Konten dari Pengguna

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia: Mengapa Manajemen Produksi Penting

Sri Aenurpiah

Sri Aenurpiah

Mahasiswa Universitas Pamulang prodi Manajemen

Ā·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sri Aenurpiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber gambar: Dibuat menggunakan AI dengan bantuan ChatGPT.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar: Dibuat menggunakan AI dengan bantuan ChatGPT.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia karena berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, agar mampu bertahan di tengah persaingan, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan penjualan. Mereka juga perlu memahami manajemen produksi, yaitu proses mengatur kegiatan produksi agar berjalan efektif, efisien, dan menghasilkan produk berkualitas. Pengelolaan ini berkaitan dengan digitalisasi UMKM yang dapat membantu usaha berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Berdasarkan informasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Januari 2025, UMKM di Indonesia berjumlah lebih dari 64 juta unit usaha, berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan menyerap hampir 97% tenaga kerja. Data tersebut menunjukkan besarnya peran UMKM dalam perekonomian nasional.

Apa Itu Manajemen Produksi dalam UMKM?

Manajemen produksi adalah kegiatan merencanakan, mengatur, mengawasi, dan mengevaluasi proses pembuatan produk. Dalam UMKM, kegiatan ini dapat mencakup pemilihan bahan baku, pengaturan jadwal produksi, pembagian tugas pekerja, pengendalian kualitas, hingga pengelolaan persediaan.

Sebagai contoh, pemilik usaha kue perlu memperkirakan jumlah pesanan, menghitung kebutuhan tepung dan bahan lainnya, serta menentukan waktu produksi. Jika semua kegiatan dilakukan tanpa perencanaan, bahan baku bisa terbuang, pesanan terlambat, dan kualitas produk menjadi tidak konsisten.

Karena itu, manajemen produksi membantu pelaku usaha menjalankan kegiatan bisnis dengan lebih terarah.

Mengapa Manajemen Produksi Penting bagi UMKM?

1. Menghemat Biaya Produksi

Manajemen produksi membantu pelaku UMKM mengendalikan penggunaan bahan baku, tenaga kerja, dan peralatan. Perencanaan yang baik dapat mengurangi pemborosan sehingga biaya produksi lebih terkendali.

Misalnya, pemilik usaha makanan dapat membeli bahan baku sesuai perkiraan permintaan. Dengan begitu, risiko bahan terbuang karena terlalu banyak membeli persediaan dapat dikurangi.

2. Menjaga Kualitas Produk

Kualitas produk menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Melalui pengawasan produksi, pelaku UMKM dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten.

Pada usaha makanan, misalnya, pemilik perlu memperhatikan takaran bahan, kebersihan tempat produksi, dan cara penyimpanan. Jika kualitas terjaga, pelanggan akan memiliki alasan untuk kembali membeli produk tersebut.

3. Meningkatkan Efisiensi Waktu

Proses produksi yang terencana membantu pelaku usaha menyelesaikan pesanan sesuai jadwal. Pembagian tugas yang jelas juga dapat mengurangi pekerjaan berulang dan kesalahan selama proses produksi.

Hal ini penting terutama ketika jumlah pesanan meningkat, misalnya menjelang hari raya atau saat promosi berlangsung.

4. Mengendalikan Persediaan Bahan Baku

Persediaan yang terlalu sedikit dapat menghambat produksi, sedangkan persediaan berlebihan berpotensi meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan bahan.

Oleh sebab itu, UMKM perlu mencatat stok masuk dan keluar, memeriksa kondisi bahan baku, serta membuat perkiraan kebutuhan berdasarkan penjualan sebelumnya.

5. Meningkatkan Daya Saing Usaha

Manajemen produksi yang baik membantu UMKM menghasilkan produk berkualitas dengan biaya dan waktu yang lebih terkendali. Kondisi ini dapat mendukung penetapan harga yang sesuai serta meningkatkan kemampuan usaha dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dengan usaha sejenis dan mengembangkan pasar secara bertahap.

Contoh Penerapan Manajemen Produksi pada UMKM

Penerapan manajemen produksi dapat dilakukan tanpa harus menggunakan teknologi yang mahal. Sebagai contoh, sebuah UMKM roti dapat memulai dengan mencatat jumlah pesanan setiap hari, menghitung kebutuhan bahan baku, menentukan jadwal produksi, dan memeriksa kualitas produk sebelum dikirim kepada pelanggan.

Pemilik usaha juga dapat memanfaatkan sistem informasi manajemen untuk memantau persediaan dan hasil penjualan agar kegiatan operasional lebih teratur.

Langkah sederhana ini dapat membuat proses kerja lebih teratur dan memudahkan pemilik usaha mengevaluasi kegiatan produksi.

Tantangan Manajemen Produksi pada UMKM

Meskipun penting, penerapan manajemen produksi masih dapat menghadapi beberapa kendala. Keterbatasan modal, kurangnya tenaga kerja terampil, pencatatan manual, serta perubahan permintaan pasar dapat menghambat kelancaran produksi.

Untuk mengatasinya, pelaku UMKM dapat memulai dari perencanaan sederhana, membuat standar kualitas produk, mencatat persediaan secara rutin, dan mengevaluasi biaya produksi. Penggunaan teknologi digital juga dapat membantu mempercepat pencatatan dan pengawasan kegiatan usaha.

Penerapan tidak harus dilakukan sekaligus. Pelaku usaha dapat menyesuaikan sistem produksi dengan kebutuhan dan kemampuan bisnisnya.

Kesimpulan

UMKM memiliki peran besar dalam mendukung perekonomian Indonesia. Agar dapat bertahan dan berkembang, pelaku usaha perlu menerapkan manajemen produksi yang baik. Mulai dari pengendalian biaya, penjagaan kualitas, pengaturan waktu, hingga pengelolaan persediaan, seluruhnya berpengaruh terhadap kelancaran operasional usaha.

Dengan perencanaan yang tepat dan evaluasi secara berkala, UMKM dapat meningkatkan efisiensi, memenuhi kebutuhan pelanggan, serta memperkuat daya saing. Manajemen produksi bukan hanya kegiatan membuat barang, melainkan bagian penting dari strategi UMKM untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Daftar Referensi

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2025, 30 Januari). Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas, Tingkatkan Kontribusi terhadap Ekspor Indonesia. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/6152/pemerintah

Badan Pusat Statistik. (2024, 4 April). Penyampaian Hasil Penghitungan Data Makro Ekonomi UMKM. https://www.bps.go.id/id/news/2024/04/04/560/penyampaian-hasil-penghitungan-data-makro-ekonomi-umkm.html