan cuma soal jumlah. Bayangkan toko tadi mulai butuh kemampuan baru, misalnya melayani pesanan online. Tidak selalu harus mencari orang dari luar. Kalau karyawan yang ada punya dasar kemampuan yang sesuai, pelatihan bisa jadi pilihan yang lebih hemat dan tepat.

Satu hal lagi yang sering terlupa adalah kebutuhan di masa depan. Teknologi berubah, bisnis berkembang, dan selera pelanggan bisa bergeser. Karena itu, perencanaan SDM sebaiknya dilakukan secara berkala supaya perusahaan tidak terlambat menyiapkan tenaga kerjanya.

Dengan perencanaan yang baik, perusahaan bisa menghindari kekurangan maupun kelebihan karyawan. Keputusan merekrut, melatih, atau mengembangkan orang pun didasarkan pada kebutuhan yang jelas, bukan sekadar karena merasa kekurangan tangan.

Jadi, lain kali kalau melihat tempat usaha yang sibuk dan kewalahan, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa mereka butuh orang baru. Bisa jadi yang perlu dilakukan lebih dulu adalah merapikan, baru merekrut.