Dilema Dominik Livakovic di Barcelona dan Panggilan Darurat Timnas Kroasia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi goalkeeper, activity, sport. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi goalkeeper, activity, sport. Foto: Pixabay

Kiper anyar Barcelona, Dominik Livakovic, tengah menghadapi situasi pelik di level klub setelah belum mencatatkan satu pun penampilan resmi sejak kepindahannya ke Catalan. Meski statusnya masih menjadi penghangat bangku cadangan di Camp Nou, kesetiaan dan kepercayaan dari tim nasional Kroasia tidak sedikit pun luntur.

Pemanggilan Livakovic ke skuad Kroasia untuk melakoni empat pertandingan krusial di ajang UEFA Nations League menjadi angin segar sekaligus panggung pembuktian. Momentum ini dinilai sangat krusial bagi sang penjaga gawang untuk mengembalikan ketajaman serta ritme bermainnya yang sempat terhenti akibat minimnya kesempatan.

Dukungan Moral di Tengah Minimnya Menit Bermain

Pelatih tim nasional Kroasia, Slaven Bilic, mengungkapkan bahwa dirinya terus menjalin komunikasi intensif dengan sang penjaga gawang utama. Di tengah keraguan yang menyelimuti karier barunya di Spanyol, sebuah panggilan telepon langsung dari Bilic menjadi titik balik penting untuk menenangkan mental sang pemain.

Bilic mengungkapkan bahwa Livakovic sempat menghubungi dirinya hingga dua kali untuk berkonsultasi mengenai situasi sulit yang dihadapinya di Barcelona. Sang pelatih memberikan respons tegas untuk membesarkan hati kiper andalannya tersebut agar tidak berkecil hati meski belum mendapat kesempatan tampil di bawah mistar Blaugrana.

“Kami berbicara, dia menelepon saya dua kali. Dia meminta pendapat saya tentang situasinya, dan dari pihak saya, saya memberi tahu dia bahwa dia tidak perlu membenarkan apa pun,” ujar Bilic sebagaimana dikutip dari media Catalan, Sport.

Tuntutan untuk Selalu Siap di Level Tertinggi

Bilic sangat menyadari bahwa kepindahan ke klub sebesar Barcelona merupakan pencapaian bersejarah bagi sepak bola Kroasia. Namun, di sisi lain, status sebagai penjaga gawang kedua menuntut tingkat fokus dan kesiapan fisik yang jauh lebih tinggi daripada biasanya karena kesempatan bisa datang kapan saja secara mendadak.

“Tidak ada penjaga gawang Kroasia yang pernah pindah ke klub sebesar ini sebelumnya. Di sisi lain, Anda harus bermain. Ketika Anda menjadi penjaga gawang kedua, Anda bisa dipanggil kapan saja, dan Anda harus terus-menerus siap,” tambah Bilic menekankan pentingnya atmosfer pertandingan nyata.

Kepercayaan staf pelatih Kroasia terhadap Livakovic memang sudah teruji sejak lama. Bilic mengingatkan publik bahwa kipernya tersebut selalu mampu menunjukkan performa luar biasa di level internasional, bahkan ketika ia sempat mengalami situasi serupa saat jarang mendapatkan menit bermain di level klub sebelumnya bersama Girona.

Panggung Pembuktian Menghadapi Para Rekan Setim

Jadwal padat di ajang UEFA Nations League akan menjadi ujian sekaligus berkah bagi Livakovic untuk memulihkan kebugaran tandingnya. Kroasia dijadwalkan memulai kampanye mereka melawan Republik Ceko di Praha pada tanggal 26 September, disusul laga tandang kontra Spanyol di Sevilla pada 29 September.

Setelah itu, Kroasia akan menjamu Inggris di Rijeka pada tanggal 3 Oktober, sebelum akhirnya menutup rangkaian pertandingan dengan kembali menantang Spanyol di Split pada 6 Oktober. Jadwal ini akan mempertemukan Livakovic dengan beberapa wajah familier yang kini menjadi rekan setimnya di Barcelona, yang diperkirakan akan mengisi skuad timnas Spanyol.

Selain berpotensi menghadapi kompatriotnya di Barcelona, Livakovic juga berpeluang menghadapi ancaman dari penyerang sayap Inggris, Anthony Gordon, saat kedua negara bentrok di Rijeka. Empat pertandingan internasional ini menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan Livakovic untuk membuktikan bahwa dirinya tetap layak menyandang status sebagai salah satu kiper terbaik Eropa.