Ruang Ganti Prancis Pecah Mbappe dan Dembele Terlibat Konflik Panas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Timnas Prancis Kylian Mbappe saat melawan Kanada pada pertandingan persahabatan di tade Matmut-Atlantique, Bordeaux, Prancis, 9 Juni 2024.
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Timnas Prancis Kylian Mbappe saat melawan Kanada pada pertandingan persahabatan di tade Matmut-Atlantique, Bordeaux, Prancis, 9 Juni 2024.

Kondisi internal tim nasional Prancis dikabarkan sedang memanas setelah hubungan antara dua bintang utamanya, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, mengalami keretakan serius. Ketegangan ini dipicu oleh komentar publik kontroversial yang dilontarkan Mbappe mengenai penghargaan bergengsi Ballon d'Or, yang dinilai telah merusak keharmonisan skuad Les Bleus.

Ousmane Dembele merasa sangat dikhianati oleh sang kapten, memicu terbentuknya dua kubu yang saling berseberangan di dalam ruang ganti menjelang laga internasional mendatang. Friksi tajam ini menjadi ujian berat pertama bagi stabilitas tim yang selama ini dikenal solid.

Sindiran Ballon d'Or Picu Kemarahan Dembele

Perselisihan ini bermula ketika Kylian Mbappe mengeluarkan pernyataan sensitif yang menyinggung perjalanan karier rekan setimnya. Mbappe mengklaim bahwa dirinya “selalu dianggap sebagai sosok yang terpilih” sembari mengisyaratkan bahwa Dembele memiliki jalur karier yang berbeda akibat sering didera cedera panjang.

Sindiran tersebut langsung memantik respons keras dari Dembele setelah Paris Saint-Germain memetik kemenangan tipis atas Brest. Penyerang sayap tersebut menegaskan bahwa keberhasilannya saat ini diraih lewat perjuangan keras, bukan karena keistimewaan sejak lahir. “Saya tidak pernah menjadi sosok yang terpilih, saya bekerja keras dan dihargai dengan tahun yang luar biasa bersama Paris,” ujar Dembele dengan nada tegas.

Laporan dari media ternama Prancis, L'Equipe, menyebutkan bahwa komentar tersebut menjadi batas kesabaran terakhir bagi Dembele. Selama bertahun-tahun, mantan pemain Barcelona tersebut memilih untuk bungkam di depan publik meskipun kerap kali merasa terganggu oleh berbagai pernyataan egois dari kapten tim nasionalnya itu.

Tudingan Pengkhianatan Sang Kapten

Mantan pemain tim nasional Prancis yang kini aktif sebagai pengamat sepak bola, Jerome Rothen, mengungkapkan bahwa rasa sakit hati Dembele sangat mendalam. Ia menilai bahwa Mbappe telah merendahkan rekan-rekan setimnya sendiri demi ambisi pribadinya meraih penghargaan individu.

Melalui siaran di RMC Sport, Rothen menjelaskan betapa besarnya kemarahan yang kini dirasakan oleh Dembele. “Dembele menerimanya dengan sangat buruk, itu sebuah kepastian, dia sangat marah kepada Kylian Mbappe. Bagi dirinya, ini adalah bentuk pengkhianatan. Kata-kata tersebut memang keras, namun begitulah tepatnya dia merasakannya,” ungkap Rothen secara blak-blakan.

Situasi ini bahkan kabarnya membuat Mbappe terkejut karena tidak menduga akan mendapatkan perlawanan sekeras itu dari Dembele. Ketidakharmonisan ini diyakini telah merusak rasa saling menghormati yang sebelumnya terjalin di antara kedua penyerang andalan tersebut.

Polarisasi Ruang Ganti Les Bleus

Dampak dari konflik ini ternyata meluas melampaui perselisihan personal antara kedua pemain. Sejumlah penggawa tim nasional Prancis dilaporkan mulai kehilangan kesabaran terhadap sikap kepemimpinan Mbappe dan mulai menjauhkan diri dari sang kapten akibat kampanye media yang egois.

Solidaritas yang selama ini menjadi kekuatan utama skuad Prancis kini mulai terpecah menjadi dua faksi. Rothen menambahkan bahwa banyak pemain di dalam skuad yang lebih bersimpati kepada Dembele dibandingkan sang kapten. “Saya diberitahu bahwa ada banyak pemain di tim Prancis yang, sekali lagi, tidak memahami semua pernyataannya. Mereka lebih berada di kubu Dembele daripada kubu Mbappe, padahal ini adalah tim yang sama, namun tampaknya sekarang ada dua tim,” tambah Rothen.

Kini, perhatian tertuju pada sosok pelatih Zinedine Zidane yang akan mengumumkan daftar skuad pertamanya. Zidane dihadapkan pada tugas berat untuk memediasi pertemuan damai di pusat latihan Clairefontaine demi memulihkan keharmonisan sebelum kedua pemain tersebut kembali bertemu di lapangan.