Di Balik PKM, Peran Ketua Kelompok dalam Menyatukan Gagasan dan Kerja Sama

Penulis dan Content Writer, Mahasiswa Universitas Pamulang. Aktif menulis isu sosial, pendidikan, dan gaya hidup.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Supriati Ningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Balik PKM, peran ketua kelompok menjadi bagian penting dalam menyatukan gagasan dan membangun kerja sama. Hal ini terlihat dalam kegiatan Tim Ecofinity Universitas Pamulang yang melibatkan tiga kelompok dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Bhakti Karya Sawangan pada 8 Oktober 2026. Ketiga ketua kelompok, yaitu Ahmad Rafi Pasha, Ryan Giggsy Rahajeng, dan Muhammad Khoirul Rozikin, berperan dalam mengoordinasikan anggota agar kegiatan berjalan sesuai rencana.
Keberadaan tiga kelompok dalam satu tim membuat koordinasi menjadi bagian penting dari persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Setiap kelompok perlu memiliki pemahaman yang sejalan agar gagasan yang telah direncanakan dapat diwujudkan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menyatukan Gagasan dalam Satu Tujuan
Dalam sebuah kegiatan kelompok, setiap anggota dapat memiliki gagasan dan cara pandang yang berbeda. Perbedaan tersebut sebenarnya dapat menjadi kekuatan apabila dibicarakan dan diarahkan menuju tujuan yang sama.
Di sinilah peran ketua kelompok menjadi penting. Ketua tidak hanya bertugas menyampaikan arahan, tetapi juga membantu menjaga komunikasi, mendengarkan masukan anggota, dan memastikan setiap orang memahami tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dalam konteks PKM, proses tersebut diperlukan agar rencana yang disusun tidak berhenti sebagai gagasan. Ide perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan mitra, kesiapan anggota, serta sumber daya yang tersedia.
Bagi tim yang terdiri atas beberapa kelompok, komunikasi juga membantu mengurangi kesalahpahaman. Koordinasi yang baik memungkinkan setiap kelompok memahami bagian yang perlu dikerjakan dan bagaimana kontribusinya mendukung tujuan bersama.
Peran Ketua Kelompok PKM dalam Membangun Kerja Sama
Kegiatan PKM membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Selain mahasiswa, pelaksanaan program juga berkaitan dengan dosen pembimbing, pihak sekolah, dan siswa yang menjadi peserta kegiatan.
Dalam kegiatan di SMK Bhakti Karya Sawangan, Tim Ecofinity mengangkat edukasi literasi keuangan dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal pentingnya mengelola uang saku secara bijak serta memahami kebiasaan yang dapat mendukung kepedulian terhadap lingkungan.
Materi literasi keuangan berkaitan dengan cara membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, serta membiasakan pencatatan keuangan. Sementara itu, kepedulian lingkungan diperkenalkan melalui pemanfaatan galon bekas menjadi tempat sampah.
Kedua kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program pengabdian dapat menghubungkan pengetahuan dengan praktik sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Agar kegiatan seperti ini dapat terlaksana, diperlukan persiapan dan kerja sama yang baik. Setiap bagian kegiatan perlu diperhatikan, mulai dari penyusunan materi hingga pelaksanaan bersama peserta. Peran ketua kelompok menjadi salah satu unsur yang membantu menjaga koordinasi agar pekerjaan dapat dilakukan secara terarah.
Belajar Memimpin Melalui Tanggung Jawab
Pengalaman terlibat dalam PKM memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kegiatan perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan kendala, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.
Bagi seorang ketua kelompok, tanggung jawab tersebut juga berkaitan dengan kemampuan memahami kondisi anggota dan menjaga agar komunikasi tetap berjalan. Kepemimpinan bukan semata-mata tentang memberikan instruksi, melainkan juga tentang membangun kepercayaan dan mendorong anggota untuk berkontribusi.
Ketika tiga kelompok berada dalam satu tim, kemampuan bekerja bersama menjadi semakin penting. Perbedaan pendapat dapat dibicarakan, pekerjaan dapat dikoordinasikan, dan setiap anggota memiliki kesempatan untuk mengambil bagian dalam kegiatan.
Pengalaman ini menjadi pembelajaran bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada satu orang. Hasil kegiatan juga dipengaruhi oleh keterlibatan anggota, dukungan dosen pembimbing, serta kerja sama dengan pihak mitra.
PKM sebagai Ruang Belajar dan Memberi Manfaat
Pelaksanaan PKM di SMK Bhakti Karya Sawangan menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa Universitas Pamulang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui edukasi literasi keuangan dan kepedulian lingkungan, mahasiswa berupaya menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Di balik kegiatan tersebut, koordinasi tiga kelompok mengingatkan bahwa sebuah gagasan membutuhkan kerja sama agar dapat diwujudkan. Peran ketua kelompok menjadi penting dalam membantu menyatukan tujuan, menjaga komunikasi, dan mengarahkan tanggung jawab bersama.
Pada akhirnya, PKM bukan hanya tentang terlaksananya sebuah program. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, menghargai kontribusi orang lain, dan memahami bahwa kerja sama merupakan bagian penting dalam menghasilkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
