Magang Tapi WFH?? Ini Pengalaman Magangku Di Sanggabiz!!

Mahasiswa Manajemen UMY
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Deska Anggityas Wida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Kerja: Cerita Magangku di Sanggabiz
“Magang itu ngapain, sih?”
Pertanyaan itu sempat muncul di kepalaku sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. Sebagai mahasiswa Manajemen, aku terbiasa dengan tugas kuliah, presentasi, diskusi, dan berbagai teori tentang bisnis. Tapi kali ini berbeda. Aku harus mencoba menerapkan apa yang selama ini dipelajari di kelas ke dalam dunia kerja yang sebenarnya.
Kesempatan itu datang ketika aku mulai menjalani pengalaman magang di Sanggabiz.
Awalnya aku membayangkan magang akan penuh dengan pekerjaan yang serius, deadline yang mengejar, dan mungkin suasana kantor yang kaku. Ternyata, pengalaman yang aku dapat jauh lebih beragam dari bayanganku.
Hari-Hari Pertama: Antara Excited dan Bingung
Memulai sesuatu yang baru selalu punya cerita sendiri.
Di awal magang, ada rasa excited karena akhirnya bisa merasakan bagaimana dunia kerja secara langsung. Tapi di sisi lain, muncul juga rasa bingung.
“Ini harus mulai dari mana?”
“Kalau salah bagaimana?”
“Apakah pekerjaan yang aku lakukan sudah benar?”
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu cukup sering muncul.
Apalagi sebagai mahasiswa, ada perbedaan besar antara mengerjakan tugas kuliah dengan mengerjakan pekerjaan yang benar-benar digunakan dalam lingkungan profesional.
Di kampus, mungkin kita bisa memperbaiki tugas sebelum dikumpulkan. Di dunia kerja, kita belajar bahwa setiap pekerjaan memiliki tujuan, deadline, dan orang lain yang juga bergantung pada hasil pekerjaan kita.
Dari situlah aku mulai belajar untuk lebih teliti dan bertanggung jawab.
Ternyata WFH Tidak Sesantai yang Dibayangkan
Salah satu pengalaman yang cukup menarik selama magang adalah bekerja secara Work From Home (WFH).
Awalnya terdengar menyenangkan.
Tidak perlu berangkat pagi-pagi. Tidak perlu macet. Bahkan bisa bekerja dari tempat yang nyaman.
Tapi setelah dijalani...
Ternyata WFH tidak sesantai itu. 😭
Ketika bekerja dari rumah, tidak ada suasana kantor yang secara otomatis membuat kita fokus. Justru kita harus menciptakan suasana kerja sendiri.
Laptop menyala, pekerjaan dimulai, komunikasi dengan tim dilakukan secara online, dan deadline tetap berjalan seperti biasa.
Dari sini aku belajar bahwa WFH bukan berarti bekerja lebih santai. Justru dibutuhkan kedisiplinan, komunikasi, dan kemampuan mengatur waktu yang lebih baik.
Dari Teori di Kelas ke Pekerjaan Nyata
Sebagai mahasiswa Manajemen, aku cukup sering bertemu dengan istilah seperti marketing, strategi bisnis, komunikasi, manajemen sumber daya manusia, hingga analisis bisnis.
Saat magang, aku mulai melihat bahwa teori-teori tersebut ternyata bukan hanya materi untuk ujian.
Aku mulai memahami bagaimana sebuah perusahaan memperkenalkan produknya, bagaimana target pasar ditentukan, bagaimana komunikasi dibangun, dan bagaimana setiap bagian dalam perusahaan saling berhubungan.
Salah satu hal yang menarik adalah ketika aku ikut mempelajari Sanggabiz itu sendiri.
Sanggabiz merupakan virtual business partner yang menyediakan berbagai layanan profesional, seperti virtual finance & tax, virtual operation, virtual HR, dan virtual project management.
Salah satu produk utamanya adalah AiTax dengan target pasar BKAD di seluruh Indonesia.
Mempelajari hal tersebut membuatku melihat bahwa pemasaran tidak sesederhana “bagaimana cara menjual produk”.
Ada proses memahami siapa yang membutuhkan produk, masalah apa yang mereka hadapi, bagaimana solusi ditawarkan, dan bagaimana perusahaan membangun hubungan dengan penggunanya.
Ada Saatnya Bingung, Ada Saatnya “Oh, Ternyata Begini!”
Hal yang paling seru dari magang mungkin justru ketika menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak dipahami.
Ada pekerjaan yang awalnya terlihat sederhana, tetapi ternyata membutuhkan proses berpikir yang cukup panjang.
Ada juga saat ketika aku merasa, “Kok aku belum ngerti, ya?”
Namun, dari situlah proses belajar benar-benar terjadi.
Aku mulai terbiasa bertanya ketika tidak memahami sesuatu, mencatat informasi penting, mencari tahu lebih banyak, dan menerima masukan.
Ternyata, menjadi anak magang bukan berarti harus selalu tahu semuanya.
Justru, salah satu tujuan magang adalah belajar bagaimana cara menghadapi sesuatu yang belum kita ketahui.
Tidak Hanya Belajar Pekerjaan
Hal lain yang aku dapatkan dari pengalaman ini adalah pemahaman tentang dunia kerja.
Aku belajar bahwa bekerja bersama orang lain membutuhkan komunikasi yang baik.
Sebuah pekerjaan mungkin terlihat sederhana ketika dilihat dari satu sisi, tetapi ternyata menjadi bagian dari proses yang lebih besar.
Aku juga belajar tentang pentingnya inisiatif. Tidak selalu menunggu instruksi, tetapi mencoba memahami apa yang perlu dilakukan dan berani menyampaikan pendapat ketika memiliki ide.
Buatku, hal-hal seperti ini tidak selalu bisa didapatkan hanya dari bangku kuliah.
Empat Tahun Sanggabiz, Pengalaman Baru Bagiku
Pengalaman magang ini juga bertepatan dengan momentum empat tahun perjalanan Sanggabiz.
Menarik rasanya bisa menjadi bagian dari sebuah lingkungan kerja yang sedang merayakan perjalanan dan pencapaiannya.
Berdasarkan data yang dipublikasikan, Sanggabiz telah memiliki lebih dari 10.000 pengguna, lebih dari 400 proyek dan layanan, serta didukung lebih dari 400 expert dan trainer.
Di balik angka tersebut, aku melihat bahwa sebuah perusahaan tidak dibangun dalam satu malam.
Ada proses belajar, mencoba, melakukan kesalahan, beradaptasi, dan terus berkembang.
Dan sebagai mahasiswa yang baru mulai mengenal dunia profesional, aku merasa sedang berada di fase yang sama: belajar, mencoba, dan berkembang.
Magang Bukan Tentang Seberapa Hebat Kita di Awal
Kalau ada satu hal yang paling aku bawa dari pengalaman magang ini, mungkin jawabannya adalah:
Kita tidak harus sudah hebat ketika memulai. Yang penting adalah mau belajar.
Dari yang awalnya takut salah, perlahan belajar lebih percaya diri.
Dari yang awalnya bingung, mulai terbiasa mencari solusi.
Dari yang hanya memahami teori di kelas, mulai melihat bagaimana teori tersebut digunakan dalam dunia nyata.
Pengalaman di Sanggabiz membuatku semakin memahami bahwa perjalanan menuju dunia profesional memang tidak harus langsung sempurna.
Kita hanya perlu berani mengambil langkah pertama.
Dan mungkin, beberapa tahun ke depan, ketika melihat kembali perjalanan ini, aku akan tersenyum dan berkata:
“Ternyata dari sinilah semuanya dimulai.”
Deska Anggityas W Mahasiswa Manajemen UMY
