Literasi Keuangan bagi Pelajar SMK Bhakti Karya Sawangan

Penulis dan Content Writer, Mahasiswa Universitas Pamulang. Aktif menulis isu sosial, pendidikan, dan gaya hidup.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Supriati Ningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada 8 Oktober 2026, kelompok pertama, Ahmad Rafi Pasha, Athfaluna Nurul Adzkia, Supriati Ningsih, serta Tim Ecofinity Universitas Pamulang bersama dosen pembimbing Yhonanda Harsono, S.Si., M.M. dan Jeni Irnawati, S.E., M.M.. Melaksanakan kegiatan pelatihan literasi keuangan dalam pengelolaan uang saku bagi 46 siswa-siswi SMK Bhakti Karya Sawangan. Kegiatan ini mengajak pelajar memahami pengelolaan uang saku dan pentingnya mencatat pemasukan serta pengeluaran secara manual.
Melalui penyampaian materi dan latihan sederhana, peserta diajak memahami bahwa mengelola uang dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Satu orang pemateri menjelaskan pentingnya mengenali penggunaan uang, menentukan prioritas kebutuhan, dan membiasakan diri mencatat setiap transaksi.
Bagi pelajar, uang saku merupakan bagian dari kebutuhan sehari-hari. Uang tersebut biasanya digunakan untuk membeli makanan, membayar transportasi, atau memenuhi kebutuhan sekolah. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, uang saku dapat habis tanpa disadari. Karena itu, kemampuan mengatur keuangan perlu dikenalkan sejak dini agar pelajar terbiasa mengambil keputusan yang lebih bijak.
Mengenal Literasi Keuangan dari Kehidupan Sehari-hari
Literasi keuangan merupakan pengetahuan dan keterampilan yang membantu seseorang memahami serta mengelola keuangannya. Dalam kehidupan pelajar, penerapannya dapat dimulai dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun rencana pengeluaran, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.
Melalui materi yang disampaikan, peserta diperkenalkan pada pentingnya mengetahui ke mana uang saku digunakan. Kebiasaan ini dapat membantu mereka mempertimbangkan pengeluaran sebelum membeli sesuatu, terutama ketika menghadapi keinginan membeli barang yang sebenarnya belum diperlukan.
Sebagai contoh, seorang pelajar menerima uang saku sebesar Rp20.000. Jika Rp8.000 digunakan untuk membeli makanan dan Rp4.000 untuk minuman, uang yang telah dikeluarkan berjumlah Rp12.000. Dengan demikian, masih terdapat Rp8.000 yang dapat disimpan atau dialokasikan untuk kebutuhan berikutnya.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa mengelola uang tidak selalu membutuhkan perhitungan yang rumit. Pelajar dapat memulainya dengan menghitung pengeluaran dan memperhatikan sisa uang yang dimiliki. Dari kebiasaan sederhana ini, mereka dapat belajar menentukan prioritas dan memahami pentingnya menggunakan uang sesuai kebutuhan.
Literasi keuangan juga berkaitan dengan kedisiplinan. Seseorang yang terbiasa merencanakan penggunaan uang akan lebih mudah mengevaluasi pengeluarannya. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bekal bagi pelajar ketika harus mengambil keputusan keuangan secara mandiri pada masa mendatang.
Praktik Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran secara Manual
Setelah mengenal dasar-dasar literasi keuangan, peserta mempelajari pencatatan keuangan secara manual. Pencatatan ini dapat dilakukan menggunakan buku tulis atau lembar kerja sederhana dengan menuliskan tanggal, keterangan transaksi, jumlah pemasukan, jumlah pengeluaran, dan saldo yang tersisa.
Misalnya, seorang pelajar menerima uang saku Rp20.000. Setelah membeli makanan seharga Rp8.000 dan minuman seharga Rp4.000, ia mencatat total pengeluaran sebesar Rp12.000. Sisa uangnya adalah Rp8.000. Dengan mencatat transaksi tersebut, pelajar dapat mengetahui jumlah uang yang sudah digunakan dan uang yang masih tersedia.
Pencatatan manual membantu seseorang melihat kondisi keuangannya dengan lebih jelas. Tanpa catatan, pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali dapat sulit diingat. Sebaliknya, ketika setiap transaksi ditulis, penggunaan uang dapat diperiksa kembali dan dijadikan bahan evaluasi.
Kebiasaan mencatat juga dapat membantu pelajar membuat perencanaan untuk hari berikutnya. Mereka bisa melihat pengeluaran yang perlu dikurangi, menentukan kebutuhan yang harus diprioritaskan, serta mempertimbangkan jumlah uang yang dapat disisihkan untuk tabungan.
Praktik ini memperkenalkan peserta pada langkah sederhana yang dapat diterapkan tanpa memerlukan aplikasi atau perangkat digital. Hal terpenting bukanlah media yang digunakan, melainkan konsistensi dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran secara teliti.
Membiasakan Pengelolaan Uang yang Bijak
Mengelola uang secara bijak bukan berarti seseorang tidak boleh membeli sesuatu yang disukai. Hal yang perlu dipahami adalah bagaimana menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Dengan membiasakan diri membuat perencanaan, pelajar dapat belajar mempertimbangkan keputusan sebelum menggunakan uang.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain mencatat uang saku yang diterima, menuliskan setiap pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengevaluasi sisa uang pada akhir hari. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan tersebut dapat membantu membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.
Edukasi literasi keuangan juga menjadi kesempatan bagi pelajar untuk memahami bahwa kebiasaan mengelola uang tidak harus menunggu sampai mereka bekerja atau memiliki penghasilan sendiri. Uang saku yang diterima setiap hari dapat menjadi sarana latihan untuk mengenal perencanaan keuangan sejak dini.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Tim Ecofinity Universitas Pamulang berupaya mengenalkan literasi keuangan melalui materi yang dekat dengan kehidupan peserta. Keterlibatan 46 siswa-siswi SMK Bhakti Karya Sawangan menjadi bagian dari kegiatan edukasi yang menghubungkan pemahaman dasar dengan praktik pencatatan keuangan manual.
Pengelolaan keuangan yang baik dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Mengetahui jumlah uang yang diterima, mencatat pengeluaran, dan memahami sisa uang merupakan langkah awal untuk menggunakan uang secara lebih terarah. Dengan latihan yang konsisten, pelajar diharapkan dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan semakin bertanggung jawab ketika mengambil keputusan keuangan.
