Konten dari Pengguna

Ku Kembalikan Semua Pada-Nya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sinta Khoirunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi : shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : shutterstock

Terkadang sebuah perasaan atau kekecewaan hanya bisa diungkapkan melalui rangakaian kata yang indah nan bermakna, layaknya puisi ini...

Kembali Pada-Mu

Lalu bentuk kemenangan seperti apa yang telah

Engkau persiapkan untukku wahai Rabb-ku?

Terkadang aku lelah dengan semuanya

Banyak kecewa yang aku terima

Termasuk kecewa terhadap diriku sendiri

Terkait apa yang sudah aku lakukan selama ini

Dengan tertatih-tatih aku lalui ini semua

Dengan beribu tangis yang tak bersuara

Untuk saat ini, aku tidak akan memaksakan kehendakku lagi

Maka berilah aku kata ikhlas itu

Berilah aku sabar itu

Puisi ini lahir dikala seorang anak perempuan tengah berada di fase lelah dan kecewa dengan segalanya. Bukan hanya sekadar kecewa terhadap orang lain, terhadap keadaan, tetapi juga kecewa terhadap dirinya sendiri. Setiap langkah yang dia ambil selalu berujung pada kekalahan.

Terkadang ada masanya ketika kita hidup terasa seperti perlombaan yang tak ada ujungnya dan tak kunjung dimenangkan. Setiap melihat orang lain yang berjalan jauh di depan kita, selalu terlintas di benaknya "kapan aku akan sampai di garis itu dan memenangkannya?"

Pertanyaan itu yang akhirnya membuat banyak kekhawatiran bagi dia. Tentang masa depan yang masih menjadi sebuah tanda tanya dan tentang waktu yang terus berjalan, sedangkan dirinya masih berada di tempat yang sama.

Tapi, tidak semua hal harus didapatkan secara terburu-buru bukan? Karena tidak semua perjalanan memiliki waktu yang sama. Ada banyak hal yang memang harus dilalui secara perlahan dan bertahap, meskipun dengan derai air mata yang tak terbendung.

Mungkin, kemenangan itu tidak selalu berupa sesuatu yang berhasil kita miliki. Bisa jadi, kemenangan itu hadir dalam bentuk hati yang akhirnya mampu menerima segala keadaan, jiwa yang terus berjalan meskipun belum tahu arahnya akan ke mana.

Karena, pada akhirnya tidak semua hal dapat kita paksakan bukan? Ada keinginan yang harus kita lepaskan, ada kita yang selalu menunggu jawaban, dan ada takdir yang harus selalu kita serahkan kepada-Nya.

Pesannya, jangan pernah terburu-buru dalam suatu hal, karena bisa saja kita itu hanya tertingal bukan terlambat. Setiap orang pasti memiliki porsi waktunya masing-masing.