Islam dan Game Online: Antara Hiburan, Manfaat, dan Batasan

mahasiswa uin jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Sulton Fadli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, game online telah menjadi salah satu bentuk hiburan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Beragam jenis permainan dapat diakses dengan mudah melalui telepon pintar, komputer, maupun konsol. Tidak hanya menjadi sarana untuk mengisi waktu luang, game online juga dapat menjadi ruang untuk berinteraksi, membangun kerja sama, mengasah strategi, hingga mengembangkan kemampuan tertentu. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, penggunaan game online juga dapat menimbulkan persoalan apabila dilakukan secara berlebihan dan tanpa kontrol.
Dalam perspektif Islam, aktivitas sehari-hari pada dasarnya tidak terlepas dari pertimbangan mengenai manfaat, kemudaratan, serta bagaimana aktivitas tersebut dilakukan. Bermain game sebagai bentuk hiburan bukan semata-mata persoalan boleh atau tidak boleh, tetapi juga berkaitan dengan tujuan, cara, waktu, dan dampaknya terhadap kehidupan seseorang. Ketika bermain game membuat seseorang mengabaikan kewajiban seperti salat, belajar, bekerja, berbakti kepada orang tua, atau memenuhi tanggung jawab lainnya, maka aktivitas tersebut perlu dipertimbangkan kembali.
Fakta dan data utama pandangan islam terhadap game online
1. Islam tidak otomatis mengharamkan game online
Dalam pembahasan NU Online, hukum asal bermain game online adalah boleh, selama tidak terdapat unsur yang menyebabkan keharaman. Game dapat menjadi hiburan untuk menghilangkan kejenuhan, tetapi penggunaannya tetap harus memperhatikan batasan syariat.
Jadi, kurang tepat jika dikatakan “semua game online haram.” Penilaiannya bergantung pada isi permainan dan dampaknya terhadap pemain.
2. Game menjadi bermasalah jika membuat seseorang meninggalkan kewajiban
Salah satu batasan yang disebutkan dalam jawaban ulama di situs MUI adalah game tidak boleh menyebabkan pemain lalai menjalankan salat. Selain itu, permainan juga tidak boleh mengandung judi, mendorong ucapan tercela, atau penipuan.
NU Online juga menjelaskan bahwa bermain game pada dasarnya diperbolehkan selama tidak mengandung unsur haram, tidak membahayakan, dan tidak menyebabkan kewajiban terbengkalai.
3. Unsur judi menjadi salah satu persoalan penting
Dalam kajian fikih yang dimuat NU Online, permainan yang mengandung judi (maisir) termasuk permainan yang dilarang. Karena itu, jenis game dan mekanisme di dalamnya perlu diperhatikan, terutama apabila terdapat taruhan atau mempertaruhkan harta untuk mendapatkan keuntungan berdasarkan permainan.
4. Penipuan dan kecurangan juga menjadi masalah
Pandangan MUI yang dimuat dalam rubrik Tanya Ulama menyebutkan bahwa permainan online harus terhindar dari unsur penipuan. Ini relevan dengan praktik bermain yang menggunakan cara curang untuk memperoleh keuntungan atau kemenangan.
Hukum Bermain Game Online dalam Islam
Dalam Islam, bermain game online pada dasarnya diperbolehkan (mubah) selama tidak mengandung unsur yang dilarang syariat. Game dapat menjadi hiburan selama dimainkan secara wajar dan tidak mengganggu kewajiban seorang Muslim.
Namun, hukum bermain game dapat berubah tergantung pada cara dan dampaknya. Bermain game dapat menjadi makruh jika dilakukan secara berlebihan dan hanya membuang-buang waktu. Sementara itu, hukumnya dapat menjadi haram jika membuat seseorang meninggalkan salat atau kewajiban lainnya.
Game juga menjadi haram apabila mengandung judi atau taruhan (maisir), penipuan, maupun aktivitas yang bertentangan dengan ajaran Islam. Larangan judi antara lain ditegaskan dalam QS. Al-Ma'idah ayat 90.
Dengan demikian, Islam tidak mengharamkan game online secara keseluruhan. Yang perlu diperhatikan adalah isi permainan, cara bermain, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Selama tidak mengandung unsur haram dan tidak melalaikan kewajiban, bermain game dapat menjadi hiburan yang diperbolehkan.
Saran bagi Generasi Muda Islam
Bermain game online dapat menjadi hiburan yang bermanfaat jika dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan generasi muda Muslim adalah:
1. Menjadikan game sebagai hiburan, bukan prioritas utama yang mengalahkan kewajiban.
2. Mengatur waktu bermain agar tidak mengganggu tidur, belajar, pekerjaan, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari.
3 Memilih game yang sesuai dengan nilai Islam serta menghindari konten yang mengandung perjudian, pornografi, penghinaan, atau kekerasan berlebihan.
4 Menjaga akhlak saat bermain dengan menghindari kemarahan, hinaan, kecurangan, dan perilaku tidak sportif.
5. Tidak mengabaikan ibadah, terutama salat, hanya karena sedang bermain game.
6. Mengontrol pengeluaran untuk pembelian dalam game dan menghindari perilaku konsumtif atau mekanisme yang menyerupai perjudian.
7. Memanfaatkan sisi positif game, seperti melatih strategi, kerja sama, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah.
8. Menjaga keseimbangan kehidupan nyata dan digital dengan tetap berinteraksi dengan keluarga, teman, belajar, berolahraga, dan melakukan kegiatan sosial.
Dengan demikian, game online dapat menjadi hiburan yang positif selama dimainkan secara seimbang, bertanggung jawab, dan tidak mengabaikan kewajiban serta nilai-nilai Islam.
Penulis : Sulthon Fadli Al-Qozwini
