Konten dari Pengguna

Pentingnya Manajemen Produksi dan Operasi bagi UMKM indonesia

Sri Aenurpiah

Sri Aenurpiah

Mahasiswa Universitas Pamulang prodi Manajemen

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sri Aenurpiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Foto: Kompasiana - Kue Kacang Mbak Sri dari Tegalwaru, Jember
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: Kompasiana - Kue Kacang Mbak Sri dari Tegalwaru, Jember

Pentingnya Manajemen Produksi dan Operasi bagi UMKM

Manajemen Produksi dan Operasi merupakan bagian penting dalam mengembangkan UMKM indonesia.Penerapan Manajemen Produksi dan Operasi (MPO) membantu pelaku usaha mengatur proses produksi, mengelola persediaan bahan baku, mengendalikan biaya, dan menjaga kualitas produk. Dengan pengelolaan yang tepat, UMKM dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi bagian penting dari perekonomian Indonesia. Usaha seperti warung makan, toko kue rumahan, bisnis konveksi, hingga kerajinan tangan tersebar di berbagai daerah dan memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan.

Berdasarkan data yang dikutip Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI pada Februari 2022, Indonesia memiliki sekitar 64,2 juta UMKM. Sektor ini berkontribusi sebesar 61,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

Data tersebut menunjukkan bahwa UMKM mempunyai peran besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, dan membantu pemerataan ekonomi. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat menghambat perkembangan usaha.

Tantangan UMKM dalam Mengelola Usaha

Salah satu tantangan yang sering dihadapi UMKM adalah keterbatasan modal. Banyak pelaku usaha memulai bisnis dengan menggunakan tabungan pribadi sehingga harus berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Selain itu, pencatatan keuangan yang belum teratur dapat membuat pemilik usaha kesulitan mengetahui keuntungan sebenarnya. Permasalahan juga muncul ketika produksi dilakukan tanpa memperkirakan permintaan pasar. Produk yang dibuat terlalu banyak berisiko tidak terjual, sedangkan produksi yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kehilangan peluang penjualan.

Tantangan lainnya meliputi kualitas produk yang belum konsisten, pemborosan bahan baku, keterbatasan pemasaran, serta kurangnya pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada produk yang dijual, tetapi juga pada bagaimana kegiatan operasional dikelola.

Mengenal Manajemen Produksi dan Operasi

Manajemen Produksi dan Operasi adalah proses merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan yang mengubah input menjadi output berupa barang atau jasa yang memiliki nilai bagi pelanggan.

Input dalam kegiatan usaha dapat berupa bahan baku, tenaga kerja, mesin, modal, dan informasi. Semua sumber daya tersebut diproses untuk menghasilkan produk atau layanan yang dibutuhkan konsumen.

Dalam usaha makanan, misalnya, MPO diterapkan dengan menentukan jumlah produk yang akan dibuat, mengatur persediaan bahan baku, menyusun jadwal kerja, dan memeriksa kualitas produk sebelum dijual.

Sementara itu, pada usaha jasa seperti salon atau jasa rias, manajemen operasi dapat diterapkan melalui pengaturan jadwal pelanggan, pembagian tugas, pemeliharaan peralatan, dan pengendalian kualitas pelayanan.

Artinya, Manajemen Produksi dan Operasi tidak hanya dibutuhkan perusahaan besar. UMKM dan usaha rumahan juga dapat menerapkannya melalui cara sederhana sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha.

Manfaat Manajemen Produksi dan Operasi bagi UMKM

Penerapan Manajemen Produksi dan Operasi memberikan beberapa manfaat bagi keberlangsungan UMKM.

Pertama, membantu mengendalikan biaya produksi. Dengan menghitung kebutuhan bahan baku dan mengurangi pemborosan, pelaku usaha dapat menggunakan modal secara lebih efektif.

Kedua, menjaga kualitas produk. Standar produksi yang jelas membantu menghasilkan produk dengan rasa, ukuran, bentuk, dan kualitas yang lebih konsisten.

Ketiga, meningkatkan ketepatan waktu. Perencanaan dan penjadwalan yang baik membantu pelaku usaha menyelesaikan pesanan sesuai kebutuhan pelanggan.

Keempat, mengoptimalkan persediaan. Pengelolaan stok membantu mengurangi risiko kehabisan bahan baku maupun penumpukan produk yang tidak segera terjual.

Kelima, membantu pengambilan keputusan. Catatan penjualan, biaya, dan penggunaan bahan baku dapat menjadi dasar untuk menentukan jumlah produksi dan strategi usaha berikutnya.

Dengan manfaat tersebut, MPO dapat membantu UMKM menjalankan bisnis secara lebih terarah dan meningkatkan peluang memperoleh keuntungan.

Contoh Penerapan Manajemen Produksi dan Operasi pada Usaha Kue

Salah satu contoh penerapan Manajemen Produksi dan Operasi dapat dilihat pada usaha kue rumahan.

Pemilik usaha dapat memulai dengan mencatat jumlah penjualan harian dan mingguan. Catatan tersebut digunakan untuk memperkirakan permintaan sehingga jumlah kue yang dibuat tidak berlebihan.

Pengelolaan persediaan juga perlu dilakukan dengan mencatat bahan baku seperti tepung, telur, dan mentega. Bahan yang mudah rusak sebaiknya dibeli dengan mempertimbangkan kebutuhan produksi agar tidak terbuang.

Selanjutnya, pemilik usaha dapat membuat standar resep dengan takaran yang jelas. Langkah ini membantu menjaga rasa dan ukuran produk agar tetap konsisten meskipun dibuat pada waktu yang berbeda.

Tata letak dapur juga perlu diperhatikan. Penempatan bahan baku, peralatan pengolahan, area pemanggangan, dan pengemasan secara berurutan dapat membantu mengurangi gerakan yang tidak diperlukan.

Selain itu, pengendalian mutu dilakukan dengan memeriksa kesegaran bahan, tingkat kematangan, tampilan produk, dan kondisi kemasan sebelum produk diserahkan kepada pelanggan.

Pemilik usaha juga perlu menghitung biaya bahan baku, tenaga kerja, energi, dan kemasan untuk menentukan harga jual yang sesuai. Dengan langkah tersebut, kegiatan produksi menjadi lebih teratur dan biaya usaha lebih mudah dikendalikan.

Langkah Praktis Menerapkan Manajemen Produksi dan Operasi

UMKM tidak harus memiliki sistem yang mahal untuk menerapkan Manajemen Produksi dan Operasi. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Pertama, mencatat penjualan dan jumlah produk yang dihasilkan setiap hari. Kedua, memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha agar kondisi bisnis lebih mudah dipantau.

Ketiga, membuat standar kerja tertulis, seperti takaran bahan, ukuran produk, dan tahapan produksi. Keempat, mengevaluasi penggunaan bahan baku dan waktu kerja untuk mengetahui bagian yang masih menimbulkan pemborosan.

Kelima, menggunakan alat sederhana seperti buku catatan, spreadsheet, atau aplikasi pencatatan stok. Terakhir, melakukan evaluasi secara rutin untuk mengetahui apakah proses produksi sudah berjalan sesuai rencana.

Perbaikan juga dapat dilakukan secara bertahap melalui siklus Plan, Do, Check, Act (PDCA), yaitu merencanakan perubahan, melaksanakannya, memeriksa hasil, dan melakukan perbaikan berdasarkan evaluasi.

Peluang UMKM untuk Berkembang

Di tengah perkembangan teknologi, UMKM memiliki kesempatan untuk memperluas pasar melalui media sosial dan marketplace. Namun, pemasaran yang baik perlu didukung oleh kegiatan operasional yang terencana.

Promosi yang berhasil meningkatkan pesanan akan menjadi tantangan apabila pelaku usaha belum mampu menyediakan produk dalam jumlah yang cukup atau menjaga kualitasnya. Oleh karena itu, pengelolaan produksi dan operasi perlu berjalan seiring dengan strategi pemasaran.

Pelaku UMKM juga dapat mencari informasi mengenai dukungan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan, pendampingan, serta kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Dengan pengelolaan operasional yang lebih baik, UMKM dapat memanfaatkan peluang pasar secara lebih optimal dan mempersiapkan diri untuk berkembang.