Analisis Persaingan Bisnis: Hal Penting Sebelum Membuka Usaha

Mahasiswa Universitas Pamulang prodi Manajemen
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Sri Aenurpiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Analisis persaingan bisnis membantu calon pengusaha mengenali pesaing, menemukan peluang pasar, menentukan strategi pemasaran, dan menilai studi kelayakan bisnis usaha baru sebelum memulai bisnis.Ingin membuka usaha sendiri? Jangan hanya melihat peluang keuntungan. Kenali juga pesaing, pahami kebutuhan konsumen, dan tentukan strategi yang tepat. Analisis persaingan bisnis menjadi langkah penting untuk menilai kelayakan usaha sebelum mengeluarkan modal.
Mengapa Analisis Persaingan Bisnis Penting Sebelum Membuka Usaha?
Bayangkan kamu ingin membuka toko kue di lingkungan tempat tinggalmu.Kamu melihat banyak orang menyukai kue dan merasa peluang usahanya cukup menjanjikan. Namun, setelah mengamati lokasi, ternyata sudah ada beberapa toko kue yang lebih dahulu berdiri.
Ada toko yang terkenal karena rasanya, ada yang menawarkan harga terjangkau, dan ada pula yang memiliki banyak pelanggan tetap. Situasi seperti ini tentu membuatmu berpikir ulang. Apakah masih ada peluang untuk membuka toko kue baru di tempat yang sama?
Jawabannya, masih mungkin. Namun, kamu perlu memahami kondisi pasar terlebih dahulu.
Dalam studi kelayakan bisnis, analisis persaingan merupakan bagian dari aspek pasar yang membantu calon pengusaha mengetahui siapa pesaingnya, produk apa yang ditawarkan, dan bagaimana peluang untuk mendapatkan pelanggan. Nainggolan (2023) juga membahas pentingnya konsep persaingan dalam menilai kelayakan suatu usaha.
Artinya, mendirikan bisnis bukan hanya soal memiliki modal dan produk yang menarik. Kamu juga perlu mengetahui apakah produk tersebut memiliki peluang untuk bersaing dengan usaha lain.
Kenali Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
Setelah mengetahui bahwa ada usaha serupa di sekitar lokasi yang direncanakan, langkah berikutnya adalah mengenali kekuatan dan kelemahan pesaing.
Kamu bisa memulainya dengan cara sederhana, misalnya mengunjungi toko lain, membandingkan harga, memperhatikan variasi produk, dan melihat bagaimana pemilik usaha melayani pelanggan.
Misalnya, toko kue A memiliki banyak pilihan rasa, tetapi harganya relatif tinggi. Sementara itu, toko kue B menawarkan harga lebih murah, tetapi belum menyediakan layanan pemesanan untuk acara tertentu.
Dari pengamatan tersebut, kamu bisa menemukan peluang untuk menawarkan sesuatu yang berbeda, seperti kue berdasarkan pesanan, paket khusus acara, atau layanan pemesanan yang lebih praktis.
Untuk membantu proses ini, kamu dapat menggunakan analisis SWOT. Metode tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam menjalankan bisnis.
Penelitian Deka dan rekan-rekan (2024) mengenai kelayakan bisnis UMKM Spicypedia juga menggunakan analisis SWOT dalam pembahasan pengembangan usaha di tengah persaingan.
Dengan demikian, memahami pesaing bukan berarti harus meniru cara mereka berbisnis. Justru, informasi tersebut bisa digunakan untuk menentukan keunggulan yang sesuai dengan kemampuan usaha sendiri.
Strategi Bisnis agar Mampu Bersaing
Banyak orang menganggap bahwa cara paling mudah menarik pelanggan adalah dengan menawarkan harga yang lebih murah daripada pesaing. Padahal, persaingan bisnis tidak selalu ditentukan oleh harga.
Sebagian konsumen lebih mengutamakan kualitas produk, sebagian lainnya memperhatikan pelayanan, lokasi, kemudahan pemesanan, atau pengalaman ketika berbelanja.
Misalnya, jika kamu membuka toko kue, kamu tidak harus selalu menjual produk dengan harga paling rendah. Kamu bisa membangun keunggulan melalui kualitas rasa yang konsisten, kemasan menarik, pilihan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, atau pelayanan yang ramah.
Strategi pemasaran juga perlu disesuaikan dengan target konsumen. Jika ingin menjangkau anak muda, misalnya, kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk, membagikan informasi menu, dan menampilkan ulasan pelanggan secara jujur.
Namun, strategi tersebut tetap perlu memperhitungkan biaya. Jangan sampai promosi terlihat menarik, tetapi pengeluaran justru lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh.
Bagi usaha baru dengan modal terbatas, menentukan target pasar yang jelas dan menawarkan keunggulan tertentu bisa menjadi pilihan yang lebih realistis daripada mencoba mengalahkan semua pesaing sekaligus.
Bagaimana Analisis Persaingan Membantu Menilai Kelayakan Usaha Baru?
Setelah memahami pesaing dan menentukan strategi, pertanyaan berikutnya adalah apakah usaha tersebut benar-benar layak dijalankan?
Untuk menjawabnya, kamu perlu menghubungkan hasil analisis pasar dengan perhitungan keuangan.
Sebagai contoh, kamu memperkirakan toko kue dapat menjual 30 kotak setiap hari. Perkiraan ini sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harapan, tetapi juga mempertimbangkan jumlah calon pelanggan, harga jual, daya beli konsumen, serta keberadaan toko kue lain di sekitar lokasi.
Setelah itu, hitung biaya bahan baku, sewa tempat, listrik, tenaga kerja, kemasan, dan pengeluaran lainnya. Dari perhitungan tersebut, kamu dapat memperkirakan pendapatan, keuntungan, serta kebutuhan modal usaha.
Analisis persaingan membantu membuat perkiraan penjualan menjadi lebih realistis. Jika banyak pesaing telah memiliki pelanggan tetap, misalnya, kamu perlu mempertimbangkan bahwa mendapatkan pelanggan baru mungkin membutuhkan waktu dan biaya pemasaran tambahan.
Sebaliknya, jika terdapat kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi, peluang usaha bisa menjadi lebih menarik, selama didukung oleh kemampuan operasional dan perhitungan keuangan yang masuk akal.
Karena itu, studi kelayakan bisnis sebaiknya tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul. Dengan begitu, calon pengusaha dapat menyiapkan strategi alternatif apabila penjualan tidak sesuai dengan perkiraan awal.
Memulai Usaha dengan Strategi yang Tepat
Pada akhirnya, membuka usaha memang membutuhkan keberanian. Namun, keberanian tersebut perlu disertai perencanaan yang matang agar keputusan bisnis tidak hanya didasarkan pada keinginan atau tren sesaat.
Analisis persaingan bisnis membantu calon pengusaha memahami kondisi pasar, mengenali kekuatan pesaing, menemukan peluang, dan menentukan strategi yang sesuai. Hasilnya juga dapat menjadi dasar untuk memperkirakan penjualan serta menilai kelayakan usaha dari sisi keuangan.
Jadi, sebelum memutuskan membuka bisnis, jangan hanya bertanya, “Apa yang ingin saya jual?” Cobalah bertanya juga, “Siapa pesaing saya, apa yang dibutuhkan konsumen, dan apa yang bisa saya tawarkan dengan cara berbeda?”
Pertanyaan sederhana tersebut bisa menjadi langkah awal untuk membangun bisnis yang lebih terarah. Sebab, peluang usaha bukan hanya tentang menemukan produk yang laku, tetapi juga memahami bagaimana cara bersaing dan mempertahankan pelanggan.
Referensi
Nainggolan, H. (2023). The Concept of Competition in Business Feasibility Study. Proceeding International Seminar of Islamic Studies, 1173–1197. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. https://doi.org/10.3059/insis.v0i0.13960
Deka, R. E., dkk. (2024). Analisis Kelayakan Bisnis Pengembangan UMKM Spicypedia dalam Persaingan Bisnis. Jurnal Administrasi Bisnis, 4(4). https://ojs.stiami.ac.id/index.php/JUMABI/article/download/4505/2286
Rahmadana. (2021). Aspek Pasar dan Pemasaran dalam Suatu Usaha. OSF Preprints. https://ideas.repec.org/p/osf/osfxxx/9kwvj.html
Ramadhona, I., & Octavianita. (2021). Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran pada Studi Kelayakan Bisnis. OSF Preprints. https://ideas.repec.org/p/osf/osfxxx/dpzmu.html
