Menanti Kebangkitan Kendry Paez Si Wonderkid Chelsea yang Meredup

Kendry Paez akhirnya mengenakan jersei Chelsea untuk pertama kalinya, namun bukan di panggung megah Premier League, melainkan bersama tim junior wonderkid Chelsea U-21 (Cobham Next Gen). Kepindahan gelandang serang asal Ekuador senilai 17,27 juta poundsterling ini dari Independiente del Valle tampaknya tidak berjalan semulus yang diperkirakan banyak pihak sejak disepakati pada tahun 2023 lalu.
Di usia yang kini menginjak 19 tahun, talenta muda yang digadang-gadang akan bersinar bersama Estevao Willian ini justru terdampar di akademi setelah manajer baru, Xabi Alonso, menyatakan bahwa Paez tidak masuk dalam rencana taktisnya. Masalah regulasi peminjaman FIFA juga membuat manajemen klub kesulitan menyalurkan bakatnya ke klub luar Inggris, memaksa sang pemain merintis kembali kariernya dari level junior.
Rekam Jejak Prestasi dan Awal Mula Kemerosotan
Padahal, sebelum menginjakkan kaki di London, Paez adalah pencetak rekor legendaris di Amerika Selatan. Ia menjadi debutan sekaligus pencetak gol termuda sepanjang sejarah liga papan atas Ekuador pada usia 15 tahun sebelum menembus turnamen bergengsi Copa Libertadores. Kehebatannya berlanjut di tim nasional senior Ekuador, di mana ia menjadi pemain termuda kedua setelah Diego Maradona yang tampil di kualifikasi Piala Dunia, serta mencetak gol krusial ke gawang Bolivia.
Namun, momentum emas tersebut perlahan meredup akibat serangkaian masalah indisipliner di luar lapangan dan inkonsistensi performa. Pada awal tahun 2024, Paez sempat terekam kamera berada di sebuah klub malam di New York saat menjalani tugas internasional bersama negaranya. Masalah ini diperparah dengan kegagalannya bersinar saat dipinjamkan ke klub afiliasi Chelsea di Prancis, Strasbourg, di mana masa peminjamannya diputus lebih awal setelah ia hanya mencetak satu gol dari 21 penampilan.
Mantan manajer Strasbourg, Liam Rosenior, bahkan sempat melontarkan kritik tajam terhadap etos kerja sang pemain dengan menyatakan, “Kami jelas mengharapkan performa yang lebih baik. Saya lelah terus-menerus menggunakan alasan usia muda sebagai pembelaan atas penampilannya.”
Kegagalan di Argentina dan Isu Sikap
Setelah petualangan yang gagal di Prancis, Paez sempat mencoba peruntungan bersama raksasa Argentina, River Plate, dengan status pinjaman selama dua tahun. Namun, kisahnya di Buenos Aires justru berakhir serupa akibat masalah sikap (attitude) yang kerap disorot oleh jajaran staf kepelatihan setempat. Penampilannya yang buruk dalam laga krusial Superclasico melawan Boca Juniors membuat frustrasi para pendukung dan manajemen klub.
Presiden River Plate, Stefano Di Carlo, bahkan sempat mengasingkan Paez bersama beberapa pemain lain untuk berlatih terpisah dari skuad utama. Setelah hanya mencatatkan 14 penampilan dan bermain selama 461 menit dengan sumbangan satu gol saja, kontrak peminjaman tersebut akhirnya resmi diputus berdasarkan kesepakatan bersama kedua belah pihak.
Di Ekuador, situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar mengingat Paez merupakan tumpuan masa depan sepak bola negara tersebut. Pemilik klub Independiente del Valle, Michel Deller, mengungkapkan rasa prihatinnya dengan berujar, “Dia sudah seperti anak sendiri bagi kami dan kami sangat peduli kepadanya. Dia adalah anak baik yang sedang melalui masa-masa sulit dan telah mengambil beberapa keputusan yang mempersulit jalannya sendiri. Kini, semua keputusan ada di tangannya untuk menentukan masa depannya.”
Langkah Penyelamatan Chelsea dan Asa di Bulan Januari
Chelsea sendiri tidak tinggal diam melihat aset berharganya terancam layu sebelum berkembang. Klub London Barat tersebut kini berupaya memberikan lingkungan yang stabil di pusat latihan Cobham guna memantau perkembangan fisik serta mental sang gelandang secara langsung dari hari ke hari. Kehadiran keluarganya di Inggris baru-baru ini juga diharapkan mampu memberikan dukungan psikologis yang sangat dibutuhkannya untuk beradaptasi dengan budaya sepak bola Inggris.
Meskipun saat ini ia hanya bermain di level junior, bakat alami Paez masih sesekali terlihat, seperti umpan silang akuratnya yang membuahkan gol bagi Chelsea U-21 di ajang EFL Trophy. Pihak klub dan perwakilan sang pemain tetap optimis bahwa performa impresif di akademi akan menarik minat klub-klub Inggris untuk meminjamnya pada bursa transfer Januari mendatang, atau memanfaatkan slot peminjaman internasional yang tersisa agar ia bisa kembali menemukan sentuhan magisnya yang sempat hilang.

