Antusiasme Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan Warnai Kegiatan PKM

Penulis dan Content Writer, Mahasiswa Universitas Pamulang. Aktif menulis isu sosial, pendidikan, dan gaya hidup.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Supriati Ningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Antusiasme Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan menjadi salah satu hal yang mewarnai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tim Ecofinity Universitas Pamulang pada 8 Oktober 2026. Keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses berbagi pengetahuan mengenai literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, antusiasme siswa menjadi salah satu hal penting yang mendukung jalannya acara. Kehadiran dan keterlibatan peserta membuat kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses belajar bersama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa.Antusiasme Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan dalam Kegiatan PKM
Antusiasme Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan dalam Kegiatan PKM
Antusiasme Siswa SMK Bhakti Karya Sawangan menjadi bagian penting dalam kegiatan edukasi yang dilaksanakan Tim Ecofinity Universitas Pamulang. Keterlibatan siswa membantu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, terutama dalam memahami literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Hal serupa menjadi perhatian dalam kegiatan PKM Tim Ecofinity. Siswa-siswi SMK Bhakti Karya Sawangan menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan yang mengangkat tema literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Keaktifan peserta menjadi salah satu unsur yang membuat kegiatan edukasi lebih bermakna. Ketika siswa terlibat dalam proses pembelajaran, materi yang disampaikan memiliki kesempatan lebih besar untuk dikaitkan dengan pengalaman mereka sendiri.
Bagi mahasiswa yang menjalankan kegiatan PKM, keterlibatan siswa juga menjadi pengingat bahwa kegiatan pengabdian bukan sekadar menyelesaikan rangkaian acara. Ada proses komunikasi, penyampaian pengetahuan, dan upaya membangun pemahaman yang perlu diperhatikan bersama.
Belajar Mengelola Uang dari Kehidupan Sehari-hari
Salah satu materi yang disampaikan Tim Ecofinity berkaitan dengan literasi keuangan, khususnya pengelolaan uang saku. Materi ini dekat dengan kehidupan pelajar karena berkaitan dengan keputusan sederhana yang mereka hadapi sehari-hari.
Mengelola uang saku bukan hanya tentang menyimpan uang yang tersisa. Siswa juga perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, serta membiasakan diri mencatat transaksi.
Melalui pemahaman tersebut, pelajar diharapkan dapat lebih bijak ketika menggunakan uang yang dimiliki. Misalnya, sebelum membeli sesuatu, mereka dapat mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya ingin dibeli karena mengikuti keinginan sesaat.
Kebiasaan mencatat pengeluaran juga dapat membantu siswa mengetahui ke mana uang mereka digunakan. Dengan begitu, pengelolaan keuangan tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan sendiri, tetapi dapat dimulai sejak masih bersekolah.
Penyampaian materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu cara agar literasi keuangan lebih mudah dipahami. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.
Kepedulian Lingkungan Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Selain literasi keuangan, Tim Ecofinity juga mengangkat kepedulian terhadap lingkungan. Topik ini mengajak peserta melihat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai melalui tindakan sederhana di sekitar mereka.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memanfaatkan galon bekas menjadi tempat sampah. Pemanfaatan kembali barang yang masih dapat digunakan tersebut menjadi contoh bahwa benda yang dianggap tidak terpakai masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat.
Kegiatan ini juga memperkenalkan pentingnya mengurangi barang yang terbuang dan membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Upaya tersebut tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar, tetapi dapat dilakukan melalui tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Bagi pelajar, kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dengan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, dan memanfaatkan barang yang masih layak digunakan. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan sikap bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui materi dan praktik yang diberikan, kegiatan PKM diharapkan dapat mempertemukan pengetahuan dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama
Pelaksanaan PKM juga menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa Universitas Pamulang. Mahasiswa tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga perlu menyesuaikan cara penyampaian dengan kondisi peserta dan tujuan kegiatan.
Antusiasme siswa menjadi salah satu unsur yang mendukung proses tersebut. Kegiatan edukasi membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa sebagai pelaksana, dosen pembimbing, pihak sekolah, hingga para peserta.
Bagi Tim Ecofinity, kegiatan di SMK Bhakti Karya Sawangan menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan uang dan kepedulian lingkungan. Sementara itu, bagi siswa, kegiatan ini diharapkan menjadi tambahan wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, kegiatan PKM bukan hanya tentang terlaksananya sebuah acara, melainkan juga tentang pengetahuan yang dibagikan dan pengalaman yang diperoleh bersama. Antusiasme siswa menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dan pelajar dapat saling belajar serta membangun kesadaran bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Mengelola uang dengan bijak dan menjaga lingkungan merupakan dua kebiasaan yang dapat dilatih sejak dini untuk menciptakan kehidupan yang lebih bertanggung jawab.
